
"hey......anak durhaka lepaskan"ucap buk reina sementara pak afiq,buk rini dan juga roki sedang memperhatikan dari kejauhan tanpa ada niat untuk menolong
"saya hanya meladeni orang yang memulainya"ucap fairuz dingin
tak lama kemudian datanglah pak sean dan juga daren "fairuz lepaskan ibuku"teriak daren dengan kencang sambil berlari menerjang Fairuz tapi di tahan oleh Roki "jangan kau sentuh kakak ipar ku"ucap Roki
"tapi wanita gila itu ingin melukai ibuku"ucap daren
"ibumu yang ingin melukai kakak iparku jadi apa salahnya jika ingin mempertahankan diri"ucap roki lagi
"dasar wanita murahan"teriak daren kepada fairuz
bugh.......satu bogeman mendarat di perut daren "kakak ipar ku bukanlah wanita yang seperti kau ucapkan"teriak roki lagi
memang pada saat itu ridwan sedang dalam perjalanan keluar kota karena ada anak perusahaan nya yang sedang di ambang kehancuran.
terjadilah perkelahian antara roki dan daren, sementara sean diam diam berjalan menuju ke arah istrinya unyuk menyelamatkan nya dan hak itu di sadari oleh pak afiq "mau apa kau"ucap pak afiq yang kala itu sudah menghalangi jalan dari pak sean
"aku ingin memberikan pelajaran kepada anak durhaka itu sekaligus menyelamatkan istriku"ucap sean dengan dingin tetapi hal itu tidak menggentarkan pak afiq
__ADS_1
"bukannya istrimu yang memulai nya mengapa kau ingi memberi pelajaran kepada anak mantuku"ucap pak afiq
"karena dia sudah keterlaluan"ucap pak sean lagi
"keluarga kalian yang sudah keterlaluan"teriak pak afiq kemudian terjadilah adu tinju di antara keduanya
Reina saat ini sudah tidak bisa berbuat banyak sebab tangannya sudah di tahan oleh Fairuz tetapi ia tak habis akal, ia pun mengambil pisau yang ada di dalam tasnya dan mulai menusukan pada lengan Fairuz
aaaakhhhhhh......teriak fairuz kesakitan
"rasakan itu,itu adalah balasan jika ingin melawanku"ucap buk Reina kesenangan
plak.......plak......plak.....plak...........
empat tamparan keras mendarat di wajah nyonya Reina "sakit......." tanya Fairuz
"dasar wanita gila"teriak Reina karena sudah merasakan sakit yang terlalu
kemudian fairuz pun mencengkeram wajah buk reina dengan keras "iya....aku wanita gila dan yang telah membuat aku gila itu kalian yang telah mengusik ketenangan ku"ucap fairuz lagi sambil tertawa tetapi tawanya itu terdengar menyeramkan "bagiamana yah aku menyiksa mu agar aku puas"ucap Fairuz seraya berfikir tetapi hal itu membuat buk reina pucat bukan main
__ADS_1
Fairuz mengambil pisau yang tadi ia cabut dari lengannya kemudian menyayat lengan buk Reina tanpa rasa ampun dari lengan atas sampai lengan bawah terdapat bekas sayatan dari fairuz dan itu terjadi di kedua lengannya.aksi fairuz terus saja berlanjut kini ia mengambil tangan buk rina kemudian mematahkannya dengan begitu entengnya
krek.....krek....krek...krek......bunyi lengan yang di patahkan terdengar nyaring di telinga. daren dan juga ayahnya, kemudian fairuz mengambil lagi jari jari ibu reina dan mematahkannya lagi. tak sampai di situ fairuz kembali mengambil pisaunya dan menggores wajah buk Reina dengan perlahan seolah olah ini adalah kesenangan nya.
"bagaimana sudah puas mainnya"tanya fairuz
"dasar wanita iblis......apakah dengan begini baru kau merasa senang"ucap buk reina sambil meludah ke arah fairuz
"menjijikan....
asal kalian tau aku tidak pernah melakukan hal seperti ini tetapi kalian lah yang membuat aku jadi seperti ini.penghinaan,percobaan pembunuhan bahkan kalian terus saja mengusikku.jadi jangan salahkan aku jika aku berbuat kejam karena semua ini adalah kalian sendiri yang menginginkannya"ucap fairuz
"lepaskan saya.........lepas wanita iblis"teriak buk Reina tanpa adanya perlawanan sebab tangannya yang begitu sakit serta banyak luka pada tubuhnya membuat ia tak berdaya
"aku belum mau melepaskanmu sebab aku belum puas bermainnya,bagaimana yah"ucap fairuz sambil memiringkan wajahnya
"sialan.....akan ada karma yang datang menghampirimu"ucap reina lagi
to be continued
__ADS_1