
Ridwan pun hanya tersenyum melihat semua itu "baiklah tidak apa apa"jawabnya
setelah mengucapkan hal itu satria pun pulang membawa Maya dan juga Fairuz keluar dari tempat itu dan pesta kembali tenang seperti biasanya
Daren dan juga orang tuanya pun pulang dengan keadaan malu dan juga menyesal karena kebodohan mereka.
"aku harus bisa bertemu dengan Fairuz bahkan jika perlu merebutnya kembali kesisi ku"ucap Daren dalam hati
"aku harus bisa berbicara dengan Fairuz dan meminta maaf kepadanya meskipun aku harus mengorbankan diriku"ucap Sean dan juga Reina dalam hati
dalam perjalanan mereka terus memikirkan hal agar bisa bertemu dengan Fairuz tetapi buntu yang mereka dapatkan.
satria pun sampai di mansion nya dan mereka pun turun dan masuk kedalam "bang aku permisi"ucap Fairuz yang memang mau kembali kerumahnya
"kamu tidak menginap disini"tanya Maya
"ngak kak tapi aku janji besok aku akan kesini"ucap Fairuz
__ADS_1
"kamu jangan terus memikirkan hal yang terjadi tadi kamu harus percaya kita bisa melindungi kamu"ucap satria sambil mengelus puncuk kepala Fairuz
"terima kasih bang"ucap dari Fairuz
satria dan Maya pun melihat kepergian Fairuz dari loby mansionnya mereka sambil berpelukan dengan begitu romantis seakan akan dunia adalah milik mereka berdua yang lain pada ngontrak.
"ayo sayang kita masuk malam sudah terlalu larut takutnya kamu masuk angin"ucap dari satria sambil mencium pipi Maya
"aku nggak mau masuk kalau kamu nggak mengendong aku"ucap Maya manja dan baru kali ini ia bermanja kepada Satria
mereka pun masuk kedalam mansion dan kembali melakukan ritual mereka dengan begitu romantis.kali ini Maya lah yang memimpin permainan dan satria hanya menikmatinya.tak terasa waktu telah pagi dan mereka baru saja berhenti dan mulai mengistirahatkan diri.
sementara di rumah Fairuz terlihat Fairuz yang sedang duduk berdoa sambil berlinang air matanya.ia terus memanjatkan doanya agar terhindar dari marabahaya yang menghampirinya dan meminta petunjuk kepada sang khalik mengenai masalah yang datang bertubi tubi kepadanya.
setelah itu ia pun mengganti pakaian nya dan mulai beraksi kembali di dapur,ia membuat masakannya agak lebih karena ia ingin membagikan kepada Satria dan juga maya.karena hari ini ia tidak menerima pesanan otomatis ia senggang sehingga ia berfikir untuk mengajak Maya berjalan jalan di taman dekat sini
disisi lain tepatnya di mansion Ridwan terlihat sang pemilik sedang duduk sambil menikmati teh panasnya dengan sepiring roti dengan selai coklat.sedari tadi ia terus memikirkan perkataan satria semalam,entah mengapa akhir akhir ini ia terus saja memikirkan Fairuz padahal mereka bertemu baru dua kali dan itu tidak pernah berucap kata.mengaoa Ridwan sudah sangat merindukannya.akankah Ridwan dapat menggapai cintanya kepada Fairuz??.
__ADS_1
sementara disisi lain tepatnya di mansion Daren terlihat Daren yang begitu acak acakan karena terus memikirkan Fairuz,ia begitu menyesal akibat dari kebodohannya ia kehilangan orang yang sangat istimewa.ia tak menyadari jika ia sudah mencintai istri kontraknya.
"bagaimana agar aku bisa kembali memilikinya"ucap Daren begitu frustasi "aku sudah begitu berdosa kepadanya bahkan aku menelantarkan nya"ucap Daren
"akankah dia akan memaafkan ku dan kembali seperti dulu atau di akan pergi untuk selama lamanya"ucap Daren "jika dia ingin meninggalkanku maka akan ku kejar sampai ia kembali kepadaku"ucap Daren dengan begitu percaya diri"sebab aku tampan dan kaya,wanita mana yang tak mau denganku"ucapnya
kembali ke Fairuz,ia pun berjalan menuju mansion satria dan sesampainya disana ia pun membagikan masakan yang ia bawah kepada seluruh ART di mansion ini.tak lama kemudian turunlah satria yang terlihat begitu segar dan bugar
"eeeh....dek kamu kapan sampainya"tanya satria
"baru saja aku sampai bang,sini sarapan dulu aku udah buatin masakan buat kalian"ucap Fairuz "setelah sarapan baru keluar mencari pekerjaan"sambungnya
tak lama kemudian lagi turunlah Maya dengan keadaan yang agak sedikit kelelahan dan itu membuat Fairuz curiga "kak makan sini isi energinya aku tau kakak lelah"ucap Fairuz
mendengar itu membuat satria menunduk malu dan Maya pun sama seperti satria "iya dek makasih,pas sekali kakak udah laper banget"ucap Maya
to be continued
__ADS_1