
mereka pun di masukan kedalam penjara dengan penyesalan yang tiada batas "aku terlalu bodoh melepaskan dia yang begitu tulus"ucap Daren
"aku juga terlalu bodoh karena telah mempercayai perkataan dari wanita ular itu"ucap Sean dan juga Reina sambil menunduk
tanpa mereka ketahui bahwa Fransiska telah bebas dari penjara karena di bantu oleh simpanan nya.
"akhirnya aku bebas,saatnya aku membalaskan dendam atas apa yang mereka lakukan kepadaku dan aku tidak akan membiarkan mereka bahagia"ucap Fransiska dengan tatapan tajamnya
sementara di mansion Ridwan kini tengah berisik akan perihal bulan madu mereka,dari orang tua Daren menginginkan mereka bukan madu ke Jepang sementara Fairuz menginginkan bulan madu di rumah saja dan Ridwan ingin sekali bulan madu di prancis.maya dan juga Satria tidak ikut campur akan hal itu.perbincangan semakin panas dan keluarlah keputusan jika mereka bulan madu di Jepang dan terlihat wajah Ridwan yang begitu kecewa tetapi semua itu ka tepis demi cintanya
Roki dan Vivi hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat semua yang terjadi.
"kak.....aku titip toko yah"ucap Fairuz kepada Vivi dan juga Maya
"serahkan semuanya kepada kami"ucap Vivi semangat
"terimah kasih"ucap Fairuz
"kalian harus mempersiapkan diri kalian sebab besok kalian akan berangkat kesana"ucap pak afiq yang membuat Fairuz terkejut
"mengapa cepat sekali pah"ucap Ridwan
"karena aku ingin menggendong cucu"jawab ibu Ridwan yang membuat Fairuz malu malu
__ADS_1
Fairuz dan Ridwan pun menyiapkan barang barang yang ingin mereka bawa
"tuan......."panggil Fairuz kepada Ridwan dan cukup membuat Ridwan terkejut
"jangan panggil saya tuan.....sekarang aku adalah suamimu cukup panggil aku mas Ridwan atau apalah itu yang bagus"ucap Ridwan
"baik.....tu...a.....eh.....maksudku mas Ridwan"ucap Fairuz terbata bata "sini biar aku bantu agar cepat selesainya mas"ucapnya lagi
"tidak usah lebih baik kamu istirahat saja takutnya kamu kecapean soalnya kita akan melakukan perjalanan jauh kalau aku sih udah biasa tapi kamu lebih baik kamu istirahat kan dirimu saja istri ku sayang"ucap Ridwan
"aku tidak mau jadi istri durhaka karena tidak membantu suaminya"kekeh Fairuz
"tapi kali ini aku yang memintanya untuk tidak membantuku"ucap Ridwan lagi sambil memegang tangan Fairuz
"makasih mas.....kamu sudah menerima ku apa adanya"ucap Fairuz sambil menangis
"sama sama....lebih baik kamu duduk disana dan tataplah suami mu yang tampan ini dengan senyuman indahmu"ucap Ridwan narsis
meskipun masih agak canggung antara keduanya tetapi mereka meminimalisir akan hal itu sehingga terlihat biasa biasa saja padahal dalam hati mereka berdetak tak karuan.
Fairuz pun duduk diatas kursi yang di tunjuk oleh Ridwan sambil menatap suaminya yang sedang berberes "terima kasih Tuhan kau telah pertemukan aku dengan orang yang mau menerimaku"ucap Fairuz dalam hati
tak lama kemudian semua telah selesai dan mereka pun turun kebawah.disana masih terdapat Vivi,Roki serta Maya dan juga Satria tak lupa juga orang tua Ridwan.
__ADS_1
"kak,aku mau memasak apakah kalian mau ikut"ucap Fairuz
"aku mau ikut"teriak vivi sambil mengangkat tangan nya
"okeh ayo.....untuk wanita hamil duduk diam aja jangan banyak gerak"ucap Fairuz menatap Maya yang kala itu ingin mengikuti nya dan itu membuat Maya cemberut sehingga orang yang yang di situ tertawa lepas
"beruntungnya Ridwan mendapatkan Fairuz,udah cantik,baik,pintar masak,perhatian"ucap Roki
"iya.......Ridwan dilawan"jawab Ridwan menyombongkan diri
"heleh....heleh....kalau saja kau tidak bertemu dengannya kala itu pasti kau tidak mendapatkannya"sambung Ridwan
"alah....kakak ini tak bisa diajak kompromi sedikit"ucap Ridwan
"huluh....huluh.....anak perawan mamah ngambek"sambung sang ibu
"anak perawan.....mommy.....aku adalah pria perkasa.lihat saja akan ku buatkan cucu yang banyak buat kalian"ucap Ridwan ceplas ceplos
"awas aja kalau balik kemari kalian nggak punya kabar gembira"ancam sang ayah
"betul.....awas aja"sambung yang lainnya serempak
to be continued
__ADS_1