
betapa terkejutnya Fairuz melihat kondisi suami kontrak nya itu "astagfirullah,mengapa bisa ia mabuk seperti ini"ujarnya
"begitulah Daren jika pikirannya sudah terlalu kalut maka ia akan mabuk mabukan"ucap Satria
Satria pun memasukan Daren ke mansionnya dan di teruskan ke kamarnya.tetapi satria tidak mengetahui jika Daren dan juga Fairuz itu tidur berbeda kamar bahkan juga mengenai kontrak pernikahan mereka tidak di ketahuinya.begitu juga keluarga besar Nugroho tidak mengetahui akan hal ini.
"terimah kasih kak sudah membantu membawakan Daren pulang kalau tidak aku tidak tau lagi bagaimana jadinya"ucap Fairuz dengan panik
Satria hanya bisa tersenyum melihat ekspresi dari adik iparnya itu "sama sama dek,lain kali jika ada masalah hubungi saya saja"ucapnya
setelah itu Satria pun pamit pulang karena sudah mau pagi.beruntungnya mansion satria berada dekat dengan mansion Daren.biasa satu lokasi perumahan.
setelah situasi aman Fairuz pun keluar dari kamar Daren dan menuju kamarnya untuk melaksanakan sholat subuh karena memang sudah waktunya.selesai sholat ia pun turun ke bawah dan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan lagi untuk dirinya sendiri.
semenjak selesai pernikahan Daren tak pernah menanyakan kabarnya apalagi untuk berbicara dengan bahkan Daren tak memberikan biaya hidup untuk Fairuz jadi Fairuz harus memutar otak ya agar bisa menghasilkan uang agar tak meminta kepada suami kontrak nya itu.
pagi ini ia memasak nasi goreng seafood semua rempah dan juga bahan yang di butuhkan sudah tersedia kini ia tinggal memasaknya.ia memang memasak lebih sebab ia mengingat kepada dua orang yang hobi nongkrong di pos security yang tak lain dan tak bukan adalah pak Budi dan pak Tono.
beberapa menit kemudian mentari telah menampakan dirinya dari ufuk timur dengan begitu ceria.aktifitas Fairuz pun telah selesai ia telah menyajikan nasi gorengnya menjadi beberapa porsi dan ia juga membuat kopi hangat tak lupa juga kopinya untuk pak Budi dan tono.ia pun mengantarkannya ke pos security karena memang kebiasaan mereka berdua kalau pagi hari berada di situ.
__ADS_1
"paman ini sarapan paginya silahkan di makan"ucap Fairuz mengagetkan kedua orang tua itu
"astagfirullah neng,kaget paman"ucap pak Tono sambil mengelus dadanya seraya menormalkan degup jantungnya
"maaf paman"ucap Fairuz "ini ada sarapan pagi"sambungnya sambil menyodorkan Napan yang berisikan sarapan pagi pak Budi dan pak Tono tak lupa juga dengan minumnya kopi panas yang terlihat masih mengepul
"ya Allah neng baik banget"ucap pak Budi "lain kali nggak usah repot repot"sambungnya
"kalau paman masih bicara seperti itu Fairuz nggak mau lagi bicara sama paman"ancam Fairuz yang membuat pak Budi dan juga pak Tono gelalapan
"okeh neng terserah apa maunya,paman ngikut aja"ucap pak Budi pasrah
"wah makasih paman,Fairuz suka Skali sama kue ini"ucap Fairuz sambil mengambil kue onde onde/klepon yang begitu cantik dengan balutan kelapanya
"sebentar Fairuz masuk dulu"ucap Fairuz sambil berlari dan semua kegiatannya di saksikan langsung oleh daren.meskipun semalam Daren mabuk berat tetapi ia tak pernah bangun kesiangan selalu pagi hari ia bangun.
Fairuz masuk kedalam mansion dan mengambil sarapannya kemudian membawanya keluar.
"neng kok makanannya di bawa kemari"tanya pak Budi dengan penasaran karena jiwa jiwa menggibahnya udah muncul
__ADS_1
"saya mau makan bersama paman,boleh tidak.soalnya di dalam selalu makan sendiri kan nggak enak"ucap Fairuz memohon
"boleh dong neng,mari ikut kita"ajak pak Tono
mereka pun menuju ke gazebo yang berdekatan dengan pos security dan memulai ritual makan pagi mereka atau lebih tepatnya di sebut sarapan pagi.
sarapan pagi ini begitu hangat karena senyum di wajah Fairuz tercetak dengan jelas bahkan Daren sampai pangling di buatnya.tetapi dengan cepat ia menepis semua itu
"sebentar makan siang boleh dong Fairuz makan bareng paman lagi"ucapnya dengan harapan di setujui
"boleh dong neng"cercah pak Budi dengan cerianya
"saya mau minta saran lagi sama paman paman ini enaknya siang masak apa yah"ucap Fairuz
"kalau paman maunya nak Fairuz masak rendang,terus jangan lupa sambal tahu tempe terus sayurnya terserah neng Fairuz aja"ucap pak Tono sambil memberikan saran makanan
dengan mata berbinar Fairuz pun menjawab "okeh paman,pokonya Fairuz akan masak makanan yang enak buat paman paman sekalian"ucapnya sambil berlalu dari tempat itu dan membawa piring bekas makan mereka
to be continued
__ADS_1