
setelah itu mereka pun membawa orang orang suruhan daren ke kantor polisi untuk di mintai pertanggungjawaban atas apa yang mereka perbuat.
sementara disisi lain tepatnya di rumah tua tempat Vivi berada masih berlangsung perkelahian antara Roki dan juga Daren.oranh tua Daren sudah takluk di tangan anak buah Roki sehingga konsentrasi Daren sudah buyar antara melanjutkan pertarungan dan menyelamatkan orang tuanya
BUGH........tiba tiba saja pukulan telak menghantam Daren dengan kuat sehingga ia terjatuh dengan keras "fokuskan pikiranmu kau sedang berada dalam pertarungan"ucap Roki
"sialan.......akan ku buat kau menyesal karena telah melawanku"ucap Daren dengan geram
ia pun bangkit dan menyerang Roki dengan brutal sementara anak buah Roki yang lain menyelamatkan Vivi, perkelahian sengit pun terjadi pukulan demi pukulan mereka hindari dengan begitu gesit meskipun ada beberapa pukulan yang tak dapat di hindari.kondisi Daren saat ini begitu mengenaskan ia terlihat mendapatkan banyak serangan telak dari Daren,darah merembes kemana mana,ia sudah tak punya pilihan lain.daren pun mengambil pisau lipatnya di dalam saku dan menyerang Roki dengan ganas.roki pun menghindari serangan pisau dari Daren
crasssst.........pisau dari Daren mengenai lengan Roki dengan dalam sehingga mengakibatkan luka
__ADS_1
"Roki........"teriak Vivi dari arah kiri.
Roki pun menengok ke arah Vivi kemudian tersenyum seolah olah mengatakan aku baik baik saja tetapi Vivi menggeleng kan kepalanya dan air mata pun jatuh bercucuran.itu membuat Roki marah dan menyerang kembali Daren dengan ganas sehingga pisau yang di pengangnya terlepas disitu Roki ambil kesempatan untuk melumpuhkan Daren
"kamu sudah kalah dan saatnya kamu mempertanggung jawabkan perbuatanmu"ucap Roki
"aku belum kalah dan aku akan membalas dendam akan hal ini"jawab Daren dengan tegas
Roki,Vivi beserta anak buah dari Roki pun membawa mereka menuju ke kantor polisi dan disana terlihat Daren berserta yang lainnya.
"diam kamu"teriak Reina
__ADS_1
Fairuz pun maju dan melihat mereka dengan tatapan setajam silet "apa mau kalian"tanyanya
"kami mau kamu kembali ke keluarga kami"jawab Sean dengan dingin
"kalian mau aku kembali ke kehidupan kalian,kalian tidak tau bagaimana putra kesayangan kalian memperlakukan aku.setelah menikahku dia bahkan tidak membiayai ku untuk hidup,dia bahkan pernah menamparku dengan alasan yang tidak jelas,setelah menikah juga ia memberiku surat kontrak dengan catatan dia tidak akan pernah menyentuhku,tetapi semuanya hanyalah kebohongan belaka setelah dia mengambil semuanya dariku ia menyuruhku untuk meminum obat kontrasepsi agar aku tidak mengandung anaknya.katanya ia tak Sudi jika keturunannya itu aku yang mengandung,terus pada sat aku di fitnah habis habisan oleh kekasih Daren kalian kemana,tidak ada satu pun dari kalian yang membelaku hanya kak satria dan juga Maya yang membelaku,kalian menghinaku habis habisan katanya itulah,inilah,semua kalian katakan seolah olah aku adalah sampah l.terus setelah kebenarannya terungkap kalian dengan pedenya ingin aku kembali kepada kalian.ingat soal memaafkan aku bisa tetapi untuk kembali maaf aku tidak bisa sudah cukup rasa sakit yang kalian torehkan kepadaku.aku ingin merasakan kebahagiaan meskipun itu hanya sementara"ucap Fairuz sambil berlinang air mata
"kami tau kami salah tapi tolong berikan anakku kesempatan sekali lagi"ucap Reina "dia sangat mencintaimu"sambungnya
"selama aku bersamanya apakah dia pernah mencintaiku"tanya Fairuz dengan cepat "menoleh pun kepadaku ia tak mau apalagi mencintaiku,aku yang terlalu bodoh karena telah mencintai ia pertama kali tetapi aku bersyukur karena Tuhan memberiku kekuatan untuk melupakannya"sambung Fairuz lagi
"sekarang nikmati hidup kalian di dalam sana dan renungkan kesalahan kalian"ucap Ridwan sambil memeluk Fairuz dengan posesif
__ADS_1
Satria pun maju kedepan dan menatap Sean dan juga Reina dengan tatapan sendu "tak perlu banyak bicara,aku hanya ingin mengucapkan terimah kasih kepada kalian karena telah merawatku.yang telah terjadi di masa lalu biarkanlah menjadi masa lalu sekarang kalian buka lembaran baru untuk menjadi lebih baik lagi.jika aku bicarakan bagaimana kehidupan Fairuz maka kalian akan menyesal telah membuatnya menderita tetapi aku tidak akan membicarakan itu kepada kalian.kalain sudah mendengarnya tadi dari Fairuz secara langsung padahal masih ada banyak lagi tapi sudahlah.kalian renungkan kesalahan kalian.apa yang kalian tanam itulah yang akan kalian petik"ucap satria kemudian berlalu menyusul yang lainnya
to be continued