Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 72


__ADS_3

hari hari terus berlalu dan setiap hari Daren selalu datang ke toko Fairuz hanya untuk sekedar melihat Fairuz tetapi Fairuz mengabaikannya begitu juga dengan Ridwan,ia juga terus saja mampir ke toko kue Fairuz hanya untuk sekedar melihat Fairuz sama seperti yang di lakukan oleh Daren.


semakin hari rasa cinta Daren terhadap Fairuz semakin besar dan ia tak ingin melepaskannya,ia akan mencari cara agar Fairuz kembali ke pelukannya.


pernikahan Fairuz dan juga Ridwan semakin dekat tinggal menunggu beberapa hari saja dan itu membuat Ridwan tidak sabar.kedekatan antara keduanya sudah sangat baik.fairuz yang mulai menerima Ridwan di kehidupan nya dan Ridwan yang begitu mulai merasa nyaman dengan adanya kehadiran Fairuz.


"mas Ridwan.........."panggil Fairuz dengan keras karena sedaritadi ia memanggil tak di dengar oleh Ridwan


"ada apa sayang......"ucap Ridwan menggoda Fairuz dan itu membuat Fairuz salah tingkah tetapi hal itu juga membuat Daren kepanasan


"ada yang ingin aku katakan kepadamu"ucap Fairuz


"apa itu sayang ......"lagi lagi Ridwan menggoda Fairuz dan hal itu membuat Fairuz kesal setengah mati


"sudah nggak jadi aku bicara nanti saja"ucap Fairuz merajuk akibat perbuatan Ridwan


sementara Vivi dan juga Maya kini tengah senyum senyum sendiri melihat hal itu,meskipun ukuran perut Maya sudah tidak biasa lagi tetapi ia masih kuat untuk beraktifitas padahal satria Vivi dan juga Fairuz telah melarangnya

__ADS_1


"kak......aku ingin cepat menikah agar seperti mereka"ucap Vivi sambil menunjuk Fairuz dan juga Ridwan


"makanya kamu berusaha untuk mencari agar bisa cepat nikah kalau kamu hanya diam saja maka kamu akan terus sendiri"ucap Maya


Ridwan pun berusaha membujuk Fairuz agar ia memberitahu kan apa yang ingin di beritahu kepadanya tetapi Fairuz tetap pada pendiriannya untuk menunda memberitahukannya.setelah itu Ridwan oun pamit pulang sebab masih ada urusan kantor yang harus ia selesaikan dan memang juga ia sedari tadi udah di telpon oleh Satria dan itu membuatnya kesal.setelah kepergian Ridwan munculah Daren yang entah dari mana.


"Fairuz.....tunggu"ucap Daren sambil menghalangi jalan Fairuz


melihat itu membuat Vivi bergerak cepat dan menarik tangan Fairuz agar menjauh dari Daren "ayo.....kak kita pergi nggak usah ladeni orang gila ini"ucap Vivi sarkas


"lepaskan tangan Fairuz aku ingin bicara dengannya"bentak Daren kepada Vivi


terjadilah adu mulut yang begitu sengit antara Daren dan juga Vivi dan mereka tidak ada yang mau mengalah.bertepatan dengan itu Reina dan juga Sean baru saja masuk kedalam dan melihat semua yang terjadi


"Daren.....sedang apa kamu disini"tanya Sean dengan bingung


"ada yang ingin aku kerjakan sehingga aku disini"ucap Daren berbohong

__ADS_1


setelah mengatakan hal itu Sean dan juga Reina pun mengalihkan pandangan mereka ke arah Fairuz "nak.......ada yang ingin kami katakan kepadamu"ucap Reina dengan mimik wajah sendu


"apa yang ingin tuan dan nyonya katakan kepada kakakku ini,jika hanya ingin menyakitinya maka pergilah.saya tidak ingin melihat air matanya yang begitu berharga jatuh hanya untuk orang orang yang begitu egois seperti kalian"ucap Vivi


"tenang Vivi,alangkah baiknya kita dengarkan dulu apa yang ingin mereka katakan"ucap Fairuz mencengangkan Vivi


Maya yang sedang duduk melihat situasi sudah sedikit memanas pun berdiri dan menghampiri Fairuz "dek apakah mereka menyakitimu"tanya Maya dengan khawatir sambil memegang perutnya yang sudah membuncit


melihat perut Maya membuat Sean dan juga Reina terkejut "cucuku....."ucap Reina sambil mengulurkan tangannya ke arah perut Maya


"cucumu....maaf semenjak kalian mengusir mas Satria dari rumah dan kalian tidak menganggapnya sebagai keluarga maka dari situ hubungan keluarga kita sudah tidak ada lagi dan satu lagi dia bukan cucumu.....ingat itu"ucap Maya dengan tajam


"tuan nyonya jika tidak ada yang ingin kalian katakan silahkan keluar dari toko saya"ucap Fairuz sambil menunjuk pintu keluar


"kita cari tempat duduk yang nyaman untuk berbicara"ucap Reina


mereka pun duduk di salah satu kursi kosong di toko kue Fairuz dan mulai berbincang

__ADS_1


to be continued


__ADS_2