
setelah itu Daren pun telah siap dengan setelan kantornya dan ia pun turun kebawah pada saat itu juga ia mencium bau kue yang baru saja selesai di panggang
"siapa yang membuat kue pagi pagi begini"tanyanya dalam hati
tetapi ia tak memperdulikan hal itu ia terus berjalan keluar dari mansionnya dan mengambil mobil mewahnya di garasi dan melajukan mobilnya keluar dari halaman mansion menuju kantor.daren mengendari mobil dengan kecepatan sedang.tak lama kemudian ia pun sampai di kantor dan masuk ke ruangan yang berada paling puncak.
hari ini adalah tepat sebulan Daren dan juga Fairuz menikah tetapi Daren melupakan hal itu.fairuz mengingatnya tetapi jika ia memikirkannya maka ia akan merasa sangat sedih sebab tetap sebulan ini Daren belum juga mencintainya
"apakah aku harus meninggalkan nya"ucap Fairuz dalam hati "tapi apakah aku akan berdosa jika menceraikannya"tanyanya lagi.keraguan demi keraguan datang menerpa hati Fairuz seakan akan tak pernah berhenti.pikiran tentang hal itu ia lupakan untuk sebentar,sekarang ia fokus untuk membuat kuenya itu dulu.
pesanan pertama telah selesai,Fairuz dengan sangat hati hati menghias kue ulang tahunnya dengan begitu mewah dan juga elegan.
"pak boleh antarkan kue ini ke alamat ini"ucap Fairuz kepada pak Tono sambil memberikan alamat
"boleh nak"ucap pak Tono sambil mengambil kuenya dengan hati hati dan tak lupa juga alamat agar tidak salah mengantar ke pemiliknya
pak Tono pun mengantarkan kue itu sesuai dengan alamat yang di berikan oleh fairuz.faieuz yang sedang berada di mansion pun melanjutkan kegiatannya untuk membuatkan kue kue untuk hajatan.satu persatu kue telah selesai di buatnya dan ia pun menaruhnya dalam kotak dan sisa mengantarnya.tak lama kemudian datanglah pak Budi dengan wajah kehausan sebab air di posnya telah habis
__ADS_1
"neng paman boleh minta air"ucap pak Budi dengan lemasnya
"boleh paman sebentar Fairuz ambilkan"ucap fairuz dan segera mengambil air untuk pak Budi "ini paman airnya"sambung Fairuz lagi
pak Budi pun mengambil gelas dari tangan Fairuz dan meminumnya dalam sekali teguk "terimah kasih neng"ucapnya
"paman,apakah paman bisa mengendarai motor"tanya Fairuz dengan hati hati
"tau neng,emangnya ada apa"tanya pak Budi dengan penasaran
"Fairuz mau minta tolong untuk membantu Fairuz mengantarkan kue ini ke pembelinya"ucap Fairuz sambil menunjuk kue yang berada di atas meja
mereka pun pergi mengantarkan kue pesanan ke pemiliknya dalam perjalan pak Budi terus berbicara seakan akan ia tak lelah jika terus berbicara dan Fairuz hanya menanggapi nya dengan anggukan kepala.sampailah mereka di alamat yang di tuju dan Fairuz pun menekan bel rumahnya yang berada di pintu pagarnya
Ting.....tong......Ting.....tong .....
suara bel berbunyi sebanyak empat kali sebab Fairuz menekannya sebanyak itu dan keluarlah seorang security rumah itu"ada yang bisa saya bantu nona"tanyanya
__ADS_1
"saya mau mengantarkan pesanan ibu Tuti Maryati"ucap Fairuz sambil memberitahukan nama majikan itu
"silahkan masuk nona,pak.nyonya ada di dalam"ucap security itu sambil membuka pintu dan mempersilahkan Fairuz dan juga pak Budi masuk kedalam.
Fairuz pun mengikuti security itu dari belakang.tiba tiba saja security itu pun berhenti "silahkan masuk nona"ucapnya sambil menunjuk ke arah belakang
"makasih pak"ucap Fairuz dengan sopan.ia pun menuju lokasi yang di beritahukan oleh security tadi dan sampailah ia di halaman belakang yang begitu kuas dan juga indah sebab sudah di hias dengan berbagai macam bunga
"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,permisi saya mau mengantarkan pesanan buk Tuti Maryati"ucap Fairuz dan di belakangnya terdapat pak Budi yang masih dengan seragam security nya.
"oooh iya saya sendiri"ucap wanita paruh baya yang ternyata buk Tuti sendiri "kamu pemilik toko kue amanah online"tanyanya lagi
"iya buk"jawab Fairuz dengan sopan dan ramah
"wah hebat juga kamu yah udah cantik pintar masak lagi"puji buk Tuti kepada Fairuz
"makasih buk"ucap fairuz dan kemudian pamit dari tempat itu sebab ia masih mengantar pesanan milik orang lagi
__ADS_1
"untuk bayarannya nanti saya transfer"teriak buk Tuti kepada Fairuz "baik buk"sambung Fairuz kemudian memberikan rekening atmnya.
to be continued