Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 65


__ADS_3

beberapa menit kemudian keluarlah dokter yang menangani Fairuz dan ia mengatakan jika fairuz sudah melewati masa kritisnya.ridwan Maya dan juga Satria bisa bernafas lega setelah mendengar berita itu.mereka pun masuk kedalam untuk melihat Fairuz dan disana terlihat Fairuz yang sedang terbaring dengan tenang


"aku yakin kamu pasti bisa melewati semua ini Fairuz karena aku tau kau wanita kuat"ucap Ridwan dalam hati


setelah itu Ridwan pun pamit pulang karena ia akan mengurus orang yang telah mencelakai Fairuz,tidak akan ia biarkan orang itu hidup dengan tenang.tinggalah Maya dan juga Satria yang berada di tempat itu.mereka pun keluar menuju tempat administrasi untuk menanyakan biaya rumah sakit Fairuz tanpa mereka sadari Vivi telah menyelinap masuk kedalam ruangan Fairuz


"hari ini adalah hari terakhirmu Fairuz,kau telah menghancurkan segalanya yang aku inginkan"ucap Vivi dengan ganasnya "jika saja waktu itu kau tidak datang di kehidupan Daren mungkin saja aku telah bahagia bersamanya tetapi mengapa saat itu kau datang"sambungnya


ia pun mengeluarkan pisau yang ada di dalam tasnya,Vivi berencana merobek luka yang tadi di berikan oleh Fransiska kepada Fairuz


"nikmati saja kesakitanmu.....rasakan ini"ucap Vivi sambil mengarahkan pisau ke arah Fairuz tetapi rencana itu gagal karena satria telah menahannya


"lepaskan....."ucap Vivi dengan keras


"tidak akan aku lepaskan sebelum kau mempertanggung jawabkan perbuatanmu di kantor polisi"ucap satria dengan dingin


"aku hanya ingin memberikannya pelajaran karena telah merebut kebahagiaan ku"ucap Vivi dengan lantang


"dia tidak merebut kebahagiaan mu tetapi orang yang kau cintai yang telah memusnahkan kebahagiaan nya"ucap satria dengan terus terang


"asal kau tau setelah orang yang kau cintai menikahi dia,dia tidak mendapatkan kebahagiaan nya jadi jangan beranggapan bahwa kau orang yang paling tersakiti"ucap satria dengan tegas

__ADS_1


"aku tidak percaya"ucap Vivi "terserah kau mau percaya atau tidak yang terpenting semua telah aku beri tahukan,lebih baik kau cari saja orang yang bisa membahagiakanmu dari pada kau terjebak di lubang yang sama seperti adikku"ucap satria lagi.setelah mendengar itu Vivi pun merenungkan semua perkataan dari satria


"kamu jangan bohong,aku tidak yakin jika Daren orang yang seperti kau katakan"ucap Vivi yang belum percaya


"untuk apa aku bohong tapi jika kau ingin melanjutkan perjuanganmu untuk mengejarnya maka aku tidak bisa menahanmu lebih jauh"ucap satria lagi dan Maya sedang duduk di sofa yang ada hanya mendengar percakapan mereka


"selama ini Fairuz tidak pernah berbuat jahat kepadamu tetapi mengapa kau membencinya"ucap Maya dari arah sofa


"mungkin karena aku terlalu iri kepadanya karena mendapatkan Daren"ucap vivi sambil menunduk


"tapi lihatlah sekarang ia telah berpisah dengan Daren dengan usai pernikahannya yang masih begitu muda dan mengapa kau masih membenci nya"tanya Maya lagi


"aku tidak tau"jawab Vivi "cobalah mulai sekarang kau rubah pola pikirmu dan minta maaf kepadanya"ucap Maya dengan lembut sambil mengusap tangan Vivi.


"tidak ada yang melarangmu untuk menjaganya disini"ucap Maya sambil tersenyum begitu juga dengan satria


ugh.....suara dari arah Fairuz pun terdengar tandanya ia telah siuman.segeralah satria memangil dokter untuk memeriksa nya setelah dokter memeriksanya dan mengatakan bahwa pasien bisa di pindahkan di ruangan lain.


"Fairuz.....bagaiman keadaanmu"tanya Maya dengan wajah paniknya


"aku baik baik saja kak"Jawabnya yang masih terdengar lemah

__ADS_1


"Fairuz......"panggil Vivi sambil menunduk


"yah...ada apa"jawab Fairuz dengan lembut dan juga dingin


"ada yang ingin aku katakan kepadamu tapi kamu jangan marah yah"ucap Vivi dengan hari hati


"kalau kau tidak memancing amarahku maka aku tidak akan marah"ucap Fairuz lagi


tiba tiba saja Vivi berlari dan memeluk Fairuz dengan begitu erat dan itu membuat Fairuz kesakitan dan hampir saja lukanya terbuka


"astaga....maaf aku keterusan"ucapnya sambil tersenyum "aku cuma mau minta maaf karena selama ini aku udah jahat kepadamu tanpa ada alasan yang jelas.apakah kau mau memaafkanmu dan apakah kau mau menerima ku sebagai teman atau sahabatmu"ucap Vivi


"iya aku memaafkanmu...tuhan aja pemaaf masa kita umatnya tidak mau memaafkan"ucap Fairuz sambil tersenyum


"kau memang malaikat dunia Fairuz dan aku adalah orang terbodoh yang pernah membencimu"ucap Vivi "apakah kau mau mengajariku untuk bisa sepertimu berpakaian tertutup maksudnya"ucap Vivi malu malu


"asal kamu yakin aku akan membantumu"ucap Fairuz lagi


to be continued


...**halooo.....teman teman maaf yah ceritanya ini agak sedikit membosankan.saya akan membuatnya lebih menarik di part selanjutnya jadi mohon bersabar.karena di part ini memang saya khususkan untuk Vivi yang sudah mengakui kesalahannya tinggal tunggu aja bagaimana part part selanjutnya okeh tapi saya minta mohon bersabar soalnya kegiatan di really itu tidak tentu jadi untuk updatenya itu juga tidak tentu jika saya free maka saya bisa update tiga part atau dua jika saya sibuk maka saya hanya bisa satu part saja....

__ADS_1


...okeh......see.....you**......


__ADS_2