
kembali ke Ridwan yang kini tengah menangkap Fransiska dan menyerahkan nya ke kantor polisi.
"lepaskan saya.....apakah kamu tidak takut kepada saya"ucap Fransiska memberontak
"untuk apa saya takut,salah tetaplah salah dan kamu harus di hukum atas apa yang kamu perbuat"ucap Ridwan dengan dingin dan juga tegas
"saya tidak salah,saya hanya memberi pelajaran kepada wanita yang telah menghancurkan ku"ucap Fransiska dengan percaya dirinya
"setelah sampai di kantor polisi baru kau beritahukan semuanya pendapatmu"ucap Ridwan lagi sambil menyeret Fransiska dan memasukan nya kedalam mobil.setekah itu Ridwan pun melajukan mobilnya menuju kantor polisi di Kota ini.
sesampainya disana Ridwan langsung masuk "permisi pak saya mau melaporkan kejahatan yang dilakukan oleh saudara Fransiska atas upaya pembunuhan"ucap Ridwan
"tidak pak laporan yang ia buat adalah bohong saya tidak melakukan seperti apa yang di laporkan oleh saudara Ridwan"ucap Fransiska membela diri
"mohon tunggu sebentar kami akan segera proses laporannya"ucap polisi A
setelah menunggu beberapa saat datanglah polisi untuk mengintegorasi pelaku
"apakah benar kau melakukan kejahatan seperti yang di laporkan"tanya polisi A
"tidak..."jawab Fransiska
__ADS_1
"semua benar saya melihatnya dengan mata kepala saya sendiri dan saya punya rekaman cctv nya silahkan di cek dan jatuhi hukuman yang seberat beratnya takut ia melakukannya lagi kepada orang yang berbeda"ucap Ridwan sambil memberikan flashdisk yang berisi rekaman kejadian di toko kue Fairuz
"baiklah mohon tunggu sebentar"ucap polisi itu kemudian pergi untuk mengecek video itu apakah semuanya benar atau hanya kebohongan belaka setelah di cek tenyata memang benar bahwa Fransiska berusaha untuk membunuh korban.
"terimah kasih pak sudah bekerja sama dengan kita,untuk pelakunya kita nyatakan bersalah karena bukti yang anda berikan itu sangatlah jelas"ucap polisi B
"pak tolong jangan tangkap saya"ucap Fransiska memohon
setelah itu Fransiska pun di masukan dalam penjara,ia harus menanggung semua kejahatan yang ia buat di dalam penjara dan Ridwan pun pulang dengan keadaan lega sebab sudah tidak ada lagi yang mengganggu kenyamanan dari fairuz.ia sudah melupakan mantan suami dari Fairuz yang mungkin suatu saat nanti akan menjadi penghalang atau gangguan.
dalam perjalanan ia pun mendapat telpon dari satria dan memberitahukan jika Fairuz kini telah sadar dan sedang istirahat.ridwan sangat bersyukur jika Fairuz kini baik baik saja.ia harus memperketat penjagaannya terhadap Fairuz.
"terus bagaimana keadaannya"tanya Ridwan dengan senyumannya
"kata dokter Fairuz baik baik saja mungkin dua atau tiga hari ia sudah bisa pulang dan ia juga belum di perbolehkan untuk mengangkat barang barang berat atau bekerja terlalu capek sebab luka tusukannya terlalu dalam"ucap Maya dengan telaten
"okeh terimah kasih"ucap Ridwan
"iya sama sama"jawab mereka bertiga secara serempak
mereka pun bercengkrama kembali mulai dari hal pekerjaan hingga hal hal yang tidak berguna mereka bicara.tenyata Fairuz sudah dari tadi membuka matanya dan ia mendengar semua pembicaraan mereka dan itu membuat ia tersenyum.ia bersyukur masih banyak orang yang menyayangi nya.setalah itu pun memejamkan kembali matanya.
__ADS_1
dua hari kemudian ia telah di perbolehkan kembali kerumah dengan catatan belum bisa bekerja terlalu capek dan selama ia berada di rumah sakit Maya,satria,Ridwan dan juga Vivi bergantian menjaganya.apalagi sekarang ia sudah di perbolehkan pulang maka berkumpulnya mereka berempat untuk menjemputnya
"akhirnya kau pulang Fairuz,sekali lagi aku minta maaf atas yang aku perbuat kepadamu"ucap Vivi senang
"iya aku memaafkanmu tetapi jangan kau ulangi lagi"ucap Fairuz senang
"ayo...aku sudah tidak sabar ini mau pulang"ucap Vivi kocak
"hey tunggu dulu barang barang ku bagaimana"ucap Fairuz
"biar nanti mereka yang membawa nya kau kan masih sakit"ucap Vivi sambil mengandeng tangan Fairuz dan juga Maya dan itu membuat mereka menggeleng kan kepala
dalam perjalanan Vivi terus saja bercerita hal hal konyol dan itu membuat Maya dan juga Fairuz tertawa tetapi tidak dengan Satria dan juga Ridwan.
"kamu tidak lelah sedari tadi berbicara terus"tanya Maya
"aku tidak akan pernah lelah jika berbicara dengan kalian ternyata selama ini aku salah yah jadi orang baik seperti kalian itu menyenangkan juga"ucap Vivi
"tidak juga karena ada orang yang iri dengan kita tetapi jika kita ikhlas melakukan nya maka kita akan merasa senang"ucap Maya lagi
to be continued
__ADS_1