
usai sudah Fairuz melaksanakan sholat Zuhur,ia pun mengganti mukenanya dengan pakaian yang ia gunakan tadi pada saat memasak.
sedangkan Daren berada di restoran untuk mengisi perutnya karena ia merasa sangat lapar.sementara ia menikmati makanannya datanglah Vivi dengan sejuta pesonanya
"eeeh,Daren kok sendiri.istrimu mana"tanya Vivi yang sengaja mengejek "atau kau sudah melupakan kekasih yang telah membuangmu itu sehingga kau menikah dengan wanita lain atau kekasihmu itu sudah tidak menginginkan mu lagi"sambungnya lagi
"kamu jangan asal bicara .kekasih saya itu masih menginginkan saya"teriak Daren dengan keras.vivi pun mendekat kepada Daren dan melakukan gerakan sensual "mau ku temani malam ini,aku yakin pasti kau akan tergila gila kepadaku"ucapnya dengan hot sehot cabe sekilo.
"dasar j*l*ng,pergi sana jangan dekati aku"ujar Daren sambil mendorong Vivi
karena kesal telah di tolak oleh Daren membuat wajah Vivi memerah karena malu dan ia pun pergi dari tempat itu.
di mansion pribadi milik Daren terlihat Fairuz yang sedang sibuk membuat makanan untuknya sendiri sebab sedari tadi ia tak melihat Daren berada di mansion ini.tetali ia ingat bahwa masih ada pak Tono dan juga satpam di sini jadi ia pun membuatkan juga mereka.selesai sudah ia memasak dan pergi mengantar ke pak Tono selaku supir pribadi Daren dan juga pak Budi sekalu security di rumah ini.bertepatan pak Tono berada di tempat pak Budi jadi ia tak perlu lagi mencari mereka
__ADS_1
"paman,ini ada sedikit makanan.silahkam dimakan"ucap Fairuz dan menyerahkan Pring yang berisi makanan
"nggak usah repot repot nak,paman bisa cari makan sendiri"ucap pak Tono tak enak hati sebab sudah majikannya yang menyiapkan makanan "iya nona kalau begini mah kita jadi nggak enak"sambung pak Budi
"nggak apa apa tadi aku masak banyak daripada mubazir lebih baik di kasi sama paman paman sekalian"ujar Fairuz dengan memberikan senyum terbaiknya "satu lagi paman Budi jangan panggil saya nona,saya agak risih dengan panggilan itu lebih baik panggil saya seperti yang pak Tono ucapkan tadi.okeh paman"sambung Fairuz lagi
"okeh nak kalau begitu makasih yah atas makanannya"ucap mereka serempak
Fairuz pun berlalu dari tempat itu tetapi sebelum ia pergi,ia berkata "semoga paman suka sama masakan saya"ujarnya "kalau suka nanti saya buatkan lagi"
"makanannya enak sekali"ucap pak Budi dengan mata berbinar
karena mendengar ucapan pak Budi membuat pak Tono penasaran,ia pun mencicipinya "iya benar enak sekali"ujarnya
__ADS_1
sesampainya di mansion Fairuz pun duduk di lantai untuk menikmati makanan nya,karena ia lebih suka makan di lantai daripada ia harus duduk di meja makan.karena ia merasa lebih nyaman aja nggak terlalu ribet jika harus duduk di lantai.sepiring makanan pun habis di makan oleh Fairuz ia pun membereskan piring makannya bersamaan dengan bekas makan pak Budi dan juga pak Tono.
sedangkan Daren sedang dalam perjalanan pulang,ia kehilangan selera makannya pada saat berjumpa dengan Vivi tadi di restoran
tin.....tiiin....tinnn
suara klakson mobil Daren pun berbunyi di depan gerbang dengan segera pak Budi membukanya "selamat siang tuan"ucapnya
tetapi Daren tak menghiraukan nya ia terus saja menjalankan mobilnya sampai di garasi.ia pun turun dan masuk kedalam mansion.sunyi itulah yang di dapati oleh Daren sebab di mansion ini hanya ada dua pekerja yang tak lain dan tak bukan pak Budi dan pak tono.untuk masalah kebun ataupun berberes mansion setiap Minggu ada ART dari mansion papa dan mamahnya menuju kesini.
"Kemana anak itu kok nggak kelihatan dari tadi"ucapnya dengan bingung "aah,sial untuk apa aku mencarinya"umpat Daren.
ia pun menuju dapur untuk mengambil segelas air mineral,sesampainya di dapur betapa terkejutnya Daren melihat kondisi dapur yang sudah penuh dengan bahan makanan.ia pun berinisiatif membuka satu persatu lemari yang ada di dapur itu semuanya pun sudah terisi sampailah ia di lemari terakhir,dibukalah lemari itu dan disana terdapat sisa lauk makan siang Fairuz yang tidak habis tadi.
__ADS_1
Daren pun mengambil sisa lauk itu dan ia pun mencicipinya "wow,enak Skali masakan ini.tapi siapa yang memasak nya.masa ia si anak pinguin itu yang memasak"ucapnya
to be continued