Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 36


__ADS_3

sementara di dapur terlihat Fairuz yang sedang menikmati makanannya dengan begitu lahap,ada rasa khawatir didalam dirinya terhadap daren.tetapi orang yang di khawatirkan ya seolah olah biasa aja.melihat Daren udah masuk kedalam kamarnya Fairuz pun merasa sangat lega karena tidak ada hal buruk yang terjadi kepadanya


mungkin Fairuz telah mencintainya meskipun mereka jarang bicara tetapi cinta bisa tumbuh kapan saja.fairuz tetap mengubur jauh jauh perasaannya terhadap Daren sebab ia tahu jika Daren tak mencintainya.miris iya begitulah kisah cinta Fairuz terhadap Daren.


serupa isi hati Fairuz yang tak mampu ia ceritakan kepada siapapun ia tuangkan dalam bentuk tulisan di sebuah buku yang sangat tebal dan cantik.sudah banyak tulisan tulisan mengenai isi hati Fairuz tertuang dalam buku itu mulai ia dari lulus SMA sampai sekarang.fairuz itu ibarat seperti kayu yang kokoh diluar namun rapuh di dalam.


Fairuz terus melanjutkan makannya meskipun rasa sakit mendera hatinya,setelah makan ia pun membersihkan piring bekas makannya dan ia pun duduk duduk sebentar di meja makan memikirkan hal hal untuk esok hari.setelah beberapa saat ia duduk,ia pun memutuskan untuk naik ke kamarnya dan mulai membaringkan diri diatas ranjangnya yang begitu nyaman.tak lama kemudian Fairuz pun terlelap dalam tidurnya sedangkan di kamar Daren terlihat sang penguasa kamar sedang merenung entah apa yang ia renungkan


"apakah aku harus membuka hatiku untuk Fairuz yang sekarang sudah menjadi istriku tetapi bagaimana jika kekasih yang aku cintai kembali ke sisiku"ucapnya dalam hati.

__ADS_1


ia sangat frustasi memikirkan hal itu,jadi ia memutuskan untuk turun ke bawah sebab perutnya sudah sangat lapar.sesamapimya di bawah ia pun terus ke arah dapur dan membuka semua lemari dapur berharap ada makanan yang tersimpan tetapi nihil yang ia dapatkan sebab tak ada satupun makanan yang tersimpan.


karena tak ada makanan yang tersisa Daren pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya.pagi pun menyapa dan terlihat Fairuz yang sudah berkeringat karena melakukan aktivitasnya di dapur.hari ini ia tak melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim sebab tadi subuh ia telah kedatangan tamu bulanannya.seperti wanita kebanyakan setiap baru pertama kali datang pasti akan merasakan nyeri,tetapi itu tidak berlaku bagi fairuz.entah mengapa aku juga tidak tau.jadi ia bisa beraktifitas seperti biasanya.adonan kuenya sudah pada jadi tinggal memanggangnya sedangkan Daren kini telah rapi dengan jas kantornya berwarna putih.darej pun melangkahkan kakinya menuju dapur dan dilihatnya Fairuz yang sedang sarapan.


"kamu makan apa"tanya Daren dengan datarnya membuat Fairuz terlonjak kaget


"ini tuan,saya makan nasi sama tempe goreng"ucap Fairuz memperlihatkan piringnya


"saya mau makan ini jadi kamu tidak usah buatkan saya roti"ucap Daren dan segera mendapatkan anggukan kepala dari Fairuz

__ADS_1


kopi pesanan Daren telah tiba dan Fairuz pun meletakkan nya di depan Daren "ini tuan kopinya dan silahkan di nikmati"ucap Fairuz dengan sopan


Daren pun makan dengan lahapnya dan betapa senangnya Fairuz jika Daren menyukai masakan yang ia buat meskipun itu hanya sederhana.usai makan Daren pun pamit ke kantor.kali ini mereka melakukan kegiatan rumah tangga mereka layaknya seperti orang kebanyakan


"saya mau ke kantor"ucap Daren dengan wajah seperti biasanya dan dengan segera Fairuz pun menanggapi nya


"okeh tuan"jawab Fairuz


Daren melakukan hal itu karena ia ingin membuka hatinya untuk Fairuz tetapi yang menjadi kegelisahan Daren saat ini adalah Fransiska jika suatu saat ia kembali dan Daren sudah mulai mencintai Fairuz maka ia akan di dibingungkan oleh pilihan yang ia buat.jika ia memilih satu maka akan ada yang tersakiti

__ADS_1


to be continued


__ADS_2