Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 39


__ADS_3

sampailah Fairuz di mansion Daren dan ia pun langsung masuk ke kamarnya.didalam kamar Fairuz termenung,ia memikirkan langkah apa yang ia ambil selanjutnya.hati dan pikirannya tidak sejalan hatinya memaksakan ia untuk bertahan tetapi pikiran memaksakan dirinya untuk pergi.


sementara di mall Daren membelanjakan Fransiska dengan begitu royal hanya untuk barang barang mewah saja sedangkan istrinya tak pernah ia nafkahi.


satria sudah sangat geram dengan perlakuan Daren ia pun menelpon Daren dan menyuruhnya kembali ke perusahaan sebab ada berkas yang harus Daren tanda tangani dan itu berkas yang sangat penting.mau tidak mau Daren pun harus kembali ke kantor


"sayang aku kembali ke kantor ada yang ingin aku kerjakan,kamu kembali terlebih dahulu"ucap Daren dengan buru buru sedangkan Fransiska yang mendengar itu pun cemberut


"baiklah tetapi kamu jangan lama lama sebab aku masih sangat merindukanmu"ucap Fransiska kepada Daren dan mengecup pipinya dengan manis


Daren pun meninggalkan Fransiska sendirian di mall tersebut.karena merasa bosan Fransiska pun memutuskan untuk kembali ke apartemen nya.tetapi ia berfikir kembali kalau ia kembali ke apartemennya maka ia akan bosan sendirian disana alangkah baiknya ia jalan jalan sebentar kalau perlu ia pergi ke mansion Daren untuk sekedar berkunjung.


Fransiska pun memutuskan untuk pergi ke mansion Daren dalam perjalanan ia terus saja tersenyum memikirkan bagaimana wajah cemburu dari istri daren.tak lama kemudian Fransiska sampai di mansion Daren


tiiiing..........tooong......Tiiiiing......tooong.....


suara bel rumah pun berbunyi dan pak Budi pun membukanya "permisi nona mau cari siapa"tanyanya

__ADS_1


"minggir saya mau masuk"ucap Fransiska dengan keras


"tapi nona kamu tidak bisa masuk dengan seenaknya seperti itu"ucap pak Budi yang mencegatnya agar tak melangkah jauh masuk kedalam mansion


"kamu hanya pelayan rendahan mau menghentikan saya"ujar Fransiska dengan sombongnya


"memang saya hanya pelayan rendahan tapi saya punya attitude bukan kayak nona usah cantik berkelas tetapi tidak punya attitude"ucap pak Budi skakmat


"kamu udah berani kepada saya,saya adalah kekasih dari Daren pemilik mansion ini"ucap Fransiska membanggakan diri


"bagaimana saya tidak tertawa nona ini mengaku sebagai kekasih dari tuan sedangkan tuan sudah memiliki istri yang lebih cantik dari dirinya"ucap pak Budi menjelaskan kepada apak tono dan tak lama kemudian mereka pun tertawa bersama


mendengar itu membuat Fransiska naik pitam "tunggu saja jika Daren mengetahui semua ini maka siap siap kalian hidup di jalanan"ancam Fransiska


"kami menantikan hal itu nona"balas pak Tono dengan sarkas


Fransiska pun pulang dengan keadaan malu sekaligus kesal karena perbuatan dari dua bapak bapak di mansion Daren.

__ADS_1


"awas aja kalian,aku akan mengadu ke Daren agar mereka di pecat"ucap Fransiska dalam hati


ia pun kembali ke apartemen nya untuk membersihkan dirinya,karena hari sudah sangat sore dan sebentar lagi malam.


"daripada aku bosan sendirian di apartemen busuk ini lebih baik aku ke club malam aja siapa tau aku mendapatkan pria yang tajir aku bisa memanfaatkannya"ucap Fransiska yang kala itu sedang merias wajahnya


sementara di mansion Daren terlihat Fairuz yang sedang menyajikan makan malam dia tas meja tak lupa juga ia membagikan makanannya kepada bapak bapak rese yang sedang bercerita di pos security.setelah itu ia pun duduk untuk makan malam sebab perutnya sudah ingin diisi oleh makanan.sementara ia makan dengan tenang Daren pun masuk ke kamarnya tak lupa juga Satria yang kala itu mengikuti nya.


"kak sedang apa disini"tanya Fairuz dengan sopan dan lembut


"Kakak sedang mengambil berkas yang akan kakak kerjakan sebentar nanti di mansion kakak"ucap Satria dengan jujur


"kakak sudah makan kalau belum mari makan kebetulan Fairuz sudah selesai masak"ucap Fairuz menawarkan


"boleh kakak juga sudah sangat lapar"ucap satria dengan cepatnya sebab ia sudah sangat lapar karena sedari tadi sore ia belum mengisi perutnya dengan makanan


to be continued

__ADS_1


__ADS_2