Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 92


__ADS_3

ridwan terus saja membujuk fairuz agar berbicara kepadanya tetapi hak yang ia dapatkan masihlah sama.


"sayang aku tau aku salah tapi tolong jagan diamkan aku"ucap ridwan


"baru sekarang kau sadar,selama dua bulan terakhir sebelum aku pergi kau kemana bahkan kau tidak peduli lagi kepadaku.mencari makanan yang aku inginkan sendiri,tidur sendiri, bahkan saat aku sakit pun kau tak peduli,kau lebih memilih dia yang kau anggap sahabatmu daripada istrimu ini.bahkan saat terakhir aku membutuhkanmu kau masih mengabaikan ku"ucap fairuz sambil berlinang air mata "jika saja daddy tidak menyuruhku pulang maka aku akan tinggal di desa itu sampai anakku lahir"ucap Fairuz "bahkan aku sempat berfikir apakah pernikahan keduaku ini akan gagal lagi"ucapnya lagi "dan satu lagi kamu keluar aku ingin sendiri"ujarnya


ridwan pun keluar dari kamar fairuz dan menuju ruang keluarga dengan wajah sendunya


"ridwan apakah kamu berhasil membujuk fairuz"tanya Roki


"mana ada dia berhasil fairuz kan masih sakit hati kepadanya"ucap vivi dengan keras


"iya......aku mendukung keputusan fairuz nanti,sudah sangat keterlaluan perlakuan nya kemarin"sambung buk rini lagi sementara roki dan oak afiq hanya bisa tersenyum


"kejarlah wanita yang selalu lengket kepadamu itu"ucap buk tini lagi yang memang sudah tidak tahan


"aku sudah melepaskannya"ucap ridwan


"ooooh......berarti kau pernah berselingkuh dengannya"ucap pak afiq sambil memicingkan mata

__ADS_1


"tidak aku tidak pernah berselingkuh dengannya"ucap ridwan gelalapan


"tetapi mengapa kau begitu perhatian kepadanya"ucap pak afiq lagi yang memang mendesak ridwan agar jujur kepada mereka


"itu....."ucap ridwan yang tak mampu menjawabnya


"sudah ku duga kau pasti memiliki hubungan dengannya"ucap buk rini


plak........ tamparan keras dari pak afiq pun mendarat di wajah anaknya dengan begitu kuat "kau keterlaluan nak,siapa yang mengajarimu menjadi laki laki kotor seperti ini"ucap pak afiq dengan keras


"aku tidak bisa menahan fairuz lagi jika memang ia ingin pergi dari kehidupan mu,kau sudah sangat keterlaluan"ucap pak afiq lagi


"maaf mom dad aku khilaf"ucap ridwan


"kami sudah tidak bisa membantumu lagi untuk saat ini biarlah waktu yang menjawab semuanya"ucap pak afiq lagi dan berlalu pergi dari tempat itu di ikuti Vivi,roki dan juga buk rini


fairuz yang sedang berada di kamarnya hanya bisa menangis untuk menenangkan pikiran dan hatinya yang sudah terbakar amarah jangan sampa hanya karena amarah ia mengucapkan hal hal yang tidak perlu


ridwan yang sedang berada di ruang keluarga itu oun hanya bisa termenung tanpa ia sadari ia meneteskan air matanya "mengapa aku bisa sebodoh ini"ucapnya

__ADS_1


disisi lain terlihat maya yang sedang mengurus anaknya dan satria ikut membantu.


"besok kita kerumah pak afiq"ucap maya


"ngapain kita kesana"tanya satria


"fairuz sudah kembali kamu nggak mau menjenguknya"ucap maya dengan semangatnya


malam telah berlalu dan kini telah di gantikan sang mentari pagi terlihat pak afiq,roki,ridwan,fairuz dan juga buk rini sedang berada di meja makan untuk sarapan pagi


"mom,aku mau makan ini,ini,ini,ini,"ucap fairuz sambil menunjuk seluruh makanan yang berada di atas meja dan hal itu membuat buk rini senang


"iya sayang sini mommy ambilkan"ucap bum rini dengan lembut


fairuz pun mulai memasukan suapan pertamanya kedalam mulut tetapi ia rasa ada yang kurang, ternyata oh ternyata sambalnya tidak ada.ia pun mengambil sambal yang berada di meja itu dan menuangkan semuanya.hal itu membuat buk rini dan pak afiq terkejut tetapi mereka tidak mempermasalahkan hal itu karena menurut mereka itu adalah hal yang wajar.


ridwan dengan wajah cemberutnya di pagi hari membuat siapa saja melihatnya tertawa sebab ia masih di abaikan sang istri tercinta


"sayang aku ingin makan itu"ucap ridwan

__ADS_1


"ambilah sendiri kamu tidak lihat aku sedang makan"ucap fairuz dan hal itu membuat ridwan terkejut pasalnya jika ia meminta fairuz untuk mengambilkannya makanan meskipun fairuz sedang makan ia tetap mengambilkannya untuknya.


to be continued


__ADS_2