
sementara Fransiska kini tengah menyusun rencana untuk mencelakakan fairuz "kehancuran mu kini telah tiba fairuz"ucapnya
sementara di bandara terlihat seorang wanita cantik dan anggun,ia baru saja tiba di Indonesia beberapa menit yang lalu.ia adalah Sintya Bella seorang desainer terkenal.tujuannya pulang ke Indonesia adalah mengejar cinta lamanya yang ia tinggalkan.
"ridwan aku kembali"ucapnya sambil tersenyum senang
ia pun memesan taksi dan menuju apartemen nya,ia belum mengetahui mengenai pernikahan dari ridwan.walaupun ia mengetahui nya maka ia akan tetap merebut ridwan apapun caranya
Sintya dan ridwan adalah sahabat dari kecil sampai dewasa tetapi Sintya tenyata memiliki perasaan khusus lebih dari seorang sahabat kepada ridwan tetapi ridwan tidak memiliki perasaan apapun kepada Sintya dan sampai akhirnya Sintya harus melanjutkan studynya di luar negri ia oun memberi tahukan kepada ridwan mengenai perasaannya tetapi ridwan malah menolaknya.ia berjanji akan kembali ke tanah air jika studynya sudah selesai dan mengejar cintanya yang di tolak.ia sangat yakin jika Ridwan tak berani lagi menolaknya sekarang sebab ia sudah sangat terkenal
Sintya pun telah sampai di apartemen nya dan mulai membaringkan diri sebab hari sudah sangat malam sehingga ia sangat kelelahan.malam yang panjang kini telah berlalu dan di gantikan oleh mentari pagi terlihat ridwan dan juga fairuz yang berada di meja makan sambil menikmati makan paginya dengan begitu romantis bahkan sang ayah dan ibu merasa sangat iri
"sayang,aku berangkat dulu"ucap ridwan sambil mengecup dahi fairuz
"mas pulang nanti belikan aku seblak sama bakso jangan lupa juga snacknya terus nasi goreng sama ayam bakarnya yang yang pedas"ucap fairuz yang kala itu memang menginginkan semuanya
di Perusahaan ridwan kini terlihat Sintya yang sedang duduk di ruang tamu sambil memainkan telpon genggamnya,ia sudah tak sabar untuk bertemu dengan Ridwan
__ADS_1
sampailah ridwan di perusahaan emerlad group,ia berjalan tanpa memperhatikan sekitarnya diikuti satria dari arah belakang
"satria apa jadwal saya pagi ini"ucap ridwan kepada Satria
"jadwal bapak pagi ini adalah meeting dengan divisi pemasaran sebab akhir akhir ini kayaknya ada yang tidak beres"ucap satria
"okeh tunggu lima menit lagi saya ke ruang meeting"ucap ridwan
Sintya yang melihat ridwan telah sampai oun menghampiri nya dan memeluknya "akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi setelah sekian lama"ucapnya
"kamu kok berubah sekarang"ucap Sintya sedih dan hal itu membuat ridwan agak sedikit merasa bersalah
Sintya pun mengikuti ridwan sambil menggandeng tangannya dengan begitu erat dan ridwan tak merasa keberatan, sementara satria sudah sangat geram melihat semua itu dia pun mendekati ridwan "pak meeting akan di mulai silahkan masuk"ucapnya
setelah itu ia pun berbisik kepada ridwan "ingat istri anda di rumah jika memang mau menerima nya maka lepaskan yang ada di rumah aku masih sanggup untuk menghidupi adikku"ucap satria dan itu membuat Ridwan ketar ketir
skip
__ADS_1
beberapa hari kemudian setelah pertemuan Sintya dan ridwan, Sintya makin lengket dengan ridwan dan hal itu membuat satria makin geram.ridwan rela meninggalkan istrinya demi Sintya padahal hanya sekedar membantu yang tidak terlalu genting.fairuz dengan sabar menghadapi perubahan sikap suaminya itu.
pak afiq mengetahui ada yang tidak beres dengan anaknya itu pun menyelidiki dengan sangat detail dan betapa terkejutnya ia jika mengetahui anaknya itu sedang dekat dengan seorang wanita padahal ia sudah memiliki seorang istri "lihat saja akan ku beri pelajaran kau hingga kapok"ucapnya
hari hari berlalu dan kini tepat umur kandungan dari fairuz genap 3 bulan dan itu sangat menyulitkan fairuz untuk beraktifitas sementara maya sudah melahirkan dua bulan terakhir kini anaknya sudah berumur 2 bulan lebih.ridwan semakin hari tidak ada perubahan,ia semakin perhatian kepada Sintya di banding istrinya dan itu membuat fairuz sedih
satria,maya,vivi,roki,pak afiq dan juga sang istri kini tengah berkumpul mereka berencana membuat ridwan kapok dengan apa yang ia lakukan.
"mas kamu mau kemana,aku pengen makan ayam bakar sama cumi asam manis"ucap fairuz
"kamu suruh aja sama supir sana aku lagi buru-buru"ucap ridwan
"emangnya mas mau kemana malam malam begini"tanya fairuz
"sintya sedang sakit jadi aku harus menjenguknya"ucap ridwan dan hal itu membuat fairuz patah hati
to be continued
__ADS_1