
sementara di mansion terlihat pak Budi dan juga pak Tono yang sedang berkelit dengan oven sebab tugas mereka adalah memanggang kue.mereka memanggangnya dengan penuh suka cita.
pada saat membuat adonan lainnya dalam hati Fairuz berkata"tak perlu memikirkan hal hal yang perlu di pikirkan sebab itu akan membuatku sakit"ucap Fairuz dalam hati "dan juga suatu saat aku pergi dari kehidupan Daren aku tak perlu repot repot untuk kehidupanku nanti dan juga aku tidak terlalu sakit"sambungnya lagi
mereka pun membuat kue dengan begitu damainya,dari Fairuz yang sering membagi pengalamannya membuat kue kepada pak Budi dan juga pak Tono begitu juga pak Tono dan pak Budi yang bercerita hal hal konyol sehingga membuat Fairuz tertawa lepas.
siang kini telah menyapa dan semua pesanan telah selesai di buat kini tinggal saatnya mengantar ke pelanggan yang memesannya.
"Alhamdulillah telah selesai"ucap Fairuz sambil mengusap keringat yang mengalir di dahinya
"iya neng Alhamdulillah"ucap pak Budi
__ADS_1
"ini kue untuk paman karena telah membantu saya"ucap Fairuz sambil memberikan kue yang di buatnya kue itu spesial buat pak Budi dan pak Tono
"nggak usah neng,kami ikhlas kok membatu"tolak pak Budi dengan halus
"kalau paman paman tidak mau mengambil kue yang saya berikan saya tidak mau berbicara lagi dengan paman"ancam Fairuz yang terkesan menyeramkan bagi pak Budi dan pak Tono
mereka pun mengambil kue yang di berikan oleh Fairuz,pak Budi pun kembali ke pos jaganya dan pak Tono membantu Fairuz membawa kuenya ke dalam mobil.
"sebentar paman,saya cuci muka dulu"ucap Fairuz sambil berlari menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan pak Tono hanya mengangguk kan kepalanya.
"mari nak"ucap pak Tono yang memang terpaku dengan kecantikan Fairuz yang terlihat alami
__ADS_1
mereka pun mengantarkan pesanan sesuai dengan alamat yang di berikan,pada saat mereka melewati mall terbesar dikota itu tak sengaja pak Tono melihat tuan nya yaitu Daren sedang berjalan dengan seorang wanita dan terlihat sangat mesra
"bukankah itu tuan"ucap pak Tono yang kala itu terkejut melihat tuannya ternyata memiliki sifat romantis.memdemgat ucapan pak Tono Fairuz pun memalingkan wajahnya melihat kearah yang pak Tono ucapkan dan betapa terkejutnya ia melihat suaminya sedang bermesraan dengan wanita lain.sakit itulah yang dirasakan oleh Fairuz saat ini tetapi ia mencoba untuk tegar agar tidak terlihat lemah.istri mana yang tak sakit hati melihat suaminya bermesraan dengan orang lain meskipun belum ada cinta di antara keduanya
mereka pun melanjutkan perjalanan mereka untuk mengantar kue ke pemiliknya.selama perjalanan Fairuz terus saja termenung dan dalam hati ia berkata "mungkin sampai saat ini saja perjuanganku untuk mempertahankan rumah tanggaku"ucapnya
sementara pak Tono merasa kasihan melihat Fairuz yang sedang bersedih meskipun dari raut wajahnya tak menampakkan rasa sedihnya tetapi dalam hatinya itu sedang menangis
dimall terbesar di kota itu terlihat Daren dan juga Fransiska yang sedang berjalan jalan sambil membeli barang barang mewah yang harga bisa merobek kantong tetapi tidak bagi Daren karena ia memiliki kartu tanpa batas.tetapi dalam hati Daren ia merasa sangat resah apakah rasa cintanya terhadap Fransiska kini telah sirna atau adakah pertanda lain.fransiska terus saja mengandeng tangan Daren dengan erat seolah olah Daren adalah miliknya seorang meskipun Daren sudah memiliki seorang istri.
"akan ku buat kau meninggalkan istrimu karena kau adalah milikku seorang"ucap Fransiska dalam hati yang memang ingin memiliki Daren sepenuhnya bukan karena cinta tetapi karena hartanya
__ADS_1
kembali ke Fairuz,selama perjalanan Fairuz hanya diam memikirkan apa langkah yang ia ambil jika ia meninggalkan daren.pesanan terakhir telah selesai di antar waktunya mereka pulang ke mansion.hari ini pendapatan dari Fairuz sangatlah banyak dari hari kemarin dan ia sangat bersyukur padahal baru saja ia membuka usaha onlinenya tetapi peminatnya sangatlah banyak
to be continued