Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 102


__ADS_3

tiga bukan telah berlalu dan kini saatnya fairuz mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan anak pertamanya di temani sang suami di sampingnya


"tarik nafas bunda terus hembuskan"ucap sang bidan yang menangani persalinan fairuz


"aaaaaahhhhhh........."teriak fairuz sekuat tenaga


"sekali lagi"ucap sang bidan


"aaaaaahhhhhh......."teriak kembali fairuz dengan sekuat tenaga


oek........


oek.........


oek.........


suara tangisan bayi yang terlahir kedua pun menggema di seluruh ruangan dan ridwan pun meneteskan air matanya.


bidan tersebut membawa bayi tersebut untuk di bersihkan kemudian di pakaikan pakaian bayi agar ia tetap hangat dan memberikan nya kepada ridwan terus ridwan mengazaninya dan memberikan ia nama (adakah yang ingin memberinya nama,kalau ada silahkan koment) "selamat datang nak"ucap ridwan dan untuk jenis kelaminnya adalah laki laki.

__ADS_1


Fransiska mendengar mengenai kelahiran putra pertama dari fairuz pun tersenyum sebab ia sudah memiliki akal untuk membalas dendam kepada fairuz begitu juga dengan sintya.


"hari ini menjadi kebahagiaan kalian dan hari ini juga akan menjadi hari dimana kalian bersedih"ucap Fransiska


ia oun, bergerak secara diam diam karena ia masih termasuk dalam daftar pencarian orang.ia masuk kedalam rumah sakit tempat dimana fairuz di rawat.


sementara bayi masih di simpan ditempat khusus untuk bayi (apalah itu aku tak tau),karena fairuz masih belum sadar setelah melahirkan akibat banyak mengeluarkan darah.


beberapa hari kemudian fairuz kini telah di izinkan pulang.sang bayi pun terasa nyaman di pelukan sang ibu.kebahagian mereka bertambah dengan kehadiran sang putra di sisi mereka.orang tua Ridwan pun merasakan hal yang sama sebab cucu yang mereka nantikan kini telah hadir ke dunia.


Fransiska yang kini telah menjadi buronan polisi tak bisa berbuat banyak jadi ia memikirkan semuanya secara matang agar ia bisa membalaskan dendamnya.


kelahiran sang bayi membuat seluruh keluarga berbahagia begitu juga vivi dan roki tak lupa juga satria dan maya


"eeeh....pelankan sedikit suaramu nanti ia menangis"ucap roki


satria yang tengah menggendong putrinya merasa sangat bahagia begitu juga dengan maya "dek....kakak boleh gendong bayinya"ucap maya yang memang kala itu gemas ingin mengendong nya


"iya kak silahkan"ucap fairuz yang kala itu masih duduk di kursi roda padahal ia sudah bisa berjalan tapi akibat perbuatan suaminya yang tak ingin ia berjalan jadilah ia seperti orang yang lumpuh tetapi ia tak mempermasalahkan akan hal itu

__ADS_1


berkumpul nya semua kelurga di mansion keluarga ridwan membahas mengani acara syukuran dengan kehadiran cucu pertama mereka dan juga anak pertama dari fairuz dan juga ridwan


banyak keributan yang terjadi pada saat pembahasan akan hal itu menurut ridwan di lakukan secara sederhana saja tetapi sang ibu bersikeras di buat secara mewah sekaligus memperkenalkan kepada publik mengenai pewaris perusahaan sang ayah


ridwan hanya bisa pasrah dengan antusias sang ibu dan ia pun mengiyakan akan hal itu dan betapa terkejutnya mereka jika acara itu di buat satu Minggu lagi


"mommy....apakah waktunya itu tidak terlalu singkat"ucap ridwan


"iya tante"ucap roki


"sudah sudah semua sudah keputusan mommy jadi tidak bisa di ganggu gugat lagi"ucap sang ibunda final sehingga tidak ada yabg membantahnya lagi


sementara satria dan juga maya sekaligus vivi maupun fairuz hanya menanggapi sebisanya sebab mereka bingung dengan perdebatan sang anak dan juga ibu mengenai acara ini dari awal sampai selesai


"dan untuk kamu,kamu dan kamu.mulai dari Sekarang dan juga sampai acara ini selesai akan tinggal disini dan tidak ada penolakan"ucap istri pak afiq itu


sementara satria,maya dan juga vivi hanya bisa mendesah "iya tante"ucap mereka serempak


pak afiq pun masuk kedalam ruang kerja seraya mengistirahatkan pikirannya sebab ia sudah pusing melihat istrinya yang begitu sibuk tadi "apakah ia tidak lelah berceloteh dari tadi"ucapnya dan ia tak mengetahui jika sang istri ada di depan pintu ruang kerjanya

__ADS_1


"oooh seperti ini sifatmu yah membicarakan ku di belakang malam ini kau tidur di luar.kamu memang tidak ada antusias sedikit dengan kehadiran cucu pertama mu"ucap sang istri dan hal itu membuat pak afiq takut


to be continued


__ADS_2