
beberapa Minggu kemudian luka Fairuz kini telah sembuh total dan ia sudah bisa beraktifitas seperti biasanya,Vivi biasa datang ke mansion satria karena Fairuz masih tinggal disitu.kadang mereka bertemu di toko kue.
Ridwan kini tengah berbicara dengan satria ada yang ingin ia bicarakan dengan satria dan itu sangatlah penting
"pak satria,ada yang ingin aku bicarakan tapi bolehkan kita bicara diluar"ucap Ridwan dengan hati hati
"boleh pak,kapan kita bicara"tanyanya
"sekarang"jawab Ridwan lagi
mereka pun keluar dan menuju restoran dekat kantor.sesampainya di sana mereka pun duduk
"silahkan pesan nanti saya yang membayarnya,setelah itu kita bicara"ucap Ridwan
"terimah kasih pak"jawab Satria
mereka pun memesan makanan dan setelah beberapa menit makanan pun tiba dan mereka memakannya dengan begitu nikmat.selesai sudah makan siang mereka
"apa yang ingin pak Ridwan katakan kepada saya"tanya satria
"kalau di luar panggil saja saya Ridwan nggak usah pake pak segala"ucap Ridwan
"iya Rid"ucap satria canggung
"aku ingin menanyakan perihal mengenai Fairuz kepadamu"ucap Ridwan yang membuat satria terkejut
"emangnya ada apa dengan Fairuz mengapa kau menanyakan kepadaku"ucap satria bingung
__ADS_1
Ridwan pun seolah olah tak bisa berbicara setelah mendengar perkataan satria "sebenarnya....."ucap Ridwan terhenti
"sebenarnya apa"tanya satria yang sudah penasaran
"sebenarnya saya ingin melamar Fairuz tapi aku tidak tau apakah Fairuz mau menerimanya atau tidak"ucap Ridwan malu malu
"kenapa kamu malu,kalau kamu ingin melamarnya datanglah ke rumahku maka aku akan menerimamu dengan senang hati tapi semua keputusan ada di tangan Fairuz saya tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak"ucap satria
"mungkin besok aku akan kerumahmu bersama dengan orang tuaku makanya aku memberitahukannya hari ini"ucap Ridwan tanpa berdosa yang membuat satria hampir terkena serangan jantung
"astagfirullah pak,kenapa tiba tiba seperti ini"ucap satria
"ini semua rencana orang tua saya,mau saya kita akhir pekan kesana tapi orang tuaku sudah tidak sabar setelah saya memberitahukan jika saya ingin melamar seorang wanita"ucap Ridwan malu malu
satria hanya bisa menggeleng kan kepalanya setelah mendengar pernyataan dari Ridwan "baiklah pak,besok saya minta izin untuk tidak masuk kantor"ucap satria
hari semakin sore dan di mansion satria terlihat Maya Vivi dan juga Fairuz tengah menikmati kue buatan mereka "aku akan setiap hari kemari"ucap Vivi
"kenapa kamu harus kemari setiap hari"tanya Maya
"aku ingin belajar membuat kue dan memasak dari fairuz"ucap Vivi
mendengar itu Fairuz dan juga Maya hanya bisa ber oh ria.beruntungnya Maya tidak mengalami yang namanya morning sickness atau ngidam yang terlalu merepotkan.setelah itu tampaklah satria dari ambang pintu "mas....."teriak Maya dengan begitu keras dan berlari menuju ke arah satria
"sayang kamu jangan lari lari kasian Dede bayinya"ucap satria lembut
"bagaimana hari harimu sayang"tanya satria kepada Maya yang sambil di gendong
__ADS_1
"aku bahagia sekali mas dan Dede bayinya tidak rewel"ucap Maya sambil mengelus perutnya yang semakin membesar
satria pun bergabung bersama Vivi dan juga Fairuz "ada yang ingin aku beritahukan kepada kalian"ucap Satria dengan wajah serius dan itu membuat Vivi dan Fairuz tegang bukan main
"ada apa bang"tanya Fairuz
"besok kita akan kedatangan tamu jadi besok kita harus menyambutnya dengan meriah"ucap satria
setelah mendengar ucapan dari satria membuat Vivi dan juga fairuz lega "saya kira ada apa"ucap Vivi yang hampir saja mati
"karena kak satria sudah pulang saya mau pamit pulang yah takut kemalaman di jalan"ucap Vivi
"kamu tidak menginap disini"tanya Fairuz
"tidak ah...takut merepotkan"ucap Vivi tidak enak hati
"mana ada merepotkan aku mah senang kalau rame"ucap Maya yang sedang berada di pangkuan satria "bolehkan mas"tanya Maya kepada Satria
"iya boleh"ucap satria dengan lembut sambil mencubit hidung Maya dengan gemas
Vivi pun akhirnya mengalah setelah beberapa rayuan maut Maya dan juga Fairuz yang membuatnya tergoyahkan sehingga ia memilih untuk menginap.
malam kini telah berlalu dan kini terlihat Fairuz dan Vivi sedang berada di dapur untuk memasak meskipun Vivi belum tahu memasak ia ikut membantu meskipun hanya menyiapkan bahan bahan makanan atau menatanya di atas meja.sarapan pagi pun kini telah usai dan mereka tengah membuat kue untuk di hidangkan sebentar kepada tamu yang datang.tanpa mereka sadari kini matahari telah hampir tenggelam dan mereka masih berada di dapur menyiapkan segala hal meskipun sudah di bantu ART tetapi masih saja terasa sangat lambat.
to be continued
...**halo teman teman.......apakah Fairuz akan menerima lamaran dari Ridwan ataukah ia menolaknya??...
__ADS_1
...apakah Vivi akan mendapatkan cintanya pada saat lamaran dari Fairuz ataukah tidak**??...