
mendengar ucapan dari Vivi membuat Maya dan juga Fairuz menggelengkan kepalanya "pokoknya kamu nggak usah khawatir,aku akan membantumu dari orang orang egois seperti mereka"ucap Vivi dengan semangat 45
sementara Ridwan baru saja sampai di Perusahaan nya dan ia telah di sambut oleh satria "pak dari mana saja,klien udah datang dan sedang menunggu bapak"ucap satria bandel
"kamu nggak usah khawatir,biar saya yang urus sisanya"ucap Ridwan dengan santainya
Ridwan pun masuk kedalam ruang rapat dan mendudukan dirinya di atas kursi kebesarannya "selamat siang dan selamat datang di perusahaan emerlad group"ucap Ridwan
"selamat siang pak Ridwan"ucap Roki sepupu dari Ridwan
"saya kesini ingin mengajukan kerjasama antara perusahaan saya yakni alzheimer gc dengan perusahaan bapak"ucap Roki dengan penuh wibawa
__ADS_1
perbincangan mengenai kerjasama terus saja berlanjut sampai Berjam jam lamanya dan akhirnya kedua perusahaan resmi bekerja sama.perusahaan keluarga Kamil di kelola oleh Roki karena Ridwan tidak mau mengelolanya sebab dia ingin membangun perusahaan nya sendiri.tujuan lain dari Roki ingin bekerja sama dengan perusahaan Ridwan adalah ingin melihat vivi.sebab setiap malam ia selalu terbayang bayang wajahnya.
setelah perbincangan selesai Roki pun berbicara dengan Ridwan "kak,bagaimana kabar kakak ipar"tanyanya
"dia baik baik saja"jawab Ridwan dengan santainya
"aku udah tau tujuanmu mau bekerja sama dengan perusahaan ku sebab sedari dulu aku menawarkan agar perusahan keluarga bekerja sama dengan perusahaan mu tetapi kau menolaknya dengan alasan yang begitu konyol"ucap Ridwan meledek Roki
sementara disisi lain tepatnya di mansion Daren terlihat ayah dan ibu Daren sedang berkumpul memperbincangkan rencana mereka untuk mengambil Fairuz dari tangan Ridwan
"pada saat pesta pernikahan mereka nanti aku akan menculik Fairuz dan untuk rencananya pertama ayah dan ibu berbaur dengan para undangan kemudian menyelinap masuk ke dalam untuk memadamkan lampunya"ucap Daren dengan serius
__ADS_1
setelah berbincang mengenai rencana mereka,mereka pun membubarkan diri Sean dan juga Reina pulang ke mansion mereka dan tinggallah Daren sendiri di mansionnya.daren pun masuk kekamarnya dan mulai mendudukan dirinya di balkon kamarnya sambil memegang buku milik Fairuz tak terasa air matanya pun turun dengan sendirinya membasahi pipinya
"aku akan merebutmu kembali apapun yang akan terjadi kepadaku"ucap Daren "aku tak peduli kau milik siapa yang telah menjadi milikku meskipun itu adalah masa lalu akan tetap menjadi milikku.aku tidak akan membiarkan orang lain mengambilnya"ucapnya
setelah mengucapkan itu Daren pun masuk ke kamarnya dan mulai membaringkan dirinya di atas ranjangnya yang begitu empuk.
malam hari ini terlihat begitu ceria karena bintang bintang bertaburan dengan begitu banyak dan juga di temani rembulan yang begitu anggun bertengker diatas langit biru malam menambah kesan yang begitu enak untuk orang yang ingin memadu kasih.cahaya rembulan merembes masuk melalu ventilasi jendela kamar Fairuz dan terlihat sang empu sedang meringsut di dalam selimutnya dengan begitu tenang.wajah cantik dan juga menawan terlihat begitu indah di pandang mata.seolah olah Fairuz adalah bidadari turun ke bumi.
mentari kini tengah menampakan dirinya dari ufuk timur dan terlihat Fairuz yang sedang berjuang memasak sarapan untuk Maya dan juga satria.satu persatu sarapan telah di sajikan di atas meja waktunya ia membersihkan dirinya yang sudah lengket akibat keringat.sementara sang tuan rumah baru saja bangun dari tidur panjangnya dan kini tengah membersihkan diri mereka masing masing.keribhtan di lagi hari pun terdengar yang mana satria begitu posesif terhadap Maya dan Maya yang begitu keras kepala tak mau mendengarkan perkataan dari satria sementara Fairuz tengah bersantai di bathtub sekedar merilekskan dirinya.
setelah sekian lama merilekskan diri didalam kamar mandi Fairuz pun keluar dan mengganti pakaian dan turun menuju meja makan untuk sarapan dan disana terlihat Maya dan juga Satria yang sudah menunggunya untuk sarapan
__ADS_1
to be continued