
untuk perselingkuhan kemarin ridwan tidak sampai tidur dengan perempuan memalukan itu .mungkin itu adalah satu keberuntungan ridwan saat ia selingkuh.
"apa yang harus aku perbuat agar fairuz mau memaafkanku lagi"ucap ridwan frustasi
ia terus saja memikirkan cara agar fairuz kembali seperti dulu tetapi ia tak mendapatkan titik temu.
Fairuz pun keluar dari kamarnya dan menuju keluar "pak boleh saya minta tolong belikan saya ayam bakar aku pengen banget makan itu"ucap fairuz meminta tolong kepada supir pribadi pak afiq yang memang kala itu sedang membersihkan mobil
"baiklah nona....tunggu sebentar saya ambil motor duku"ucap sang supir dan segera mengambil kunci motor
ridwan yang mendengar itu oun terkejut dan bertanya dalam hati mengapa fairuz tidak meminta tolong kepadanya malah minta tolong ke supir pribadi ayahnya
"sayang.....biar aku aja yang membelinya"ucap ridwan menawarkan diri
"sudahlah kamu duduk saja sana,aku udah biasa kok minta tolong sama paman itu selama kamu tidak ada"ucapnya sarkas
"sayang tolong jangan buat saya menderita seperti ini,aku mohon maafkan aku"ucap ridwan dengan sendu
"jangan buat kamu menderita,saya tidak membuat kamu menderita seperti inilah yang saya rasakan saat kamu mengabaikanku tetapi aku memilih bungkam dan bersabar mungkin aku hanya di jadikan pelampiasan mu"ucap fairuz dengan tegas
"betul sekali,itulah yang fairuz rasakan saat kamu mengabaikannya dan sekarang kamu merasakan nya bagaimana rasanya tidak enak kan"ucap buk rini
__ADS_1
"kamu lagi apa nak"tanya buk rini kepada fairuz yang kala itu sudah tidak sabar menunggu supir yang mengambil mobil
"aku menunggu pak samad mengambil motor sebab tadi aku minta tolong untuk membelikan ayam bakar"ucap fairuz yang memang kala itu sudah tidak sabar sekali
"pak.....ini uangnya sisanya buat bapak saja untuk beli makanan.cepat yah oak saya sudah tidak sabar nih"ucap fairuz
"okeh nona, tunggulah di dalam biar Paman yang membelinya"ucap pak samad
pak samad segera berlalu dan fairuz juga buk rini pun masuk kedalam meninggalkan ridwan yang masih mencerna perkataan ibunya juga istrinya
"mommy aku inggin membuat kue apakah bahan bahannya tersedia"tanya fairuz
"untuk bahan bahan membuat kue sudah habis sayang nanti mommy sama daddymu pergi belaja kebutuhan dapur agar kau bisa membuat kue sesuka hatimu"ucap ibu rini dengan lembut
"baiklah tetapi isi perut mu dulu setelah itu kita berangkat"ucap buk rini sementara pak afiq pun mendekat "apa yang sedang kalian bicarakan"tanyanya
"begini fairuz ingin skali membuat kue tetapi bahan bahan untuk membuatnya tidak tersedia jadi kami ingin berbelanja"ucap buk rini kepada sang suami
"biar daddy temani"ucap pak afiq tak kalah lembut
tak lama kemudian datanglah ayam bakar fairuz "nona ini ayam bakarnya"ucap pak samad
__ADS_1
"makasih paman"ucap fairuz kepada pak samad
"sama sama nona"jawab pak samad lagi
fairuz pun memakan ayam bakarnya dengan begitu tenang.setelah itu mereka pun pergi ke area perbelanjaan.
"wow.....mall ini besar sekali"ucap fairuz yang memang baru pertama kali ke area perbelanjaan terbesar
ridwan mengikuti mereka dari belakang dan mereka tak mempermasalahkan hal itu,tiba tiba saja ada yang memanggil nama ridwan
"ridwan kamu kemana saja.....aku rindu"ucap orang itu yang tak lain dan tak bukan adalah sintya
"lepas.....ingat aku sudah mempunyai istri jadi tolong jangan usik aku lagi"ucap ridwan
hal itu membuat pak afiq,buk rini dan juga fairuz terkejut.bum rini segera tersadar dari keterkejutan "sintya sedang apa kamu di sini"tanyanya
"aku sedang jalan jalan tante"ucap sintya dengan senyum kemenangan sebab buk rini masih berperilaku baik kepadanya.
"lepaskan tanganmu dari tangan anakku perempuan murahan dia sudah mempunyai istri dan kamu ingin merebut suaminya dasar pelakor"ucap pak afiq sarkas dan orang orang yang berada di sekitar mereka pun menggunjing sintya dengan perkataan pedas
"paman,kok bicara seperti itu"tanyanya
__ADS_1
"karena aku sudah muak melihat muka kamu,cepat lepaskan jika tidak salahkan aku bertindak lebih kepadamu"ucap pak afiq lagi
to be continued