
setelah kejadian tadi kini ridwan tengah berada di rumah sakit miliknya dan ia telah di periksa oleh dokter pribadinya
karena banyak darah yang keluar kini ridwan harus menjalani masa perawatan yang intensif,agar tidak terjadi sesuatu kepadanya karena pada saat penusukan itu terjadi tenyata oh ternyata sintya menggunakan pisau yang sudah berkarat dan takutnya terjadi infeksi pada luka ridwan.
fairuz terus saja menangis melihat kondisi suaminya yang kini tengah terbaring lemah "mommy kapan mas ridwan akan bangun"tanyanya
"mungkin sebentar lagi ia akan sadat kita tunggu saja"ucap buk rini sambil mengelus puncak kepala fairuz "ingat kau sedang hamil jangan terlalu banyak pikiran"ucap buk rini lagi
fairuz pun kembali tenang dan segera menggenggam tangan dari ridwan dengan erat sampai ia tertidur tak lama kemudian ridwan pun sadar dan melihat fairuz menggenggam tangannya
"maaf sayang telah membuatmu menderita"ucap ridwan sambil mengelus kepala fairuz
sementara sintya kini harus mendekam di dalam penjara karena perbuatannya "paman tolong lepaskan saya,saya tidak bersalah"ucap sintya
"jangan harap,silahkan nikmati kesendirian mu disitu "ucap roki mengejek
disisi penjara yang lain terlihat daren bersama orang tuanya sedang duduk termenung sambil menatap mereka dengan begitu benci
Fransiska kini sudah mulai beraksi sebab ia sudah mendapatkan lokasi dari fairuz "hallo mari kita mulai"ucapnya dalam telpon
mereka pun mulai bergerak,segala sisi dari rumah sakit kini telah dikuasai mereka.tetapi mereka salah gerak sebab yang mereka hadapi bukanlah fairuz sendirian tetapi keluarga kamil
dor.......dor......dor.....dor...... "semuannya yang ada disini keluar"teriak Fransiska dengan begitu ganasnya
__ADS_1
Fransiska kemudian membuka satu persatu pintu kamar dan beberapa anak buahnya pun ikut membantu.sampailah mereka di salah satu kamar tempat fairuz berada
brak........pintu di tendang dengan begitu kuat "oookh......disini kau rupanya"ucap Fransiska setelah melihat fairuz sementara ridwan tak bisa berbuat banyak sebab lukanya belum kering
"mau apa kau"tanya fairuz yang kala itu sudah ketakutan
"oooooh......sedang hamil rupanya"ucap Fransiska tersenyum dengan begitu kejam "akan ku buat kau merasakan apa yang kurasakan dengan kepergian bayimu mungkin kau akan gila"ucapnya lagi
"jangan macam macam dengan bayiku"ucap fairuz lagi sambil melindungi perutnya
Fransiska pun menerjang fairuz dengan pisau yang berada di tangannya,fairuz pun menghindari nya.ia tak tau harus berbuat apa ia hanya terus menghindari terjangan dari Fransiska "mengapa kau terus saja menghindar"ucap Fransiska dengan genit tetapi fairuz hanya diam tak membalas perkataan dari Fransiska
crasht.................tangan fairuz kini telah di lukai oleh Fransiska dengan begitu dalam dan juga lebar
"akkkkkh......."teriak fairuz dengan begitu kuat
"ucapkan selamat tinggal kepada bayimu"ucap Fransiska dengan jahat
trang.........fairuz memukul Fransiska dengan napan yang berada di kursi dekat ia terjatuh
"sial......jangan salahkan aku jika aku berbuat lebih dari ini"ucap Fransiska yang merasa kesakitan akibat pukulan dari fairuz
plak....... tamparan keras mendarat di wajah fairuz sehingga terbentuk jelas ukiran tangan fransiska
__ADS_1
"kau telah membuat semuanya berantakan jika tidak ada kamu mungkin aku sudah bahagia dengan daren sekarang"ucap fransiska
"hahahahahaha........kamu ingin daren ambil saja mengapa harus mengatakan kepada ku"ucap fairuz lagi
"karena kau aku tidak berhasil membuat daren mencintai ku karena dia sudah mencintai mu"ucap fransiska
"itu bukan salahku mengapa kau beranggapan bahwa aku yang salah"ucap fairuz bingung
"tetap kamu yang salah coba saja kamu tidak ada di dunia ini pasti daren tidak berubah seperti itu"ucap Fransiska lagi
kesempatan itu di ambil fairuz untuk melumpuhkan fransika
tack......bugh.......fairuz memukul pergelangan antara betis dan paha sehingga Fransiska pun terjatuh kemudian memukul wajahnya kembali dengan napan yang ia pegang
"Fairuz lari dan laporkan ini kepada ayah saya"ucap ridwan yang sudah pasrah
"saya tidak akan meninggalkan mu"ucap fairuz kemudian sisi gelapnya pun muncul
ia menginjak jari jemari fransika sehingga Fransiska berteriak dengan keras
aaaakhhhhhh........teriak Fransiska dengan keras kemudian ia mengambil pisau yang berada di tangan Fransiska kemudian menodongkan di leher Fransiska.luka yang di sebabkan Fransiska tadi ia sudah tidak hiraukan meskipun rasa sakit masih ada tetapi ia mencoba untuk menahannya.
"bergerak sedikit pisau ini akan menancap di lehermu,aku tidak main main dengan ucapan ku"ucap fairuz dengan tajam dan dingin seolah olah yang bicara bukanlah dirinya
__ADS_1
"dan kalian lepaskan suami saya jika kalian ingin wanita ini selamat"ucap fairuz lagi
to be continued