
setelah makan siang mereka pun kembali ke kamar mereka sendiri dan bekas makan mereka di bersihkan oleh ART,Fairuz ingin sekali mengerjakannya sendiri tetapi satria melarangnya jadi mau tak mau ia harus menuruti nya.mereka pun menuju ruang keluarga di mansion ini dan disana mereka berbicara
"dek,Abang sudah mendapatkan lokasi untuk kita membangun toko kue"ucap Satria
"betul mas,aku sudah tak sabar ingin melihatnya"ucap Maya dengan gembira
"betul bang,aku juga sudah tak sabar untuk melihat lokasinya dan untuk pembiayaan pembangunan kita harus memikirkannya.disini aku punya tabungan selama aku menjual kue online tapi mungkin masih kurang"ucap Fairuz
"emangnya berapa tabunganmu"tanya Maya dengan penasaran "tabunganku disini minimal 50 juta"ucap Fairuz
"tidak apa apa dek Abang akan menambahkannya"ucap satria "akupun ingin menambah"sambung Maya
"makasih kak nanti kalau aku udah punya uang nanti aku ganti uang kalian"ucap Fairuz
"kamu tenang saja kita kan membuka usaha kue bersama sama"ucap Maya
"besok kamu ada sidang perceraian dengan Daren jadi persiapkan dirimu dan kamu tidak perlu khawatir aku akan menemanimu"ucap satria dengan serius
__ADS_1
"bukannya sidangku masih beberapa hari lagi"tanya Fairuz dengan penasaran "Abang yang meminta kepada pengadilan untuk mempercepat perceraian mu"ucap satria
"okeh bang,makasih sudah membantu saya selama ini"ucap Fairuz sendu
"okeh kamu tenang saja"jawab Maya sambil memeluk Fairuz
siang kini telah berganti dengan malam dan mereka kini berada di ruang makan sedang menikmati makan malam sementara di mansion Daren terlihat Daren yang sedang duduk di atas balkon kamarnya sambil merenung.ia merasa sangat kesepian semenjak kepergian Fairuz dari rumahnya.sedangkan pak Tono dan pak Budi juga sudah mengundurkan diri dari pekerjaan mereka.tetapi egonya mengalahkan semuannya
"untuk apa aku memikirkan wanita murahan itu"ucap Daren frustasi
ia pun masuk kedalam kamarnya dan mulai membaringkan dirinya di atas ranjang "aku sudah tidak sabar untuk esok hari yang dimana aku akan melepas wanita ular itu dari kehidupanku dan aku bisa menikmati kehidupan yang sebenarnya"ucap Daren
"wanita yang menarik"ucap pria tersebut,pemuda itu adalah Ridwan "semoga saja aku bisa bertemu dengannya lagi"ucap Ridwan dengan gembira
sementara di mansion satria terlihat Fairuz yang sedang menikmati indahnya malam di balkon kamar "tuhan apakah jalan yang ku ambil ini sudah jalan yang benar"ucap Fairuz dalam hati
setelah lama ia melamun sambil menatap ke arah depan,ia pun memutuskan untuk mengistirahatkan diri karena ia harus mempersiapkan diri untuk esok hari
__ADS_1
malam yang indah kini telah di gantikan oleh mentari dan Fairuz telah bersiap siap dengan gamis hijaunya yang indah begitu juga dengan Maya dan satria.hari ini Fairuz tak memasak soalnya ia buru buru untuk ke pengadilan jadi yang memasak pada hari ini adalah ART di mansion itu.mereka pun menuju dapur sambil menunggu pasangan pasturi pemilik rumah ini untuk bergabung bersama sama.
"selamat pagi.......duniaku yang begitu indah"ucap Maya sambil berteriak
"bisa tidak pagi pagi itu kalem dikit"ucap satria sambil mengelus telinganya
"nggak bisa soalnya hari ini aku sangat bahagia karena Fairuz akan terbebas dari pemuda Dajjal itu"ucap Maya
mereka pun bergabung di meja makan dan mulai menikmati sarapan mereka dengan tenang.setelah itu mereka pun berangkat bersama sama
"usai sidang mu kita akan pergi ke lokasi pembangunan toko kuemu"ucap satria kepada Fairuz
"itu bukan toko kueku bang tetapi toko kue kita"ucap Fairuz membenarkan
"iya iya kamu benar"ucap satria.mera pun tertawa bersama sama.
perjalanan yang panjang tak menyulut kegembiraan mereka meskipun hari ini Fairuz harus bercerai dengan suaminya tetapi mereka tak mau Fairuz harus larut dalam kesedihannya.
__ADS_1
to be continued