
setelah berbincang sementara dengan anaknya, Reina pun menuju halaman belakang mansion daren dengan tujuan ingin menemui fairuz.bekum juga jauh ia melangkah di pekarangan belakang mansion daren ia melihat sang menantu yang tak di anggap nya sedang berbicara dengan seorang pelayan
"hey......kamu fairuz yah"tanya ibu reina dengan wajah angkuh dan sombongnya
"iya saya sendiri,ada yang bisa di bantu nyonya"ucap fairuz dengan sopan karena ia tak mengetahui jika itu ada ini mertua nya.pada saat pernikahan mereka kemarin orang tua daren tak sempat menghadiri nya
"ooooh jadi ini wanita yang di nikahi anak saya,cantik sih tapi sayang nggak level sama keluarga malves"ucap ibu Reina dengan pedas
"oooh maaf nyonya,saya tidak mengetahui jika nyonya adalah ibu mertua saya"ucap fairuz yang ingin menyalami ibu Reina
"jangan dekat dekat saya,saya tidak sudi punya menantu seperti anda"ucap Reina dengan kejam dan pedas
karna fairuz menghargai orang yang lebih tua jadi ia hanya bersabar dan menerima semua caci maki dari ibu mertuanya itu.makin lama makian semakin menjadi dan Fairuz hanya terus diam tak melakukan apapun apalagi membalas perkataan dari Reina.daren dan juga Herry menuju lokasi keributan sebab sedari tadi mereka mendengar orang yang sedang marah marah.sementara Zizi telah di usir oleh ibu reina sehingga tinggallah fairuz sendirian.melihat suami dan anaknya menuju ke arah mereka, timbullah niat jahat dari Reina yang ingin memfitnah fairuz.ia pura pura menjatuhkan dirinya di atas tanah dan menunjukkan wajah sedihnya agar rencananya berjalan dengan baik.
melihat sang istri yang sedang duduk di atas tanah membuat Herry bertanya tanya.karena penasaran ia pun mengungkapkan isi hatinya
__ADS_1
"sayang,kamu kenapa duduk di atas tanah seperti itu"tanya sang suami kepada istrinya
"saya tadinya ingin berbicara dengan menantu kita,tetapi bukan sambutan yang ia berikan kepada saya malahan ia mendorong saya"ucap Reina dengan mimik wajah yang di buat buat sedih
Fairuz yang mendengar pernyataan dari ibu mertuanya itu pun shock,sebab ia sedari tadi tak melakukan apapun apalagi mendorong ibu mertua nya itu
"maaf saya tidak melakukan seperti apa yang nyonya Reina katakan"ucap fairuz membela diri
"lihatlah,bahkan ia tak memanggil ku mama melainkan nyonya"ucap ibu reina semakin menjadi jadi
"kami,wanita tak tau diri.masih untung aku menikahimu jika tidak sudah jadi gembel kamu di luar sana"ucap daren dengan wajah yang sudah mengeras
aaah.......jeritan kecil fairuz kala terkejut dengan aksi tiba tiba dari daren "tapi tuan apa yang saya katakan semuanya benar"ucap fairuz lagi
"kamu kira aku percaya kepada mu,kamu itu kayaknya ular yang pandai memanipulasi diri dan aku tidak akan terjebak dengan sikapmu itu"ucap daren yang masih dalam keadaan marah
__ADS_1
"huh......tuan tuan,seorang pemimpin seharusnya lebih bijak dalam menanggapi masalah.pantas saja perusahaan kalian menurun levelnya, pemimpin aja kagak becus"ucap fairuz dengan sarkastik dan hal itu membuat herry naik pitam juga
"apa yang kau ketahui mengenai bisnis,kau hanya gadis desa yang menumpang hidup dalam keluarga kami"ucap herry dengan tajam
Reina kembali melakukan aksinya dengan pura pura berpihak kepada Fairuz "udah udah,kalian jangan seperti itu.kamu mas Herry seburuk-buruknya dia tetap menantu kita dan kamu daren dia adalah istri kamu dan lakukan kewajiban mu sebagai seorang suami"ucap Reina
"lihat itu,mamaku baik kepadamu tetapi kenapa kau tak bisa menerima nya"ucap daren dengan keras
"tuhan tidak tidur,ia melihat semua yang terjadi hari ini"ucap fairuz dengan tenang
plak.....duck..... tamparan melayang telak di wajah fairuz dan setelah itu ia pun terhuyung dan menabrak pohon mangga tempat ia makan tadi.karna benturan yang sangat keras membuat dahi dari fairuz membiru dengan jelas.belum juga puas daren pun melayangkan kembali tamparan kedua dan setelah itu menyeret fairuz dengan sangat keras dan brutal layaknya menyeret seekor binatang.fairuz yang tak bisa menyeimbangkan langkah kaki daren pun terjatuh ketanah tetapi daren tak memperdulikan nya.ia terus menyeret fairuz dengan keras sehingga banyak goresan luka pada lengan dan juga kaki fairuz yang sangat perih
"itu adalah hukuman karna kau telah membuat ibuku sedih"ucap daren dengan santainya
tbc
__ADS_1