
usai sudah Fairuz melaksanakan sholat isya,ia pun turun ke bawah dan menuju dapur.ia mendudukan dirinya di atas meja makan.di atas meja makan sudah ada masakan yang ia masak tadi.ia pun makan sendiri tanpa ada yang menemani.tak terasa air matanya tumpah di wajah cantiknya.
"mengapa aku harus mendapatkan perlakuan seperti ini.apakah seburuk itukah diriku"gumamnya sambil memasukan nasi kedalam mulutnya.tetapi dengan segera ia menghapus air matanya dengan kasar "aku tidak boleh sedih masih ada Allah SWT yang selalu bersamaku dan ia tidak akan pernah meninggalkanku"ucapnya lagi
ia pun makan dengan riangnya.ia tak memperdulikan apa yang sedang terjadi di sekitar nya.sementara ia makan terdengar suara ketukan dari arah pintu
toook
toook
toook
"sebentar"teriak Fairuz dari arah dapur yang jaraknya cukup jauh
ia pun berlari menuju arah pintu dan membukanya.di arah pintu terlihat Daren dengan wajah dinginnya
"mengapa lama sekali membuka pintunya"ucapnya dengan kasar
__ADS_1
"maaf tuan saya sedang berada di dapur"ujar Fairuz memberitahukan
"alasan kamu saja itu.minggir saya mau masuk"bentak Daren tepat di wajah Fairuz.
yang Fairuz lakukan pada saat Daren meneriakinya hanyalah menutup wajahnya menggunakan telapak tangannya.setelag itu Daren pun masuk kedalam mansion tetapi sebelum masuk Daren mendorong Fairuz
bruuuk......dugh
suara orang terjatuh,udah di bentak terus di dorong lagi padahal Fairuz tidak melakukan kesalahan apapun.memgapa Daren menyakitinya.
auuuuuh
tetapi Fairuz tak menanggapi hal itu,ia pun berdiri dan berlalu dari tempat itu.sisa makanan yang ia makan tak ia bereskan.fairuz pun masuk ke dalam kamar dan mulai mengobati lebamnya agar tidak semakin parah pada saat ia mengobati dahinya tiba tiba saja air matanya membanjiri pipinya
"apa salahku Daren,jika memang kau tak mencintaiku mengapa kau menerima perjodohan ini dan mengapa pula kau menikahiku"ucap Fairuz sambil menangis
setelah selesai mengobati dahinya ia pun turun kebawah dengan mata yang sedikit membengkak akibat menangis tadi
__ADS_1
"oooh iya,bekas makananku tadi belum aku bereskan"ucap Fairuz kemudian ia pun berlari ke arah dapur.disana masih ada piring bekas makannya yang masih terdapat nasi sebab tadi pada saat ia membuka pintu nasi yang ada di piringnya belum habis "aku lanjutkan makanku yang tertunda tadi kan sayang kalau di buang jadinya mubazir"ucapnya lagi
ia pun kembali memakan makanannya dengan begitu damai meskipun ada rasa sakit di hatinya akibat perlakuan Daren tadi.
"lebih baik makanan ini aku bagikan kepada pak Budi dan juga pak Tono"ucap Fairuz setelah melihat makanan nya yang masih tersisa padahal tadi ia memasak tak terlalu banyak.
ia pun mengisi piring dengan nasi dan juga lauk yang ada di atas meja dan di antaranya kepada pak Budi dan juga pak Tono yang sedang mengobrol ria di pos jaga "assalamualaikum paman"ucap Fairuz sambil memberi salam
"waalaikumssalam neng,ada apa malam malam kemari"jawab pak Budi sambil bertanya
"ini saya mau membawakan makanan untuk paman paman sekalian"ujar Fairuz sambil menyodorkan piring yang berisi makanan "tapi maaf makanan yang Fairuz masak hanya itu aja"ucap Fairuz tak enak hati
"ya Allah neng,ngakak usah repot repot"ucap pak Budi lagi
"nggak apa apa nak ini pun kami audah bersyukur"ucap pak Tono lagi
"kalau begitu saya permisi paman"ucap Fairuz sambil berlalu dari tempat itu dan masuk kedalam mansion.sesampainua di dalam ia pun membereskan bekas sisa makannya dan membersihkan nya.setelah semua usai Fairuz pun keluar dan menuju taman belakang di mansion Daren.
__ADS_1
rembulan malam terlihat begitu agung bertengkar diatas langit malam di temani bintang bintang.suara suara jangkrik dan juga hewan hewan malam begitu indah bagikan nyanyian penghantar tidur.fairuz duduk disalah satu kursi dan menatap kedepan dengan begitu serius tetapi dibola matanya hanyalah kekosongan yang ada.
to be continued