
kini tiba saatnya mereka kembali ke tanah air "mas sini biar aku aja yang beresin barangnya"ucap fairuz
"tidak lebih baik kamu duduk di sana tidak usah banyak gerak aku nggak mau kau dan bayi yang ada di perutmu itu kenapa napa"ucap ridwan dengan posesif
semenjak mengetahui kehamilan dari fairuz tingkat kesiagaan dari ridwan meningkat drastis dan itu membuat fairuz bingung
"tapi mas aku nggak apa apa jika hanya melakukan itu"ucap fairuz bersikeras
"sayang..... dengerin baik baik yah.aki cinta banget sama kamu jadi aku nggak mau kenapa napa apalagi sekarang kamu sudah mengandung anakku jadi aku nggak mau kamu dan bayi kita kenapa napa"ucap ridwan sambil memeluk fairuz
"tapi aku suntuk nggak ada yang di kerjakan"ucap Fairuz
"ada kok yang kamu kerjakan"ucap ridwan yang kala itu sudah muncul ide gilanya
"apa itu mas ku sayang"ucap fairuz senang
"apa kamu bilang"tanya Ridwan kala mendengar fairuz memanggilnya sayang
"mas ku sayang"ucap Fairuz malu malu
ridwan pun merasa sangat senang sebab istrinya memanggilnya sayang.mereka pun berangkat menuju bandara di antar oleh supir yang bekerja di hotelnya.
sesampainya di bandara ridwan dan Fairuz menaiki pesawat pribadi mereka.dan pesawat pun meninggalkan bandara.karena perjalanan yang sangat panjang dan tak ingin istrinya kenapa napa ridwan pun mengajak fairuz beristirahat.
__ADS_1
pesawat pribadi milik ridwan memiliki fasilitas yang sangat lengkap di antaranya kamar tidur,ruang tamu dan sebagainya
fairuz pun tidur di dalam pelukan ridwan,akhir akhir ini juga fairuz tidak bisa jauh dari ridwan mungkin ini salah satu keinginan dari anak yang ada di perut nya.
setelah beberapa jam perjalanan mereka telah sampai di tanah air,ridwan yang tak tega membangun kan fairuz pun menggendongnya.merasa terganggu akibat perbuatan dari ridwan fairuz pun terbangun
"mas.....turunkan saya"ucap fairuz yang kala itu masih mengumpulkan kesadarannya
"diam disitu saja"ucap ridwan dan fairuz tidak melawan nya
entah mengapa fairuz sudah menerima sepenuhnya ridwan dalam kehidupannya sehingga ia tak sungkan sungkan lagi kepada suaminya itu
"mas.....aku ingin makan bakso mercon"ucap fairuz
"tapi aku maunya sekarang mas kenapa harus sampai rumah dulu"ucap fairuz merajuk
"oke oke sekarang,pak kita beli bakso merconnya dulu"ucap ridwan memberitahukan kepada supir
"okeh tuan"jawab sopir tersebut
dalam perjalanan mata fairuz tak henti henti melihat sekelilingnya "pak berhenti"ucap fairuz tiba tiba
sang supir pun memberhentikan mobilnya dan fairuz berlari keluar menuju abang abang penjual bakso mercon
__ADS_1
"pak saya pesan satu yang banyak cabenya yah"ucap fairuz
sedangkan ridwan yang tengah panik melihat istrinya itu tiba tiba keluar dan berlari keluar pun menyusulnya
"sayang kok kamu berlari"ucap ridwan
"aku udah nggak sabar makan baksonya sayangku"ucap fairuz yang kala itu sedang berbinar melihat baksonya
ridwan pun dengan telaten menunggu istrinya itu makan tetapi ia bergidik ngeri melihat bakso yang di makan oleh fairuz
"itu bakso pake cabe atau cabe pake bakso"ucap ridwan yang tak kuasa membayangkan pedasnya itu "sayang sudah makannya itu loh nanti kamu sakit"ucap ridwan sambil menarik bakso milik Fairuz
"tidak sayang aku tidak akan sakit hanya karena makan ini,pedasnya nggak terlalu berasa"ucap fairuz "coba deh kamu makan"tawar fairuz
ridwan pun memakan bakso milik Fairuz dan ia pun terkejut "astagfirullah sayang ini pedasnya nggak ketulungan"ucap ridwan yang sedang kepedasan dan segera ia meminum air sebanyak banyaknya "stop!jangan lanjutin makannya"ucap ridwan kepda Fairuz
"tapi mas.......aku masih pengen"ucap fairuz yang ingin menangis
melihat itu membuat ridwan tak tega dan ia pun menyerah kan kembali baksonya kepada Fairuz
"makasih sayang,kamu memang yang terbaik"ucap fairuz kegirangan dan ia pun melanjutkan makannya dan itu membuat ridwan khawatir jika terjadi apa apa kepada fairuz dan juga bayinya
to be continued
__ADS_1
...mohon maaf baru update lagi soalnya beberapa hari ini ide kagak muncul muncul belum lagi ada urusan sedikit di dunia nyataku sehingga belum bisa update ...