Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 94


__ADS_3

mendengar semua itu sintya oun melepaskan tangannya dari tangan ridwan tetapi setelah itu ia pun melihat ke arah fairuz dengan tatapan amarah "semua ini karena kamu wanita ******"ucapnya


"mengapa semua karena aku nona"tanya Fairuz bingung


"sebab jika tidak ada kamu maka aku sudah bahagia bersama dengan ridwan"ucap sintya lagi


sintya pun dengan cepat melayangkan tangannya dengan upaya menampar fairuz tapi apa yang terjadi fairuz menahan tangannya dengan erat "lepaskan wanita gila"ucap sintya


"kamu yang gila,datang datang langsung main tangan"ucap fairuz


ia pun mendorong sintya dengan keras sehingga sintya terjatuh.meskipun fairuz sedang hamil ia bisa membalas perlakuan orang irang yang ingin mencelakakan nya


"ridwan tolong aku"ucap sintya manja


"berdiri aja sendiri"jawab ridwan


sintya oun berdiri aku bekum puas jika belum membalasmu,sintya pun berlari dan melayangkan pukulannya kepada fairuz tetapi masih sama saja fairuz dapat menangkis semua pukulan dari sintya dan segera ia pun membalasnya........puck......bugh......puck.......bugh.......dua pukulan dan tendangan melayang tepat pada Sintya sehingga sintya terjatuh dan tidak dapat berdiri lagi alias K.O akibat perbuatan fairuz


"nak lain kali kamu jangan buat seperti itu kasihan bayimu"ucap buk rini lembut


"apa hamil......"teriak sintya


"emangnya kenapa kalau aku hamil..... emangnya tidak bisa membalasmu kalau aku hamil jangan mimpi nona"ucap fairuz dan mereka oun meninggalkan sintya yang masih menahan rasa sakit yang tiada tara di tambah lagi orang orang menertawakan nya

__ADS_1


"tunggu saja pembalasan ku,akan ku buat kau menyesal seumur hidup karena telah melawanku"ucap sintya dengan geram


karena tidak berhati hati mengucapkan hal itu,ternyata oh ternyata di dengar oleh mata mata pak afiq


mereka pun berbelanja dengan ria,beli sana beli sini.setelah puas berkeliling mereka pun duduk sambil menikmati minuman dingin


"mom....aku lapar.aku ingin makan nasi goreng yang ada di dekat rumah kita"ucap fairuz


"okeh kita pulang"teriak buk rini dengan semangat nya


mereka pun pulang tetapi sebelum itu mereka menyempatkan diri untuk singgah di warung makan yang ada di dekat rumah mereka hanya untuk sekedar menyenangkan fairuz


di dalam mansion terlihat vici dan juga roki yang sedang duduk sambil menikmati teh hangatnya tak lupa juga maya dan Satria beserta sang anak.


"kak.....kapan kalian datang"tanya fairuz yang kala itu melihat maya dan juga satria


"baru saja kami tiba katanya kalian lagi keluar jadi kami menunggu saja"ucap maya


"kak boleh saya menggendong Sekar"ucap fairuz


"boleh dong"ucap maya sambil memberikan sekar kepada fairuz


sekar itu adalah jama anak dari maya dan juga satria.

__ADS_1


fairuz pun menggendong sekar dengan begitu telaten dan sifat keibuan dari fairuz pun sudah nampak sehingga orang orang yang berada di tempat itu merasa sangat kagum dengan sifat fairuz


"fairuz aku juga dong ingin menggendong sekar"ucap maya merengek yang memang ingin sekali menggendong sekar


"ini tapi hati hati yah"ucap fairuz


"okeh"ucap Vivi sambil menggendong sekar dengan hati hati


"kak aku mau buat kue kalian mau ikut nggak"ucap fairuz


mendengar hal itu membuat vivi,maya dan juga buk rini semangat bukan main "iya kami ikut"ucap mereka serempak


"mas gendong sekar sebentar"ucap maya


"kalian romantis sekali"ucap pak afiq setelah para ibu ibu berlalu menuju dapur


"seperti itulah aku harus siap dalam segala kondisi untuk membantu istriku"ucap satria


"bagaimana selama kehamilan istrimu apakah kamu pernah mengabaikannya"tanya roki yang memang kala itu menyindir ridwan


"selama kehamilan nya aku tidak pernah mengabaikannya meskipun ada hal yang ingin aku kerjakan jika dia membutuhkan sesuatu kita harus membantunya sebab tidak mudah untuk mengandung selama sembilan bulan"jawab satria "kita harus jadi suami siaga jika istri kita masih dalam masa kehamilan agar tidak terjadi apa apa pada bayinya dan setiap cek kehamilan kita harus mengantarnya.cukup itu saja istri pasti senang"ucap satria lagi


to be continued

__ADS_1


__ADS_2