
setelah duduk Reina pun memulai pembicaraan nya "nak......saya mohon dengan sangat batalkan pernikahan mu dengan ridwan dan kembalilah ke Daren"ucap Reina tanpa adanya rasa bersalah
"apa kalian punya hak untuk membatalkan pernikahanku"tanya Fairuz dengan dingin
"asal kamu tau Ridwan itu tidak sebaik yang kamu lihat.tampangnya aja baik tetapi dia orang nya buruk"fitnah Reina
"maaf nyonya,jika kalian datang hanya sekedar memberitahukan kebusukan orang lain lebih baik pulang dan renungkan kesalahan anda.saya tidak akan membatalkan pernikahan saya dan kalian tidak punya hak akan urusan pribadi saya"ucap Fairuz
"tuan dan nyonya yang terhormat jika kalian datang hanya sekedar menebar benih fitnah lebih baik kalian pulang Pinto toko masih di tempat yang sama tidak berpindah di tempat lain"sambung Vivi tak kalah sarkas
"kalian datang saya kira membicarakan hal yang Baik tetapi ternyata aku salah kalian datang untuk merusak hubungan orang"ucap Maya lagi tak kalah sarkas
"kami berucap seperti ini karena kami tak mau Fairuz tersiksa suatu saat nanti"ucap Reina sedangkan Sean dan juga Daren hanya diam sambil mencermati
"sejak kapan tuan dan nyonya peduli pada Fairuz"tanya Vivi sambil memicingkan matanya tanda mencurigai "dan satu lagi mengapa tuan dan nyonya menginginkan Fairuz kembali kedaren"tanya Vivi lagi
__ADS_1
pertanyaan yang Vivi ajukan membuat Reina dan juga Sean gelalapan menjawabnya sebab mereka tak punya alasan yang kuat untuk meyakinkan mereka.
"seperti tadi yang kami katakan,kami tak mau Fairuz tersiksa"ucap Reina lagi
"atau ada rencana buruk yang kalian lakukan kepada Fairuz nanti"ucap Maya lagi
"huuusst........jangan suudzon seperti itu tidak baik"ucap Fairuz
sedari tadi memang Fairuz diam tetapi ia tidak terlalu percaya dengan ucapan reina.tetapi Reina mengganggap bahwa Fairuz telah mempercayainya sehingga ia terus saja membujuk Fairuz untuk membatalkan pernikahannya
mendengar teriakan Maya membuat Reina dan lainnya terkejut bukan main "ada apa kok kamu teriak untung aja jantungku tidak copot"ucap Vivi sambil mengelus dadanya
"aku sudah tidak tahan dengan ucapan nyonya Reina"ucap Maya "jika memang nyonya menginginkan kembali Fairuz maka ambillah dengan cara yang baik bukan seperti ini caranya"ucap Maya lagi
sementara Fairuz terus saja mencermati perkataan Reina,ia tau jika akan ada rencana buruk di balik semua perkataan Reina tadi sehingga ia harus mempersiapkan diri.
__ADS_1
"maafkan saya jika membuat kalian tidak nyaman"ucap Reina sendu begitu juga Daren dan Sean
"jangan menampakan wajah kalian seperti itu aku muak melihatnya"ucap Vivi "asal kalian tau bagaimana sakit yang dirasakan Fairuz setelah kalian mencaci makinya tanpa mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu kalian lebih percaya kepada Fransiska dari pada menantu kalian.setelah semuanya terungkap barulah kalian berbondong bondong untuk mencarinya kembali"ucap Vivi panjang lebar
"untuk hal itu kami minta maaf yang sebesar besarnya"ucap Sean dan juga Reina bersamaan
"setelah Fairuz mendapatkan kebahagiaan nya kalian datang untuk merusaknya apakah kalian masih di sebut manusia.hanya karena ego kalian, kalian ingin merusak kebahagiaan seseorang."ucap Maya dengan badan gemetar karena sudah tak bisa menahan emosi nya
"tahan kak....ingat kakak tidak sendiri lagi ada Dede bayi di perut kakak jadi jangan terlalu stres"ucap Fairuz mengingatkan dan Maya pun menarik nafasnya hanya untuk menenangkan emosinya
"lebih baik kalian pulang,urusan pernikahan ku biar menjadi urusanku dan satu lagi baik buruk sifatnya biar aku saja yang mengurusnya kalian tidak perlu mengurus nya dan terimakasih telah mampir ke toko saya dan sudah mengingatkan saya"ucap Fairuz dengan dingin tanpa adanya senyuman di wajahnya
"baiklah kami permisi"ucap Sean dan juga Reina begitu juga dengan Daren
setelah kepergian Reina,Sena dan juga daren.maya pun mendudukan dirinya di atas kursi sambil memijat kepalanya "lain kali kak nggak usah sampai emosi seperti itu biar aku aja.geram kali tadi aku.untung aja mereka cepat pulang jika saja masih lama udah habis ku Jambak rambut mereka"ucap Vivi geram
__ADS_1
to be continued