Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 34


__ADS_3

Fairuz mengantarkan pesanan kepada pembeli hingga ia lupa jika sekarang udah siang dan sebentar lagi waktunya sholat zhuhur.bertepatan ia juga sedang di jalan mengantar pesanan ke pembeli terakhir.larena memang sudah waktunya Fairuz pun memberitahukan kepada pak Budi untuk menepi sebentar


"paman saya mau sholat zhuhur dulu"ucap Fairuz dengan lembut


"okeh neng"ucap pak Budi menepikan motornya depan musholla dan Fairuz pun turun dari atas motor menuju dalam musholla.


waktu zhuhur telah usai terlihat Fairuz dari kejauhan dengan gamis hijaunya yang begitu indah tertiup angin menambah kesan begitu elegan jika di pandang terlalu lama.fairuz pun dengan segera berlari kecil menuju pak Budi yang kala itu sedang menunggunya pak Budi juga baru saja selesai melaksanakan sholat.


"maaf paman sudah menunggu"ucap Fairuz meminta maaf


"nggak apa apa neng paman juga baru sampai"ucap pak Budi dengan senyuman khasnya


mereka pun melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda tadi Karen melaksanakan sholat.dalam perjalanan kali ini pak Budi hanya diam saja padahal biasanya ia sangatlah cerewet.sampailah mereka di alamat yang dituju.

__ADS_1


Ting.....tong.....Ting ....tong.....


seperti biasa Fairuz membunyikan bel rumah ini agar di dengar oleh security.pintu gerbang rumah itu pun terbuka dengan lebar dan sana terlihat seorang security


"permisi kami mengantarkan pesanan buk Airini"ucap pak Budi dengan suara seraknya


"mari masuk, nyonya Arini sudah menunggu dari tadi"ucap security itu dengan buru buru dan menunjukkan dimana buk Airini berada


Fairuz dan juga pak Budi pun masuk kedalam mansion yang tak kala mewah dengan milik daren.furnitute di dalam mansion terlihat begitu mahal dan Fairuz terpesona dengan dekorasi mansion buk Airini karena sangatlah klasik.


"terimah kasih kamu sudah mengantarnya menuju kemari silahkan kembali ke tempatmu"ucap buk Airini dengan lembut


"permisi buk,kami dari toko kue amanah online mengantarkan kue sesuai pesanan anda dan mohon maaf karena sedikit terlambat dari jam yang ibu tentukan sebab kami masih ada sedikit keperluan tadi yang tidak bisa di tunda"ucap Fairuz sambil memberikan kotak kuenya kepada buk Airini

__ADS_1


"okeh terimah kasih,mengenai pembayarannya nanti saya transfer ke rekening mu"ucap buk Airini dengan lembut selembut sutra dan tak lupa juga Fairuz memberikan no rekeningnya kepada buk Airini dan mereka pun pamit pulang.


hari ini pendapatan Fairuz lumayan banyak dan ia sangat bersyukur dan ia pun sedikit demi sedikit menyisihkan penghasilannya untuk di gunakan bila ada keperluan lain dan untuk uang pak Tono yang di pinjamnya,ia sudah digantinya.jadi sekarang Fairuz tinggal fokus ke jualannya saja.dimansion terlihat Fairuz yang sedang duduk sambil menikmati kue buatannya tadi dan tak lupa juga ia membagikan kepada pak Budi dan pa tono yang sudah membantunya.


ia pun membuka kembali handphone nya yang seharian ini ia abaikan sebab ia sedang membuat kue pesanan pelanggan.bari saja ia membukanya notifikasi yang ingin memesan kue kepadanya sangatlah banyak sehingga ia sangat terkejut.ia pun berlari keluar mansion dan menuju lokasi pak Budi dan juga pak Tono yang kala itu sedang menikmati kue Fairuz.


"paman......."teriak Fairuz dengan keras sehingga membuat kedua orang yang sedang menikmati kue menoleh ke arah suara


"jangan lari neng nanti jatuh"ucap pak Budi dengan wajah ketakutan "terus ada apa mengapa kamu lari seperti tadi"tanya pak Budi dengan penasaran


di dalam mansion ini hanyalah pak Budi dan juga pak Tono yang menjadi sandaran Fairuz dikala ia rapuh.


"begini paman besok Fairuz minta kepada paman semua agar membatu fairuz membuat kue sebab pesanannya sangat banyak Fairuz tidak mampu jika harus mengerjakannya sendiri"ucap Fairuz dengan terengah engah dan berusaha menstabilkan nafasnya

__ADS_1


"iyaa,nanti paman pamanmu yang ganteng ini membantu"ucap pak Budi dengan narsisnya sehingga membuat Fairuz tertawa lepas seakan akan tidak ada masalah yang menimpa dirinya


to be continued


__ADS_2