
hari semakin malam dan angin semakin dingin Fairuz pun memutuskan untuk masuk kedalam karena ia sudah mengigil kedinginan.
di ruang kerja Daren terlihat Daren yang sedang sibuk dengan berkas berkas yang ada di mejanya.ia terlibat sangat kecapean tetapi ia tidak mungkin menunda pekerjaannya itu.
"sial,kapan habisnya berkas berkas ini"umpat Daren dengan kesal sebab seakan akan tidak pernah habis di atas mejanya.
fairuz pun masuk ke kamarnya dan mulai membaringkan diri.ia sudah terlalu penat akibatnya tak berselang lama ia pun tertidur dengan pulas.
suara ayam berkokok pun bersahutan dengan begitu keras,terlihat Fairuz yang sedang berkutat dengan panci dan juga pisau sementara Daren berada di ruang kerjanya.pada malam itu Daren tertidur di ruang kerjanya.sebentar lagi matahari akan terbit tetapi Fairuz sudah sangat berkeringat seperti orang yang sedang berolahraga.daren lun mulai membuka matanya secara perlahan lahan menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya.
Daren pun keluar dari ruang kerjanya dan menuju kamarnya,ia pun membersihkan dirinya dan mengganti pakainya dengan setelan kantor yang begitu elegan.pukul 07.00 pagi semua pekerjaan Fairuz telah selesai ia pun masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri sebab badannya sudah sangat lengket akibat dari keringat.pada saat ia berjalan di lorong menuju kamarnya ia berpapasan dengan Daren yang pada saat itu ingin ke kantor.fairuz pun menundukan kepalanya.
"mengapa kau menundukan kepalamu"tanya Daren dengan begitu dingin
__ADS_1
"tidak ada tuan"jawab Fairuz
setelah mengucapkan itu Daren pun meninggalkan Fairuz yang sedang menunduk tanpa pamit dan tanpa mengucapkan salam.fairuz hanya bisa menggeleng kan kepalanya.fairuz pun melanjutkan perjalanannya menuju kamarnya dan mulai membersihkan dirinya.
"ahhhh segarnya"ucap Fairuz setelah mandi.ia pun mengganti pakainya dengan gamis berwarna biru di pasukannya juga dengan hijabnya yang berwarna biru pula
ia pun turun ke bawah karena rencananya hari ini ia akan membuat kue untuk di jual online.sesampainya di dapur ia pun mempersiapkan bahan bahan kue Karen hari ini ia berencana akan membuat cheese cake.setelah semua siap Fairuz pun mulai membuat kuenya dengan begitu cerianya.seakan akan masalah yang menimpanya kemarin tidaklah pernah terjadi.
setelah beberapa menit berlalu kue yang di buatnya pun jadi dan ia pun mulai mempromosikan kuenya di media sosial.ia pun mulai mempromosikan kue kue apa aja yang di jualnya.jika ada yang memesan kue sesuai dengan keinginan mereka sendiri itu juga bisa.setelah semua selesai di promosikan nya di media sosial atau di upload di media sosial itu pun mencoba kue yang pertama ia buat
ia pun memotong kuenya dan menaruhnya di atas piring kemudian membawanya menuju pak Budi dan pak Tono karena di mansion ini yang bisa memakan makanannya hanyalah dua orang itu yang tak lain dan tak bukan adalah pak Budi dan pak Tono.
"assalamualaikum paman,silahkan di cicipi kue buatan Fairuz"ucap Fairuz sambil memberikan piring berisi kue yang di buatnya.
__ADS_1
"makasih neng"ucap pak Budi sambil memasukan kue kedalam mulutnya
"bagiamana rasanya paman"tanya Fairuz sambil menatap pak Budi dengan begitu intens.lak Budi yang di tatap Fairuz pun menjadi salah tingkah.tiba tiba saja dari samping kiri terdengar suara pak Tono "wow kuenya enak sekali"ucap pak Tono sambil mengunyah kuenya
"enak paman"ucap Fairuz lagi.pak Tono hanya bisa mengangguk kan kepalanya tanda mengiyakan perkataan Fairuz.
Fairuz merasa sangat senang karena kue yang di buatnya di sukai oleh pak Tono dan juga pak Budi.
"kalau begitu fairuz masuk kedalam dulu"ucap Fairuz undur diri dari tempat itu.sesangkan pak Tono dan pak Budi hanya mengangguk kan kepalanya tanda menyetujui.
sesampainya di dalam ia pun membuka handphonenya kembali dan betapa terkejutnya ia melihat dari beberapa customer ada yang meminta di buatkan kue ulang tahun ada juga yang memesan kue untuk acara hajatan dan lain lain.
"mulai besok aku harus bekerja ekstra.aki juga bisa meminta tolong kepada pak Budi dan pak Tono untuk membantuku"gumamnya sambil tersenyum
__ADS_1
to be continued