
sementara di sisi lain tepatnya rumah yang di tempati fairuz terlihat fairuz dan juga Vivi yang sedang menikmati makan malamnya bersama supir yang mengantar mereka.
"kak,besok kita jalan jalan yuk menikmati indahnya desa ini"ucap vici dengan semangat
"boleh tuh,setelah sholat subuh kita keluar jalan jalan sepakat"ucap fairuz
"sepakat"ucap vici semangat "kak ada yang ingin aku katakan"ujar Vivi dengan serius
"memangnya apa yang ingin kamu katakan"tanya fairuz
"aku ingin memakai hijab sepertimu,apakah bisa"ucap vivi dengan hati hati
"apakah kamu serius ingin memakai hijab"tanya fairuz lagi
"iya aku serius soalnya aku melihatmu sepertinya sangat adem gitu"ucap vici lagi
"aku akan membantumu jika memang kamu betul betul ingin memakai hijab"ucap fairuz lagi
setelah mengucapkan hal itu mereka pun masuk kedalam kamar mereka masing masing
sementara di mansion terlihat ridwan yang sedang duduk di balkon kamarnya sambil merenungkan kesalahan nya "mengapa aku bisa begini "tanyanya dalam hati
__ADS_1
setelah itu ia pun masuk ke dalam kamarnya dan mulai membaringkan diri seraya untuk mengistirahatkan diri yang audah terlalu lelah akibat banyaknya kegiatan
malam yang panjang kini telah berlalu dan di gantikan sang mentari lagi terlihat fairuz dan juga vivi baru saja selesai jalan jalan sekeliling desa sambil menikmati dinginnya angin pagi.sementara ridwan kini sedang menikmati sarapannya dengan wajah kusut sebab sudah beberapa hari ini ia tidak melihat istrinya
"mommy daddy aku berangkat"ucap ridwan
pak afiq pun hanya bisa mengangguk kan kepalanya "sekarang kau baru benar benar menyesal tetapi jika perempuan itu belum juga kau singkirkan dari hidupmu jangan harap kau bisa melihat istrimu"ucap pak afiq dan di balas anggukan kepala dari sang istri dan juga keponakannya yang tak lain dan tak bukan adalah roki sendiri
"paman bibi aku berangkat"ucap roki dengan lembut
Roki memang tinggal di mansion pak afiq sebab setelah kepergian orang tuannya dalam kecelakaan ia di asuh oleh kakak dari papahnya yaitu pak afiq sendiri.
setelah semuanya berangkat tinggallah pak afiq dan buk rini istrinya "apakah ini tidak terlalu keterlaluan"tanyanya
ridwan telah sampai di kantornya,lagi lagi ada orang yang merusak mood ya dari mansion udah rusak sampai disini tambah rusak "ngapain kamu duduk disitu"tanyanya yang kala itu melihat sintya sedang duduk di kursi kebesarannya
"aku sedang menunggumu"ucap sintya tanpa ada rasa bersalah
"keluar kamu sekarang dari ruangan saya"teriak ridwan dengan begitu keras
satria yang mendengar teriakan bosnya itu oun segera masuk dan melihat siapa orang yang di amuk bosnya itu "bos turunkan sedikit amarahmu"ucap satria
__ADS_1
"keluar kamu dari ruangan saya sekarang"teriaknya lagi sekali tetapi sintya tidak mengindahkan hal itu
"nona mari keluar sebelum bos benar benar murka maka aku tidak bisa membantumu lagi"ucap satria kepada Sintya tetapi Sintya malah cuek bebek saja
"tidak saua tidak akan keluar sebab ridwan tidak akan berbuat lebih kepada saya dan saya tau akan hal itu"ucap Sintya dengan percaya dirinya
mendengar itu ridwan pun berjalan mendekati sintya dam menarik tangan sintya dengan keras sehingga ia terjatuh kemudian ridwan menariknya hingga keluar sementara sintya hanya bisa meringis kesakitan sebab di seret oleh ridwan
"berdiri dan ikuti saya"ucap ridwan
sintya pun berdiri kemudian mengikuti ridwan tetapi tangannya masih di genggam erat oleh Ridwan dengan sangat kuat.sesamoainya di bawah ridwan oun berdiri di tengah tengah ruangan
"perhatian seluruh karyawan ku,mulai saat ini jika melihat wanita ini masuk ke dalam perusahan maka jangan di biarkan dia lewat jika masih terus berontak maka jangan segan segan lagi untuk mendorongnya"ucap ridwan dengan begitu keras sehingga seluruh karyawan mendengar nya
"kamu jahat Ridwan.......kamu jahat"ucap sintya dengan histeris
"ia aku jahat sebab kau telah membuat aku harus kehilangan istriku"ucap ridwan dengan begitu kuat lebih tepatnya bentakan
"bodoh amat dengan istrimu,jika dia pergi maka aku siap menggantikan nya"ucap sintya yang sudah kehilangan akal
"kamu mau menggantikan nya,mimpi sana kamu tidak ada apa apanya dengan istriku itu"ucap ridwan lagi sebelum berlalu pergi meninggalkan Sintya
__ADS_1
to be continued