Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 27


__ADS_3

setelah Daren tersadar ia pun mengambil air minum yang berada di meja kamarnya dan meminumnya kemudian ia pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri sesampainya di kamar mandi ia terkejut bahwa ia tak memakai pakaian.ia mengingat kemabli apa yang terjadi pada malam itu dan betapa terkejutnya ia jika ia telah melanggar perjanjiannya dengan Fairuz


"sial mengapa aku harus melanggar perjanjian itu"ucapnya dengan kesal "aku harus cepat bertemu dia"sambungnya


dengan segera Daren mandi.setelah usai ia pun mengganti pakaian nya dengan setelah kantor.semourna itulah kata yang terucap jika melihat Daren secara langsung.setelah itu ia pun turun ke bawah dan mencari Fairuz


Fairuz yang sedang duduk sambil menikmati sarapan paginya meskipun hanya nasi goreng sama telur ceplok.ia duduk dengan begitu damai seolah olah tak ada yang menganggu nya.tiba tiba saja datanglah Daren dan duduk di depannya


"ada yang ingin ku bicarakan denganmu"ucap Daren dengan begitu dingin.sedangkan Fairuz tak mengerti mengapa Daren ingin berbicara dengannya "apa yang ingin tuan bicarakan dengan saya"tanyanya


"kejadian yang terjadi semalam anggaplah tidak terjadi apapun dan kau harus meminum pil kontrasepsi agar kau tidak mengandung anakku.aku tidak Sudi jika benihku harus tumbuh kepadamu"ucap Daren dengan begitu kejam seakan akan ia adalah korban dari kejahatan yang ia perbuat


"kamu tenang saja aku pastikan bahwa aku tidak mengandung anakmu"ucap Fairuz dengan lirih karena ucapan dari Daren


setelah mendengar ucapan dari Fairuz Daren pun beranjak dari tempat itu dan menuju garasi,ia mengambil mobil mewahnya yang berwarna putih dan mengemudikannya menuju kantor.

__ADS_1


tak lama kemudian Daren pun sampai di perusahaan erapasific.ia pun memarkirkan mobilnya di tempat parkir khususnya dan ia pun masuk ke dalam perusahaan.baru aja ia di masuk para karyawan perempuan sudah tergila gila kepadanya


"sempurna sekali wajahnya"ucap karyawan A dengan senyum mesumnya "kalau saja ia mau meniduriku maka aku siap kapan saja"sambungnya lagi


"hey jangan mimpi kamu"ucap karyawan B sambil menoyor kepala temannya


Daren memasuki lift khusus dan menuju lantai paling atas,setelah keluar dari lift ia pun di sambut oleh sekretaris nya "selamat pagi pak"ucap Sinta dengan begitu ramah tetapi Daren tidak menanggapinya


satria yang melihat itu hanya bisa menggeleng kan kepalanya karena kelakuan Daren yang tidak pernah berubah.daren pun mausk keruangannya dan mendudukan dirinya di kursi kebesaran nya.diatas meja sudah terdapat berkas berkas yang harus ia tanda tangani.padahal baru sehari ia tidak masuk kantor tetapi pekerjaaanya sudah sangat banyak seperti ini bagaimana jika ia seminggu tak masuk kantor mungkin sudah menggunung berkas berkas berada di mejanya.ia pun membuka satu persatu berkas yang ada di mejanya tetapi ia tak terlalu fokus karena memikirkan hal yang terjadi kemarin


"sial mengapa aku harus kepikiran dengan kejadian kemarin malam"gumam satria sambil mengacak acak rambutnya


"masuk"teriak Daren dari dalam dan ia segera merapikan rambutnya dengan cepat


Satria memasukan kepalanya kedalam "apakah beh saya masuk pak"ucap satria dengan senyum Pepsodent nya

__ADS_1


"kamu tidak dengar apa yang saya ucapkan tadi"ujar Daren dengan kesal


"okeh makasih pak"ucap satria berterimah kasih,ia pun masuk kedalam ruangan Daren dan mendudukkan dirinya di atas sofa


"ada perihal apa kau datang kemari"tanya Daren dengan begitu dingin


"kemarin pada saat kau tidak masuk ada perusahaan yang ingin mengajukan kerjasama dengan perusahaan kita"ucap satria dengan serius "dan ini berkasnya silahkan di baca dan saya mohon undur diri"sambung Satria


setelah memberikan berkas itu kepada Daren satria pun keluar dari ruangan itu dan kembali keruangannya "huuuuh,ngeri sekali jika masuk keruangan Daren"ucapnya sambil mengelus dadanya


"emangnya bapak takut jika masuk keruangan Presdir"tanya Sinta selaku sekretaris Daren


"takutlah masa enggak"jawab satria.satria dan Sinta memang seperti ini dan Sinta juga sudah mengetahui jika satria sudah menikah."saya kira bapak tidak takut masuk keruangan Daren"ucap Sinta dengan polosnya


"hanya manusia batu yang tidak takut jika masuk keruangan itu"sambung Satria lagi dan mereka pun tertawa terbahak bahak

__ADS_1


to be continued


__ADS_2