
keributan itu terus saja terjadi dimana Vivi semakin menggila akibat di cekal oleh pak Budi "tolong nona,tuan tidak ingin di ganggu.jadi silahkan pergi dari sini"ucap pak Budi dengan tegas
"aku tidak mau pergi jika Daren tidak keluar dan menemui aku"ucap Vivi yang masih terus berteriak
akibat keributan itu membuat Fairuz penasaran,mengapa ada orang pagi pagi ribut di mansion daren.ia pun keluar dan betapa terkejutnya ia melihat wanita yang kemarin bermasalah dengannya di restoran amanah "nona tolong jangan buat keributan disini"ucapnya
"huh,sedang apa kau di sini?"tanya Vivi "dan mana Daren aku mau bertemu dengannya"sambungnya
"Daren ada di dalam mansionnya"ucap Fairuz dengan lembut "saya bekerja disini nona jadi pantas saya berada di mansion ini"bohongnya yang tak mau membeberkan kepada Vivi jika ia adalah istri dari Daren
"bohong kamu,aku tau kamu mau menggoda Daren kan,dasar j*l*Ng"umpat Vivi kepada Fairuz
plak
satu tamparan melayang tepat di wajah Vivi dan pelakunya adalah Fairuz,ia disini bekerja bukan untuk menggoda daren.apalagi sekarang statusnya yang tak jelas hanya sebatas kontrak jika itu berakhir maka ia kan pergi dari kehidupan yang membelenggu nya.
"kamu sudah berani menampar saya"ucap Vivi sambil melayangkan tangannya untuk membalas perbuatan dari Fairuz tetapi Fairuz langsung menahannya "jika kau berani menyentuh saya maka siap siap wajah cantikmu itu aku buat seperti kumbangan air"ancam Fairuz
__ADS_1
"tunggu saja pembalasan ku jika Daren keluar dari mansionnya maka siap siap kamu akan mendapat hukuman darinya"ancam balik Vivi kepada Fairuz tetapi Fairuz tak takut sama sekali
"bisa cuma berlindung di belakang seseorang aja bangga,kalau berani jangan sembunyi langsung aja tunjukkin aksimu"provokasi Fairuz yang memang sudah tidak tahan dengan perilaku Vivi,ia sudah cukup bersabar tetapi Vivi makin melunjak.
belum juga Vivi bicara datanglah Daren dengan wajah datarnya "ada apa ini"tanyanya
"ini tuan ada yang buat keributan di sini"ucap pak Budi memberitahukan hal yang sebenarnya terjadi
"Daren jamu kemana aja beberapa hari ini"ucap Vivi dengan manja layaknya anak kecil
Daren masih dengan wajah datarnya tanpa ekspresi mungkin saja ekspresi ia simpan yah "ngapain kamu kemari,kamu tau kan peraturan disini"ujar Daren dengan dingin
tiiiin...... tiiiin..... tiiiin
bunyi klakson tersebut sangat memekakan Telinga siapa saja yang mendengarnya dan dengan segera pak Budi berlari dan membukanya "selamat datang tuan"ucapnya
"iya,Daren ada di dalam"tanya satria
__ADS_1
yang datang adalah Kaka dari Daren yaitu Satria,ia sudah berada di kantor tetapi ada satu berkas kerja sama yang berada di mansion satria sehingga ia harus mengambilnya
"iya tuan"jawab pak Budi dengan santai sebab satria berbeda dengan Daren
mobil terus menyusuri halaman mansion milik Daren,tak lama kemudian sampailah satria di garasi Daren dan menyimpan mobilnya.baru aja ia turun,ia melihat ada seorang wanita yang sedang bergelayut manja di lengan Daren "siapa wanita itu"tanyanya pada diri sendiri.akibat dari penasaran yang terlalu tinggi Satria pun buru menuruni mobilnya dan menuju tempat Daren berada
"Daren"panggil satria dengan santainya.daren yang tadinya memasang wajah datar kini mulai menampakan sedikit ekspresi nya "ada apa kak,kenapa lemari"tanyanya
"saya hanya ingin mengambil berkas kerja sama kita dengan perusahaan Surya kencana"ucapnya satria to the point "soalnya saya mencari berkas itu di ruanganmu tidak ketemu jadi saya memutuskan untuk kemari"sambung nya lagi
"oooh iya,ambil di ruang kerja saya berada di atas meja"ucap Daren memberi tahukan dimana berkas itu berada
Satria tak melihat adanya Fairuz di tempat ini jadi ia pun bertanya "istrimu mana"tanyanya
"ada memasak di dalam"jawab Daren dengan seadanya
Fairuz telah masuk kedalam dan melanjutkan kegiatannya pada saat Daren keluar ia tak mau melihat keromantisan mereka yang membuatnya sakit hati.istri mana yang tak sakit hati melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain di depan matanya
__ADS_1
"dan ini siapa Daren"tanya lagi satria sebab sedari tadi Vivi tak mau melepaskan lengan Daren
to be continued