Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 48


__ADS_3

setelah kepergian Maya dan juga Fairuz,Daren pun tertegun.sementara Fransiska sangat geram dengan perkataan dari Maya.


sementara dalam perjalanan wajah Fairuz terlihat sangat sedih dan Maya mengetahui itu.maya pun menghentikan jalannya dan memeluk Fairuz dengan erat "sabar yah dek,aku tidak akan membiarkanmu terluka lebih jauh"ucap Maya "kau pantas mendapatkan yang terbaik"sambungnya


"tapi kak aku udah tidak gadis lagi"ucap Fairuz dengan sendu


"percayalah pasti ada laki laki yang akan menerimamu meskipun kau sudah tidak gadis lagi"ucap Maya sedih mengetahui jika Fairuz sudah tak gadis lagi "siapa yang melakukan itu padamu"tanya Maya lagi


Fairuz pun menceritakan semuanya kepada Maya dan Maya yang mendengar itu hanya bisa menahan amarahnya akibat dari perbuatan dari Daren.


mereka pun pulang ke mansion Satria sambil memakan eskrim yang Fairuz beli tadi tak lupa juga ia membagikan ke supir yang mengantar mereka.karena dalam perjalanan sang supir pun menyimpan eskrim nya karena takut terjadi apa apa jika makan sementara mengemudi.


sampailah mereka di mansion satria,mereka berdua pun masuk ke dalam dan di sambut oleh satria dengan senyum lebarnya


"Fairuz sini ada yang ingin aku berikan kepadamu"ucap satria memanggil Fairuz


Fairuz pun menghampiri satria yang kala itu sedang berada di ruang keluarga "ada apa kak"tanyanya


"duduk dulu"ucap satria dan Fairuz pun mengikuti perintah dari satria


satria mengeluarkan berkas berkas tanah dan juga rumah yang ia janjikan akan di berikan kepada Fairuz "ini surat surat tanah dan juga rumah yang kakak janjikan kepadamu kemarin dan semua sudah atas namamu"ucap satria

__ADS_1


"tapi kak ini sangat berlebihan,saya tidak bisa menerimanya"tolak Fairuz dengan halus


"tolong jangan di tolak"ucap satria memelas


"okeh kak akan saya terima,tetapi untuk sementara Kaka pegang dulu yah"ucap Fairuz


"baiklah"ucap satria


"kak,aku mau pamit pulang ke mansion Daren"ucap Fairuz berpamitan


"kamu tinggal aja disini tidak usah kembali kerumah itu"ucap satria dengan tegas


"tapi kak saya masih berstatus sebagai istri Daren meskipun itu hanya kontrak"ucap Fairuz meyakinkan


Fairuz pun kembali ke mansion Daren dengan di antar oleh supir pribadi milik Satria.sesampainya di sana ia pun turun dan masuk kedalam mansion disana sudah terdapat Daren yang sedang duduk di ruang tamu sambil meminum kopinya


"baru pulang"ucap Daren dengan dingin


"iya tuan"jawab Fairuz dengan santainya


"kamu itu masih berstatus istri saya jadi kalau mau keluar dari mansion ini harus memberitahukan kepada saya jangan sampai reputasi saya anjlok sehingga berdampak ke perusahaan"ucap Daren dengan santainya

__ADS_1


"tuan tidak perlu khawatir saya tidak akan membuat reputasi tuan hancur berkeping keping karena saya tau batasan jika saya sudah memiliki suami"ucap Fairuz dengan sedikit menekan kata katanya dan Daren merasa tersinggung


"kamu menyinggung saya"ujar Daren


"saya tidak menyinggung tuan jika tuan merasa berarti Tuanlah yang membuat reputasi tuan hancur berkeping keping"ucap Fairuz dengan sarkas


plak ......satu tamparan mendarat di wajah Fairuz dengan keras dan lebih meyakitkan "kamu itu hanyalah istri kontrak yang bisa kapan saja aku buang ke jalanan"ucap Daren dengan sombongnya


"kalau memang seperti itu biar saya percepat saja agar aku tidak menganggu tuan"ucap Fairuz sambil berlari menuju kamarnya mengambil surat cerai yang beberapa hari lalu ia urus dan turun kebawah


"ini tuan tinggal tanda tangan saja maka dengan ini kita tinggal ke pengadilan agama saja"ucap Fairuz "kamu tenang saja saya tidak akan menuntut lebih kepada tuan"sambungnya lagi


"kamu mengajukan perceraian kepadaku berarti kamu sudah punya simpanan di luar sana"fitnah Daren dengan kejam


"hahahahah....tuan tuan,saya bukanlah tuan yang secara terang terangan memamerkan kemesraan di depan istrinya"ucap Fairuz sambil menahan tangis


"ah.....jujur saja tidak usah bohong,memang yah ****** tetaplah ******"ucap Daren dengan keras


"jaga mulut tuan,saya tidak pernah melakukan hal seburuk itu"balas Fairuz dengan tegas


perdebatan pun terjadi antara Daren dan juga Fairuz,salah satu dari mereka tidak ada yang mau mengalah karena mereka mempertahankan harga diri mereka masing masing.

__ADS_1


"baguslah jika kau mau cerai denganku agar aku bisa menikah dengan kekasihku"ucap Daren dengan bangganya


to be continued


__ADS_2