Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 22


__ADS_3

satria menanyakan perihal mengenai Vivi kepada Daren tetapi Daren hanya bisa membisu tak tau harus menjawab apa "ini adalah salah satu model di perusahaan kita tetapi beberapa waktu lalu kita membatalkan kontrak kerjasama dengannya akibat perlakuannya yang seperti ini"jawab Daren dengan cepat karena ia melihat Vivi ingin menjawabnya.takutnya Vivi menjawab akan semakin mengadi Ngadi.


"terus kenapa ia bisa di mansionmu dan menggandeng tanganmu dengan begitu manja"tanya satria lagi karena ia merasa ada yang tidak beres


Daren pun menjawab "mungkin ia ingin menuntut kepada kita karena kita sudah membatalkan kerjasamanya"jawabnya


Satria pun menunjuk Vivi dengan wajah seramnya.perubahan mimik wajah satria begitu Akamai terjadi yang tadinya senyum ramah kini menjadi iblis yang haus darah "dan kamu keluar dari mansion adik saya dan jangan ganggu dia lagi sebab dia sudah punya istri"sergah satria kepada Vivi


melihat ekspresi wajah satria membuat Vivi takut tetapi ia tak akan pergi sebelum ia mendapatkan apa yang dia inginkan "kalau saya tidak,kamu mau apa"Tantangnya


satria pun tersenyum simpul menandakan bahwa ia sedang dalam mode iblis tingkat 1.dengan segera satria menarik tangan Vivi dan menariknya dengan keras kemudian mendorongnya "kamu kira saya akan takut meskipun kamu perempuan"ucap satria dengan ganasnya layaknya singa


auuuuh


Vivi merasa kesakitan akibat dorongan dari satria "kamu gila yah,main dorong dorong aja"ujar Vivi


"kamu yang gila udah tau Daren punya istri masih saja kamu goda dasar j*l*Ng"seru satria dengan sarkas

__ADS_1


setelah itu Satria pun mendekat ke arah Vivi dan memegang pipinya dengan keras "sekali lagi saya ingatkan jauhi Daren atau kamu akan merasakan sakit yang luar biasa"ucapnya kemudian menghempaskan tak lupa juga ia menambahkan sedikit hadiah perpisahan kepada Vivi


plak


plak


plak


tamparan keras mendarat dengan sempurna di wajah cantik Vivi,kemudian ia meninggalkan Vivi yang kesakitan dan menuju Daren "aku makan siang disini boleh,aku udah lapar banget"tanyanya


"boleh ayo masuk"ajak Daren kepada Satria


"iya dek,silahkan"ucap Satria yang gemas dengan perilaku Fairuz


setelah itu mereka pun makan dengan tenang tanpa ada satu pun yang membuka suara membuat Fairuz bosan.makan siang pun usai Satria pamit kembali ke kantor tetapi sebelum itu ia berbicara dengan Fairuz "dek,kalau istri kakak kemari boleh tidak"ucapnya


"kalau itu tanya aja sama pemilik mansion ini"ucapnya sambil melirik Daren

__ADS_1


"bagaimana Daren apakah boleh"tanyanya berharap di ijinkan agar istrinya tak kesepian jika ia tinggalkan ke kantor begitu juga dengan Fairuz


"terserah aja"jawabnya singkat


setelah itu Satria pun kembali ke kantor dan mulai mengerjakan apa yang perlu di kerjakan,sedangkan Daren di dalam kamarnya sedang merenung apakah jalan yang ia pilih ini salah atau sudah benar.itulah pertanyaan yang sering hinggap di hatinya.


piring bekas makan mereka di kumpulkan menjadi satu oleh Fairuz kemudian ia membersihkan kannya.usai membersihkan ia pun masuk kekamarnya dan mengistirahatkan diri sebentar.tak lama kemudian mata Fairuz pun terpejam tandanya sang pemilik sudah terlelap dalam tidurnya.


akibat kelelahan termenung membuat Daren memutuskan untuk istirahat karena ia masih merasa pusing akibat dari alkohol semalam.ia pun mulai mengistirahatkan dirinya di atas ranjang yang empuk dan mulai memasuk alam mimpinya yang tak tau apa isinya.


azan ashar berkumandang dengan sangat indah dan merdu,Fairuz pun terbangun dan mulai membersihkan dirinya kemudian ia melaksanakan sholat setelah itu ia pun turun kebawah.


tak tau apa yang ingin ia lakukan ia pun duduk di atas lantai dapur dan mulai mengambil buah buahan untuk di buatnya salad buah.uasi ia membuat salad buah ia pun tak lupa membagikannya kepada pak Budi dan pak Tono


"paman ini Fairuz ada buat salad silahkan di nikmati"ucapnya sambil memberikan salad buah


"makasih neng"ucap pak Budi sambil mencicipi salad nya "wow neng saladnya enak sekali kalau di jual ini pasti laris"sambungnya yang tanpa sadar membuat Fairuz mencobanya karena ia tak di biayai hidupnya oleh Daren

__ADS_1


to be continued


__ADS_2