Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 26


__ADS_3

Fairuz pun masuk ke kamarnya dan membaringkan dirinya sejenak karena ia merasa badannya serasa remuk semua.apalagi bagian bawahnya masih terasa sangat perih.tak lama kemudian ia pun tertidur dengan bekas air mata yang mengering di wajahnya.ia tertidur dengan sangat damai seakan akan tidak ada beban pikiran yang ada di benaknya.


terdengarlah sudah azan subuh berkumandang dan Fairuz sudah dari tadi bangun,ia pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri (mandi wajib)agar bisa sholat subuh.setelah itu ia pun melaksanakan sholat subuh dengan begitu khusyuk.usai melaksanakan sholat Fairuz pun turun kebawah dan menuju dapur.rasa sakit di bagian ************ tak ia perdulikan meskipun ia harus berjalan tertatih tatih.sesampainya di dapur ia membuka lemari pendingin dan betapa terkejutnya ia jika stok bahan makanan yang ia beli sudah menipis.tak mungkin ia meminta uang belanja kepada daren.ia duduk sambil mengetuk meja dengan jarinya


"apa yang harus aku buat supaya bisa menghasilkan uang"gumamnya sambil terus berfikir


tak lama ia berfikir ia pun menemukan ide dan Fairuz pun berlari menuju tempat pak Budi


"paman......boleh Fairuz minta tolong"teriak Fairuz sambil berlari kecil sebab ia masih merasakan sakit pada bagian selangkang nya.


pak Budi yang sedang duduk termenung pun menoleh ke arah suara yang memanggil nya "ada apa neng,kok lari lari.nanti jatuh"ucapnya sambil menasehati fairus dan sang pelaku hanya bisa tersenyum


"emangnya neng mau minta tolong apa kepada paman ganteng ini"ucap pak Budi sambil membusungkan dada.setelah mengucapkan itu terbanglah gelas plastik dari arah belakang dan pelakunya adalah pak Tono

__ADS_1


tok


"hey mengapa kau sejahat itu kepadaku"ucap pak Budi dengan dramatis


"sekali lagi kau mengucapkan itu tak segan segan aku melemparmu dengan kursi lipat itu"ujar pak Tono sambil menunjuk kursi lipat yang berada di pojok ruangan


"begini paman,Fairuz niatnya mau buat usaha tetapi Fairuz tidak punya uang"ujar Fairuz dengan malu malu


"terus"ucap pak Budi dengan penasaran


"jadi Fairuz mau pinjam uang kepada paman paman sekalian nanti Fairuz kembalikan jika Fairuz sudah punya uang"sambung Fairuz sambil menunduk


"owalah neng neng,Ndak usah malu malu"ucap pak Budi sambil tersenyum "emangnya nak Fairuz mau pinjam berapa"tanya pak Tono dengan begitu antusias

__ADS_1


"saya hanya mau pinjam sekitar 5 juta paman"ucap Fairuz lagi


dengan segera pak Tono mengeluarkan kartu ATM nya dan memberikan kepada Fairuz "ambil nak didalam ada uang sekitar enam juta silahkan di pakai jika ada kekurangan bilang saja nggak usah segan"ucap pak Tono karena memang pak Tono dan pak Budi sudah menganggap bahwa Fairuz adalah putri mereka


"ini terlalu banyak pak"ucap Fairuz tak enak sebab yang di berikan melebihi yang ia pinjam "nggak apa apa nak"sambung pak Tono


jangan salah paham yah,pak Tono dan pak Budi masing masing memiliki dua ATM jadi yang di pinjamkan pak Tono kepada Fairuz itu ATM satunya lagi kalau yang satunya lagi itu isinya lebih banyak.karena memang mereka di gaji di bayar oleh Daren melebihi dari pada yang lain.


"makasih paman jika Fairuz sudah punya uang maka Fairuz akan segera ganti"ucap Fairuz sambil membungkuk tetapi dengan segera pak Budi menahannya "janganlah seperti itu neng,neng udah paman anggap seperti putri paman jadi nggak usah segan"ucapnya


terharu itulah yang di rasakan oleh Fairuz sekarang ini tetapi dengan kuat ia menahannya karena tak mau ia memperlihatkan kerapuhannya kepada orang orang.fairuz pun kembali ke dalam mansion dan mulai memasak tetapi hanya seadanya.


Daren yang masih terlelap pun terbangun karena cahaya matahari yang masuk melalu sela sela ventilasi kamarnya.segera ia mendudukkan dirinya ditepi ranjang agar kesadarannya terkumpul semua.

__ADS_1


to be continued


__ADS_2