
malam telah berlalu kini telah digantikan oleh pagi satria dan juga Maya telah bangun dan mulai mempersiapkan diri sebab hari ini Maya mau ke mansion Daren bertemu dengan Fairuz.
mereka pun berangkat ke mansion Daren dalam perjalanan terlihat wajah Maya begitu bahagia
"mengapa kamu bahagia sekali padahal hanya bertemu dengan Fairuz"tanya satria dengan penasaran
"iyalah aku udah nggak sabar untuk belajar masak kepadanya"ucap Maya dengan gembira
sampailah mereka di mansion Daren dan terlihat Daren yang sedang menaiki mobilnya.setelah itu mobil Daren menjauh dari halaman mansion.setelah Maya turun satria pun melajukan mobilnya menyusul mobil Daren yang sudah berangkat pertama kali.maya pun masuk kedalam
"assalamualaikum"ucap Maya memberi salam
"waalaikumssalam"jawab Fairuz dengan sedikit berteriak karena ia berada di dapur membuat kue.hari ini juga pesanannya sangat banyak melebihi pesanan yang kemarin.
"kamu Fairuz"tanya Maya dengan bingung "iya saya sendiri"jawab Fairuz
"perkenalkan saya Maya istri satria"ucap Maya memperkenalkan diri
"mari masuk"ucap Fairuz mempersilahkan
__ADS_1
Maya pun masuk kedalam mansion Daren ia begitu terpana dengan interior mansion Daren
"kamu hanya sendiri disini"tanya Maya dengan penasaran
"iya saya hanya sendiri soalnya Daren nggak suka terlalu ramai sehingga ia tak memiliki ART.jadi saya sendirilah yang mengerjakan semua pekerjaan rumah dibantu sama di bapak bapak yang ada di pos security"ucap Fairuz
Maya termasuk orang yang mudah bergaul dengan siapapun sehingga ia dengan mudahnya ia akrab dengan fairuz.mereka memang sudah berapa kali bertemu tetapi tidak saling bicara sehingga untuk pertama kali mereka berbicara agak sedikit canggung
"kamu sedang apa"tanya Maya yang kala itu melihat Fairuz penuh dengan tepung
"saya sedang membuat kue apakah kakak mau ikut"ajak Fairuz kepada Maya
sedangkan di Perusahaan erapasific terdapat Fransiska yang sedang duduk di ruangan Daren sambil menunggunya,hari ini Fransiska terlihat sangatlah seksi dengan pakaian yang ia gunakan sehingga pada saat ia memasuki perusahaan banyak mata yang melihatnya dengan tatapan terpesona.
"tidak ada,aku hanya merindukanmu jadi aku kesini saja"ucap Fransiska dengan manja layaknya anak kucing
Daren yang kala itu sudah duduk di kursi kebesaran nya dan mulai mengerjakan berkas berkas yang ada di mejanya,Daren terlihat sangat tampan.karena bisa Fransiska pun berdiri dan mendekati Daren kemudian duduk di pangkuannya
"apakah kamu tidak merindukanku padahal aku baru aja sehari tiba disini tetapi kamu sudah mengabaikan ku"ujar Fransiska cemberut
__ADS_1
"tidak sayang aku tidak mengabaikanmu aku sedang bekerja agar kelak kita tidak kesusahan kalau sudah bersama nanti"ucap Daren lagi
sedangkan Satria yang kala itu sedang berada di depan pintu Daren merasa sangat geram dengan perlakuan Daren
"sialan kau Daren,kau mengabaikan istri yang baik dan kau memperlakukan wanita ****** itu dengan baik"ucap Satria dalam hati "aku tidak akan membiarkanmu menyakiti Fairuz lebih jauh lagi"sambungnya
Satria kembali keruangannya dan memikirkan cara apa yang akan ia lakukan untuk menyadarkan Daren tetapi kala ini ia sedang buntuh sehingga tak bisa berfikir secara jernih
kembali ke mansion disana terlihat Maya yang belajar membuat kue dari fairuz.mereka terlihat sangat bahagia,Maya belajar banyak hal dari Fairuz,untuk menjadi wanita kuat butuh mental yang kuat pula.
"kak aku mau mengantar pesanan ini dulu kakak tidak apa apa aku tinggal atau kakak mau ikut"tanya Fairuz yang memang harus mengantar kue ke pemiliknya
"tidak apa apa Kaka masih mau belajar buat kue agar bisa seenak buatanmu"ucap Maya yang memang kala itu sudah keasyikan membuat kue
."kalau begitu aku pergi dulu yah kakak,saya tidak akan lama hanya sebentar saja"ucap Fairuz meninggalkan Maya sendirian di dapur.sesampainya di pos security ia pun meminta pak Budi untuk menemani Maya di dapur sekalian membantunya membuat kue.pak Budi pun menuju dapur
"nona saya di suruh oleh nak Fairuz untuk membantu nona membuat kue"ucap pak Budi sesampainya di dapur
"oooh iya tolong kamu oven adonan ini"ucap Maya dengan sopannya
__ADS_1
pak Budi pun memanggang kuenya dengan begitu hati hati takut gosong,kue hutan Maya pun telah siap dan ia pun mencicipinya "kueku enak tetapi belum seenak buatan Fairuz"ucap Maya dalam hati "tapi tak apalah yang penting aku udah bisa"sambungnya
to be continued