Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 13


__ADS_3

kini datanglah sandi Andreas selaku asisten dari daren untuk membawakan apa yang di minta oleh fairuz dan meletakkannya.setelahbitu sandi pun berlalu tanpa berbicara sedikit pun pada fairuz.sandi juga membenci fairuz karna ia tau jika bosnya pasti tidak mau menikahi gadis rendahan seperti fairuz


mulai saat ini fairuz akan mencari nafkahnya sendiri dengan berjualan online.ia tidak tau jika harus berbuat apa.


sementara di perusahaan daren corp satria,maya dan juga vivi terlihat murung sebab mereka sudah tak melihat wajah ceria dari fairuz beberapa hari ini.


"apakah kita harus mencarinya"ucap maya dengan wajah sendu


"lebih baik tidak usah,sebab fairuz sekarang sudah bahagia"ucap vivi yang mengetahui jika fairuz sudah menikah dengan daren "sebab fairuz sudah menikah dengan pemilik perusahaan ini"lanjutnya lagi


"kamu jangan bohong,mana mungkin orang seperti kita bisa mendapatkan orang berkelas seperti mereka"ucap maya dengan tegas


karna merasa tak nyaman vivi pun menceritakan semua yang terjadi pada fairuz sehingga ia harus meminta daren untuk menikahinya.setekah cerita selesai satria maupun maya terkejut bukan main


"kasian Fairuz,aku tidak yakin jika daren selaku suaminya itu memperlakukan fairuz dengan baik"ucap satria dengan yakin


"iya aku setuju sebab mereka menikah tanpa adanya cinta"ucap maya lagi tak kala yakin


"kita doakan saja yang terbaik buat fairuz, jika daren tak memperlakukan fairuz dengan baik kita harus melindungi nya"ucap vivi lagi dan mereka bertiga melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda


malam telah tiba dan kini terlihat fairuz yang baru saja selesai melaksanakan sholat isya sementara sang suami daren terlihat menikmati malamnya dengan mabuk mabukan untuk menghilangkan stres yabg baru aja ia terima siang tadi

__ADS_1


"besok aku harus belanja untuk keperluan jualanku"ucap fairuz dengan senang


ia pun melihat isi tabungan nya yang masih tersisa 8 juta banyaknya.


"apakah ini masih cukup"ucapnya sambil termenung


tanpa ragu ia pun meyakinkan untuk memulai bisnisnya.meskipun masih berskala kecil dulu


pagi kembali menyapa dengan begitu cerianya, belum juga banyak orang yang beraktifitas di mansion itu.fairuz kemudian berjalan menuju arah gerbang dan ia di hadang oleh security


"nona mau kemana"tanya pak security yang bernama Doni


"ini pak doni,saya mau ke supermarket terdekat"ucap fairuz dengan jujur


"apakah tidak mengganggu pekerjaan bapak,saya takut jika hal itu membuat bapak di amuk oleh tuan daren"ucap fairuz dengan khawatir


"nggak apa apa nona"ucap oak doni menyakinkan fairuz


melihat fairuz membuat pak doni teringat anaknya yabg berada di kampung sehingga ia sangat ingin membantu fairuz.gadis polos dan lugu itu telah membuat hati pak doni terharu.bagaimana tidak,gadis yang seharusnya masih merasakan bangku perkuliahan kini harus menjadi istri dari tuan muda arogan dan kejam.


tak lama kemudian fairuz telah sampai di supermarket dan mulai berbelanja keperluan yang ia butuhkan.tak berselang lama fairuz oun telah selesai dan meminta pak doni untuk mengantarkan ia pulang sebab ia takut jika daren mengamuk lagi.

__ADS_1


baru juga sampai terlihat Zizi yang berada di depan rumah kecil yang jauh dari mansion daren dengan tas yang tak begitu besar


"Zizi, apa yang kau bawa itu"ucap fairuz yang kebingungan


"ini perlengkapan saya nyonya,sebab mulai saat ini saya akan tinggal bersama nyonya oak daren tak mengizinkan saya untuk tinggal di mansion nya mulai saat ini"ucap Zizi


"oooh.....mari masuk"ucap fairuz yang paham dari perkataan zizi


baru aja masuk dan membereskan barang bawaan,daren telah tiba di tempat fairuz dan mengetuk pintunya dengan keras


"maaf a...da"ucap fairuz dengan terkejut


plak..... tamparan sekuat tenaga melayang dengan epic di wajah fairuz "mengapa lama sekali membuka pintunya,pakah tanganmu sudah tidak berfungsi.jika ingin seperti itu aku akan mengabulkan nya"ucap daren dengan wajah yang memerah


"maaf tuan....."ucap fairuz ketakutan.bukan ia tak ingin melawan daren tetapi ia masih menghargai daren sebagai suaminya dan ia yakin jika suatu saat pasti akan ada cinta di antara keduanya


"maaf....maaf....kamu telah membuang waktuku tau"ucap daren sambil menarik rambut fairuz yang tertutup oleh hijab


"tuan......sakit tolong lepaskan "ucap fairuz merintih


"akan ku buat lebih dari ini jika aku mau dan ternyata wanita murahan dan kampungan seperti anda bisa merasakan sakit juga"ucap daren sambil menghina

__ADS_1


tbc


__ADS_2