Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 24


__ADS_3

tok


tok


tok


Suara pintu di ketuk oleh Fairuz "assalamualaikum kak"ucapnya


"waalaikumssalam,,maaf cari siapa yah"tanya Maya yang memang tidak tau kalau ini adalah Fairuz sebab pada saat itu penerangannya agak sedikit remang remang


"kak satria ada ini aku Fairuz istri Daren"ucap Fairuz dengan mimik wajah yang masih panik


"oooh Fairuz,kamu kenapa silahkan masuk"ucap Maya mempersilahkan "sebentar saya panggilkan mas Satria"sambungnya


Maya pun berlalu dari tempat itu dan menuju kamarnya.sesampainya di dalam kamar terlihat sang suami yang sedang terlelap di balik selimut "mas....mas....Fairuz cariin kamu itu diluar"ucapnya membangunkan


hoooaaam


satria emang tipikal orang yang tidak susah untuk di bangunin "kenapa dia cariin saya"tanyanya kepada istrinya "mana saya tau mas Satria"ucap Maya


satria pun keluar dari kamarnya di ikuti oleh Maya dari belakang "dek sedang apa kamu disini"ucap satria dari arah tangga


"kak satria,Fairuz boleh minta tolong nggak"ucap Fairuz dengan ekspresi wajah yang begitu panik


"bisa,emangnya kamu mau minta tolong apa"tanya satria lagi

__ADS_1


"tolong dong cariin Daren sebab sudah sedari tadi ia keluar dan sampai sekarang ia belum balik takutnya ia mabuk lagi seperti kemarin"jawabnya dengan begitu gusar


Maya yang melihat itu pun merasa kasian kepada Fairuz "okeh kamu pulanglah ke mansion biar mas Satria yang mencarinya"ucap Maya menenangkan


satria segera mengambil kunci mobilnya dan mengantar pulang Fairuz ke mansion Daren kemudian ia pun berlalu dari tempat itu dan mencari Daren,ia sudah punya firasat jika Daren ada di tempat kemarin.


Daren sudah sangat mabuk tetapi segera Vivi memberikan lagi satu gelas kepada Daren "minumlah ini adalah alkohol terakhir"ucapnya sambil menyodorkan.segeralah Daren mengambilnya dan meminumnya dalam sekali teguk sedangkan Raka yang melihat itu hanya bisa geleng kepala


"bro aku pulang dulu,kau mau ikut aku masih lanjut"ucap Raka menawarkan


"aku masih mau lanjut kalau kau mau pulang silahkan"ucapnya yang sudah sangat ngawur


Vivi tersenyum simpul karena rencananya berjalan dengan sangat epic "iya kalau kau mau pulang,silahkan biar Daren bersama saya"ucap Vivi meyakinkan.karena melihat tipu muslihat dari Vivi membuat Raka terperdaya sehingga menyetujui nya.


"Daren,buka aja bajunya kalau panas.sini biar saya bantu"ucapnya sambil menyentuh dada bidang Daren


karena sentuhan itu membuat Daren menegang dan terangsang.ia pun mulai mendekati Vivi.


Vivi semakin senang sebab rencananya untuk mendapat kan Daren akan berhasil meskipun ia harus mengorbankan harga dirinya.ia pun tak menyesal jika harus menyerahkan nya kepada Daren karena ia juga sudah tak perawan lagi.


wajah Daren sudah semakin dekat dengan Vivi "panas,tolong"ucapnya


"Daren"ucap Vivi dengan nada sensual membuat ***** Daren semakin memburu


Brak

__ADS_1


pintu Rungan Daren berada terbuka dengan keras dan dilihatnya Daren yang sedang menindih seorang wanita "dasar gila,sadar Daren kau sudah punya istri"ucapnya


plak


plak


plak


plak


tamparan mendarat di wajah Daren agar ia sadar tetapi pengaruh dari obat perangsang itu terlalu kuat dan harus di tuntaskan jika tidak maka akan terjadi hal buruk.kemudian satria beralih ke arah wanita yang di tindih Daren tadi "kamu lagi kamu lagi,emang yah kamu tidak ada kapoknya"ucap satria marah


"emangnya kenapa,Daren aja mau kok sama aku"ucapnya dengan PD


tawa pun menggema di penjuru ruangan "jangan terlalu pede kamu yah"ucapnya


"tolonglah...... panas"ucap Daren yang sudah semakin berkeringat sehingga kaus yang di pakainya itu sudah basah oleh keringat.tanpa menunggu aba aba Daren pun membuka bajunya dan terlihatlah dada bidangnya yang begitu indah dan juga otot lengannya yang begitu mengiurkan


"kamu apakan Daren,cepat katakan"ucap satria marah setelah melihat keadaan Daren


"saya tidak tau"elak Vivi


"masih mau mengelak kamu yah"ujar satria dengan mimik seramnya "jika mau berakhir di penjara"ancamnya


to be continued

__ADS_1


__ADS_2