
setelah menjelaskan semuanya mengenai peraturan di mansion ini Daren pun masuk ke kamarnya sedangkan Fairuz masih berada di tempat dan memperhatikan setiap inci mansion.
terlalu lama ia berdiri dan mendengarkan tadi penjelasan yang di berikan Daren membuat ia lapar.dengan segera ia melangkah ke dapur dan membuka lemari pendingin.betapa terkejutnya Fairuz melihat kemari pendingin yang sangat mahal itu tidak punya isinya sama sekali.
"APA......barang semahal ini tidak punya apa apa sama sekali di dalamnya"ucap Fairuz frustrasi.
tanpa meminta izin kepada Daren,Fairuz pun keluar menuju mini market terdekat untuk membeli bahan bahan makanan.untung saja di mansion ini terdapat sopir meskipun kadang tidak di gunakan jasanya oleh Daren.
"pak boleh antarkan saya ke minimarket atau supermarket terdekat"ucapnya sambil meminta tolong agar ia di antakan ke supermarket atau tempat belaja terdekat kalau boleh ke pasar
"boleh nona"ucap pak Tono sambil menunduk
Fairuz pun jengah jika harus di panggil nona "aku tidak mau pergi jika paman masih memanggil ku nona"ancamnya "cukup panggil Fairuz saja soalnya aku bukan siapa siapa disini meskipun saya sudah menikah dengan tuanmu itu"sambungnya lagi
pak Tono pun bingung apa yang di ucapkan Fairuz tetapi ia tak bertanya lebih lanjut.segeralah pak Tono mengambil mobil di garasi "mari nak Fairuz saya antarkan"panggilnya
__ADS_1
"gitu dong paman jangan panggil saya nona saya tidak terbiasa"ucapnya lagi sambil memberikan senyum terbaiknya
berutungnya Fairuz memiliki tabungan walaupun hanya sedikit sehingga ia tak perlu meminta kepada suami kontrak nya itu.sampailah mereka di pusat perbelanjaan yang begitu besar dan dengan riangnya Fairuz berbelanja kebutuhan dapur.
Duk
buuk
tak sengaja Fairuz menabrak pria yang berada di depannya dan ia pun terjatuh karena merasa ia yang bersalah karena telah menabrak pria itu maka Fairuz pun minta maaf "maaf tuan saya tidak sengaja"ucapnya
Fairuz pun menatap pria itu dan betapa terkejutnya Fairuz melihat ciptaan Tuhan yang begitu sempurna "suami saya ganteng tetapi minus dengan kelakuannya yang kek kulkas plus nyebelin kalau ini Masya Allah udah ganteng baik hangat dan tidak seperti suami saya"batunya bergumam "astagfirullah,maafkan hamba mu ini yang tidak bisa menjaga mata dan hati"ucapnya lagi tersadar
"maaf mbak,aku tidak apa apa "tanya pria itu dengan khawatir sebab melihat Fairuz yang termenung
"aku nggak apa apa kok"ucapnya sambil berlalu meninggalkan pria tadi.sedangkan sang pria hanya bisa menelan penyesalan sebab tidak dapat berkenalan dengan bidadari dunia.
__ADS_1
segeralah ia membayar belanjaannya dan pulang ke sangkar emasnya yang tak lain dan tak bukan mansion milik daren.ia pun masuk dan mulai menata belanjaannya de dalam lemari pendingin.
Daren seolah olah tidak memperdulikan apa yang di lakukan oleh Fairuz jika itu tidak mengenai barang pribadinya yang bersifat privasi.walaupun baru sehari mereka menikah tetapi Daren telah melupakan Fairuz ia tak peduli dengan istri kontrak nya itu selama ia masih bisa menjaga nama baik keluarga Nugroho.bahkan Daren tidak akan menafkahi Fairuz lahir dan bathin.huhh kejamnya kamu Daren.
"alhamdulilah,selesai juga.lebih baik saya masak aja"ucap Fairuz dan ia pun mulai memasak sedangkan Daren sudah keluar dari mansion sedari tadi dan Fairuz tak menyadarinya.akibat keasyikan memasak sehingga Fairuz hampir aja lupa jika sekarang sudah memasuki waktu sholat zhuhur.ia pun meninggalkan masakannya tak lupa juga ia mematikan kompor nya agar tidak terjadi kebakaran dan ia pun membersihkan dirinya dan mulai melaksanakan kewajibannya.dengan khusuk Fairuz pun sholat dalam sholatnya ia berdoa
"*ya Allah mengapa hati ini ragu menerima kenyataan yang sudah terjadi.apakah ini hanya ketakutan ku semata ataukah memang ada alasan di balik semua ini"
"ya Allah ya Rabbi tuntunlah hambamu ini kejalan yang benar "
"ya Allah jauhkanlah aku dari api neraka mu yang sangat panas,aku tak sanggup ya allah.aku hambamu yang penuh dosa meminta ridho dan hidayah kepadamu tiada lagi tempat mengadu jika bukan kepadamu ya Allah"
"ya Allah ampunilah dosa dosaku,dosa kedua orang tuaku,dosa suamiku.dan bukalah pintu hatinya agar bisa menerima aku sebagai istrinya*"
fairuz memanjatkan doa dengan begitu ikhlas dan tak lupa juga air mata nya yang berlomba lomba turun membasahi pipinya.
__ADS_1
to be continued