
Fairuz pun masuk kekamar dan mulai mengistirahatkan diri tetapi karena sudah waktunya untuk sholat ashar maka ia pun melaksanakan kewajibannya.ia meminta petunjuk kepada yang maha kuasa atas keputusan yang di ambilnya.surat cerai telah ia urus sekarang tinggal waktunya untuk memberikannya kepada Daren dan ia juga mencari pengacara yang handal agar sebentar nanti ia tak terkendala.
sementara Daren mulai memikirkan apa yang dikatakan oleh Fairuz "apakah dia sudah mencintaiku"ucapnya berpendapat sendiri
sementara di tempat lain Fransiska sedang mencari cara agar Daren benar benar membenci Fairuz,ia pun mulai menyusun rencana sedemikian rupa "lihat saja besok aku kan membuat Daren kehilanganmu"ucap Fransiska
malam harinya seperti biasanya Fairuz makan di meja makan dengan tenang dan tanpa ada yang menganggu nya.tapi kali ini Daren ikut bergabung di meja tersebut akan tetapi Fairuz tidak terlalu memperdulikannya.mereka pun makan dalam diam tidak ada satu pun yang mau mengeluarkan suara.setslah makan malam usai mereka pun masuk ke kamar mereka dan mulai duduk di balkon kamar masing masing sambil menikmati malam
malam telah berlalu dan terlihat Fairuz sedang mengerjakan pekerjaan yang seperti biasa ia lakukan.hari ini mungkin ia akan sedikit repot kerena pesanan membludak jadi ia membuat dari pagi pagi buta.
Daren baru saja bangun dan ia pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.setelah itu ia pun mengganti pakainya dengan setelan formal yang begitu indah.pantas dan layak ia di katakan sebagai CEO yang begtiu perfeksionis.baru saja sampai di pertengahan anak tangga ia mencium aroma kue yang begitu enak dengan segera ia pun menuju dapur dan melihat fairuz sedang memanggang kue.keringat yang membahasi dahi menambah kesan begitu seksi padahal ia memakai pakaian yang tidak menonjolkan lekuk tubuhnya.katena gengsi Daren pun dengan segera pergi dari situ dan mengambil mobilnya kemudian melaju menuju arah dapur tak lama kemudian Maya pun datang
__ADS_1
"dek....kamu dimana"teriak Maya dengan begitu keras
"di dapur kak terus aja"jawab Fairuz dengan sedikit berteriak
Maya pun berlari menuju arah dapur dan melihat fairuz sedang memanggang kue "sini kakak bantu kamu buat aja adonannya"ucap Maya yang segera mengambil loyang kue yang ingin di masukan dalam oven
setelah Daren berlalu pak Tono dan juga pak Budi masuk kedalam dan membantu Fairuz membuat kue,keramaian pun terjadi di dapur bagaimana tidak pak Budi dan pak Tono sedang bermain dengan tepung sehingga wajah mereka pun putih akibat tepung.
waktunya mengantar semua pesanan seperti biasa Maya tak mau ikut karena ia mau bereksperimen untuk membuat kue agar bisa seenak buatan fairuz.satu persatu pesanan telah di antarkan kini tibalah mengantarkan pesanan terakhir yang mana pesanan ini adalah pesanan dari Fransiska.ia pun mengantar ke alamat yang di berikan oleh Fransiska
"oooh...nona Fransiska sedang keluar sebentar katanya kalau ada orang yang mengantar kue ke sini suruh masuk dulu"ucap pemuda itu dengan tatapan genit
__ADS_1
"tapi saya buru buru tuan"bohong Fairuz karena ia sudah tidak merasa enak
pemuda itu pun menarik tangan Fairuz kedalam dengan paksa.aaahhhhhh.......suara teriakan Fairuz terdengar oleh pak Tono dengan segera pak Tono pun menghampiri rumah itu dan masuk kedalam
"lepaskan dia kalau tidak saya akan laporkan kamu ke polisi"ucap pak Tono dengan tegas
"laporkan jika kamu ingin dia mati mengenaskan"ucap pemuda itu sambil mengarahkan senjata di kepala Fairuz
tetapi pak Tono tidak kehilangan akal,ia pun mengambil batu yang tergeletak di lantai dan dengan cepat ia pun melempar nya ke arah pemuda itu
arrrgggh.......teriak pemuda itu kala batu itu terhempas di bagian matanya dengan kesempatan itu Fairuz dan pak Tono pun berlari keluar dari rumah tua itu dan masuk kedalam mobil kemudian pergi dari situ.fairuz masih shock dengan kejadian tadi.
__ADS_1
"apa salah saya sehingga Fransiska ingin mencelakaiku"tanyanya dalam hati "padahal saya tidak pernah berbuat salah kepadanya"sambungnya lagi
to be continued