
di sisi lain tepatnya di desa terlihat pak supir yang mengantar mereka sedang membawa belanjaan fairuz "nona ini taruh dimana"tanyanya
"taruh saja di atas meja itu"tunjuk fairuz yang kala itu masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaian
ia pun mengganti pakaian dengan pakaian biasa tetapi untuk hijabnya ia tak pernah sekali melepasnya.ia pun menuju dapur di ikuti oleh vivi dengan wajah gembiranya sebab ia akan belajar memasak
kembali ke Ridwan.kini ia telah sampai di perusahaan dan menuju ruangannya sesampainya di sana ternyata terdapat Sintya dengan entengnya duduk di kursi kebesarannya "ridwan kamu sudah sampai"tanyanya
"sedang apa kau disini"bukannya menjawab ridwan pun menanyakan kembali ke Sintya
"aku sedang menunggumu"jawab sintya
"ooooh,pulang sana aku sedang tak ingin di ganggu"ucap ridwan
"kamu kok ngusir saya,memang yah kamu sudah berubah"ujar sintya dengan mimik sedih
"iya aku berubah kamu puas dan satu lagi jangan usik hidupku lagi karena aku sudah beristri dan istriku sekarang sedang hamil aku tidak mau iya kenapa napa"ucap ridwan dan hal itu membuat sintya terkejut
__ADS_1
"kamu bohong kan agar aku menjauhimu"ujarnya dengan bibir yang gemetaran akibat menahan tangis
"buat apa aku bohong semua adalah kenyataan"ucap Ridwan
bagaimana di timpah batu besar sintya oun menangis sejadi jadinya "Ridwan aku masih mencintaimu seperti dulu,apakah kamu tidak memiliki perasaan untukku.aku rela meninggalkan semua yang aku miliki asal kamu menerimaku"ujarnya
"aku tidak pernah mencintaimu dan untuk perasaan ku sama seperti dahulu tidak ada cinta untuk mu dariku"ucap ridwan dengan tegas "jadi lebih baik kau cari saja orang lain yang mencintaimu"ucap ridwan lagi
Fransiska kini sudah mulai beraksi tetapi ia tak melihat keberadaan fairuz "kemana dia"tanyanya
ridwan pun sudah sampai di mansion orang tuannya "sayang aku pulang"teriaknya
"apa teriak teriak ini"tanya sang mommy sambil menutup telinganya
"apakah fairuz sudah pulang"tanya ridwan kepada ibunya
"kamu ini mimpi apa,fairuz belum balik mungkin sakit hatinya bekum sembuh sehingga ia belum bisa menampakan wajahnya kepadamu"ucap sang ibu dengan entengnya tetapi itu membuat ridwan jatuh sampai yang terdalam
__ADS_1
"mom aku tau aku salah tapi bolehkah aku memperbaikinya lagi"ucap ridwan yang kala itu sudah sangat kusut wajahnya
"tanyakan pada daddymu mommy tidak bisa untuk hal ini, sebelumnya fairuz gagal menjalani pernikahan nya yang pertama akibat wanita lain dan sekarang ia harus merasakannya lagi.mommy tidak rela sebelum kamu melepaskan betul betul wanita yang ada di sisimu itu maka jangan harap kau bisa bertemu dengan istrimu"ucap sang ibu sambil berlalu pergi
"sial.......mengapa semua ini harus terjadi"ucap ridwan sambil menjambak rambutnya
"karena kamu bodoh,udah tau punya istri tidak ingat batasan.ingat fairuz itu tulus mencintaimu tetapi kau malah sia siakan dia.fairuz tidak akan kembali jika perempuan yang ada di sisimu itu belum sepenuhnya pergi dan asal kamu tau fairuz hampir saja kehilangan bayinya hanya karena terlalu memikirkan mu yang tau entah kemana.pikirannya hanya kamu kamu dan kamu sampai ia stres tetapi apakah kamu memikirkan dia selama dua bulan kemarin.tidak,itulah jawabannya kau terlalu fokus kepada orang yang kau anggap sahabat itu sampai melupakan istrimu.jadi jangan salahkan fairuz pergi karena semua ini adalah kesalahan mu"ucap roki dari arah belakang
ridwan pun menoleh ke arah suara "sejak kapan kau berada disini"tanyanya
"sejak tadi aku berada disini dan aku mendengar semua penyesalan mu"ucapnya sambil berlalu pergi
setelah roki berlalu pergi ridwan pun masuk ke kamarnya yang berada di lantai atas dan membaringkan dirinya di atas ranjangnya yang begitu empuk.
"mengapa aku harus sebodoh ini,aku telah membuatnya menangis.apakah aku masih bisa di maafkan.aku pernah berjanji untuk tidak membuatnya menangis tetapi mengapa aku membuatnya menangis"ucap ridwan dalam hati
to be continued
__ADS_1