
malam telah tiba dan mereka semua telah beristirahat di kamar mereka masing masing.vivi pun menginap di mansion keluarga Ridwan.
pagi kini telah menyapa dan mereka semua kini berada di meja makan tinggal menunggu Ridwan dan juga Fairuz untuk bergabung bersama mereka.
"maaf kami terlambat"ucap Fairuz
"sellow.....kami paham kok"ucap Vivi menggoda Fairuz
"apaansih......"ucap Fairuz malu malu
sementara Ridwan hanya bisa tersenyum sebab sudah membuat istrinya kesal di lagi hari
"mas.....mau makan apa biar aku ambilkan"tanya Fairuz kepada Ridwan
"terserah aja apa yang kamu ambilkan akan aku makan"ucap Ridwan romantis seakan akan hanya mereka yang berada di tempat itu
"janganlah seperti itu hargai aku yang belum menikah sehingga tak bisa seperti kalian"ucap Vivi judes sebab ia sudah mendapatkan godaan di pagi hari
"makanya cepat nikah sana"ucap Maya sambil di suapi satria
"okehlah aku salah"ucap Vivi mengalah
mereka pun makan dengan tenang meskipun ada sedikit candaan yang terlontar dari mulut mereka
__ADS_1
"kalian jam berapa berangkat ke Jepang"tanya satria dengan penasaran
"sebentar lagi kira kira jam 10 atau jam 11 siang"jawab Ridwan dengan entengnya
setelah makan mereka pun duduk di ruang keluarga sambil membicarakan hal hal yang perlu di bicarakan.
"kapan kalian berangkat ke bandara ini udah jam sembilan loh"ucap Maya khawatir
"kamu tenang aja kita berangkat menggunakan pesawat pribadi milik Ridwan"jawab pak afiq dengan entengnya
mendengar jawaban dari pak afiq membuat Vivi Maya dan juga Satria hampir saja pingsan di buatnya.karena mereka belum tau jika Ridwan memiliki pesawat pribadi yang kapan saja bisa di gunakan
"ayo kita berangkat"ucap Ridwan sambil menarik tangan Fairuz
"kamu tenang aja barang barang kit udah ada di mobil"jawab Ridwan dengan santai dan itu membuat Fairuz bingung sebab ia tak melihat ada pelayan yang membawa barang barang mereka ke mobil
"nggak usah seperti itu ekspresi nya kali,kamu aja yang nggak lihat pada saat mereka mengangkat nya"ucap Ridwan sambil mencubit hidung Fairuz dan hal itu membuat pipi Fairuz memerah
mereka pun naik ke dalam mobil dan mobil pun di jalankan oleh supir yang sudah daritadi menunggu mereka di dalam.sementara di mobil lain terdapat ayah dan ibu ridwan.di mobil satu lagi Vivi dan juga roki.mobil mobil mewah kini telah berjejer di jalanan seolah olah ada sebuah konvoi orang orang penting.
"mengapa wajahmu seperti itu"tanya Ridwan kepada Fairuz
"aku takut mas soalnya ini pertama kalinya aku ke luar negri"ucap Fairuz dengan jujur
__ADS_1
"kamu tenang aja kita akan baik baik saja"jawab Ridwan sambil mengelus tangan dari Fairuz mencoba menenangkan nya.
sementara di apartemen Fransiska ia tengah duduk sambil meminum alkohol dan menyusun rencana balas dendamnya kepada Fairuz
"kalau aku tidak bahagia kamu juga tidak akan aku biarkan bahagia"ucap Fransiska dengan model yang sudah acak acakan
ia pun masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri karena ia akan keluar untuk mencari orang bayaran yang akan di tugaskan untuk mencelakakan fairuz.ia berjanji apapun akan ia berikan bahkan tubuh nya agar ia bisa membalaskan dendamnya.
kembali ke Fairuz dan juga ridwan.kini mereka telah sampai di bandara dan beruntungnya mereka tidak ada wartawan yang berada di sekitar sini sehingga perjalanan mereka begitu mulus.fairuz dan juga Ridwan pun masuk kedalam pesawat dan sebelum itu ia telah menitipkan toko kuenya kepada Vivi dan Vivi siap membantunya
"jangan lupa oleh olehnya"teriak Vivi
"jangan lupa cucunya yah"teriak sang ibu kepada Ridwan dan juga Fairuz
"okeh mommy......akan ku buatkan sebanyak banyaknya"balas Ridwan tanpa rasa malu
"jadi dirimu baik baik sana yah"ucap satria sambil menahan tangis sebab baru kali ini Fairuz meninggalkan nya dalam kurun waktu sebulan lamanya
"Abang juga jaga kesehatan yah,aku akan kembali untuk kalian dan. kabar gembiranya"ucap Fairuz
"okeh kami tunggu kedatangan kalian dengan kabar baiknya"jawab Maya dan juga Satria
to be continued
__ADS_1