
pesawat yang di naiki oleh Ridwan dan juga Fairuz pun berangkat dan yang mengantar mereka pun pulang.
dalam perjalanan menuju Jepang terlihat wajah dari Fairuz begitu resah,entah apa yang ia resahkan.
Ridwan yang menyadari akan hal itu pun bertanya "apa yang kamu resahkan"tanyanya
"aku takut mas"jawab Fairuz
"takut kenapa ada aku disini"ucap Ridwan sambil mengelus tangan Fairuz dengan lembut
"tidak perlu takut setiap orang memiliki perilaku dan kepribadian yang berbeda beda jangan samakan aku dengan orang lain karena belum tentu kita memiliki perilaku dan kepribadian yang sama"ucap Ridwan "disana juga selain bulan madu aku juga mengurus perusahaan cabang yang lagi ada masalah"sambungnya
"iya....aku takut kamu tidak bisa menerima aku sepenuhnya"jawab Fairuz lagi
"kamu ingat kata kataku ini bagaimana masa lalumu seburuk apapun masa lalumu kau Sekarang istriku jadi aku harus menerima semua masa lalumu dan memperbaikinya"ucap Ridwan sambil mengecup pucuk tangan Fairuz dan itu membuat Fairuz terharu
beberapa jam perjalanan kini mereka telah sampai di negri matahari terbit dan Fairuz takjub akan keindahan negara tersebut "Masya Allah,sungguh indah ciptaan mu"ucapnya
"kita ke hotel dulu untuk beristirahat setelah itu kita jalan jalan"ujar Ridwan sambil menggandeng tangan Fairuz dengan mesra
__ADS_1
dalam perjalanan Fairuz terus saja melihat ke arah luar karena ia merasa berada di negri dongeng dan Ridwan menyadari akan hal itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
sampailah mereka berdua di hotel milik Ridwan dan mereka pun masuk kedalam kamar yang berada paling puncak hotel.kamar itu adalah kamar pribadi milik Ridwan.
"istirahat lah aku akan membersihkan diri dulu"ucap Ridwan
"mas......"panggil Fairuz
"ada apa"tanya Ridwan sambil duduk di samping Fairuz
"apakah kamu akan melakukan hubungan layaknya sepasang suami isteri"tanya Fairuz
"aku udah siap mas lahir dan batin tapi aku takut jika kau melakukan nya seperti yang aku alami"ujar Fairuz mengungkapkan rasa takut nya
Ridwan hanya bisa tersenyum mendengar pernyataan dari Fairuz "kamu tenang saja aku akan melakukannya dengan perlahan tetapi kita membersihkan diri dulu"ucap Ridwan sambil mengangkat Fairuz dan menuju kamar mandi
mereka pun mandi bersama dan di sana tercetak jelas wajah bahagia dari Fairuz dan itu membuat Ridwan senang bukan main.setelah beberapa saat mereka.selanjutnya terjadilah apa yang seharusnya mereka lakukan yang tak lain dan tak bukan adalah bukan madu.
setelah melakukannya mereka pun tertidur pulas dan Ridwan memeluk Fairuz dengan erat takut ada yang mengambil darinya.fairuz merasa sangat nyaman di dalam pelukan Ridwan sehingga ia tidur sangatlah pulas
__ADS_1
"aku tidak akan membiarkan mu terluka dan menangis karena air matamu terlalu mahal untuk keluar.aku juga akan membuatmu bahagia sehingga lupa akan luka masa lalumu"ucap Ridwan dalam hati yang kala itu sudah terbangun karena hari sudah pagi
disisi lain tepatnya di toko kue Fairuz kini sudah ada karyawan baru yang di kirim oleh Ridwan untuk mengelola toko tersebut
Maya dan Vivi yang berada di tempat tersebut merasa bingung sebab mereka tidak membuka lowongan pekerjaan di toko ini
"permisi mbak,kami tidak membuka lowongan pekerjaan mengapa kau bekerja disini"tanya Vivi
"maaf nona,saya Laura orang yang di kirim oleh pak Ridwan untuk mengelola toko ini agar menjadi besar"ucap Laura dengan sopan
"oooh pak Ridwan yang menyuruh mu kemari"jawab Maya lalod
mereka pun bekerja sesuai porsi mereka masing masing sementara Maya dari tadi hanya duduk sebab dia sudah tak bisa banyak bergerak karena perutnya yang sudah semakin besar mungkin tiga bulan lagi akan melahirkan.
toko kue milik Fairuz dan juga Maya terlihat sangat rame sehingga membuat Vivi kewalahan mengatasinya tetapi tidak dengan Laura sebab dia sudah terbiasa akan hal ini.
"orang orang yang sudah di latih untuk mengatasi hal ini berbeda yah"ucap Vivi dalam hati yang melihat Laura yang santai mengatasi semua pelanggan
to be continued
__ADS_1