
"kak roki tolong tangkap pria itu"ucap fairuz sambil menunjuk daren dengan pisau yang sudah berlumuran darah
dengan segera roki pun mengunci pergerakan dari daren dan hal itu membuat daren ketakutan,fairuz dengan perut buncitnya pun mendekat ke arah daren yang masih di tahan oleh roki
"huh......mantan suamiku kesakitan bagaimana yang kau inginkan"ucap Fairuz
"dasar wanita gila....mengapa setelah cerai denganku kau jadi seperti ini"ucap daren
"aku bahagia dengan suamiku yang sekarang dan aku tidak gila.asal kau tau aku seperti ini karena kalian terus saja mengusik kebahagiaan ku"ucap fairuz lagi
crash..... crash.....crash.....pisau dengan segera merobek otot kaki daren "terus dimana lagi harus ku buat robekan robekan lagi"tanyanya
"lepaskan saya......dasar psycopath"ucap daren sambil meringis menahan sakit
"aku bekum puas bermain mainnya"ucap fairuz yang seperti sudah kehilangan akal untuk orang orang ini "asal kamu tau mengapa selama ini aku diam terhadap kamu,karena aku menganggap mu sebagai suamiku tetapi kau sama sekali tidak menganggap ku sebagai istrimu,setelah kau menceraikan ku dan semuanya terbongkar kau datang lagi kepadaku dengan cintamu itu tetapi tuhan tau mana yang terbaik bagiku.untuk saat ini aku sudah hilang kesabaran kepada kalian yang selalu saja mengusik kebahagiaan ku.yang paling fatal kemarin kalian berniat menculikku agar aku gagal menikah dengan mas Ridwan terus sekarang ini kalian datang mengacau di mansion ayahku"ucap fairuz lagi
senyum fairuz sekarang ini mengisyaratkan bahwa dia sedang marah akibat orang orang ini
aaaakhhhhhh.......teriak daren kembali pada saat pisau menancap di telapak tangannya dan roki hanya menatap ngeri akan hal itu sementara pak afiq tersenyum simpul menandakan ia sangat puas dengan perilaku fairuz dan pak sean pun buyar lamunan nya akibat teriakan anaknya dan hal itu di ambil kesempatan oleh pak afiq untuk melumpuhkan nya
__ADS_1
"mana keberanian mu kemarin pada saat mengolok-olok ku dan mana keberanian mu kemarin saat ingin menculikku"tanya fairuz
sementara Daren hanya bisa diam membisu sebab sekarang ia sudah tidak punya keberanian untuk membuka mulut melihat kekejaman fairuz
Fairuz pun mencabut pisaunya kembali beranjak menuju pak sean "sudah lihat bagiamana kekejaman ku dan bagaimana aku menyiksamu"ucap fairuz lagi
"tolong nak maafkan aku"ucap pal sean memohon
Fairuz pun tidak memberikan hukuman kepada pak sean "pergilah dan ingat jangan kembali lagi jika tidak ingin merasakan hal yang serupa"ucap fairuz
dengan segera pak sean bangkit meskipun sedikit tertatih tatih akibat perbuatan pak afiq kemudian mengambil istrinya dan jugan daren dan langsung beranjak pergi dari tempat itu
"iya kak kamu tidak apa apa"ucap Roki lagi
"aku baik baik saja kalian tenang dulu"ucap Fairuz dan mereka pun menghembuskan nafas mereka sambil mengelus dada
"untunglah,tapi kak aku sudah lapar bolehkah aku minta di biatin makanan"ucap Roki
pleeeetak.......satu jitakan mendarat dengan mulus di kepala Roki dan pelakunya adalah ayaha angkatnya
__ADS_1
"kalau mau makan sana nuat sendiri"teriak pak afiq di telinga Roki
"paman,aku jngin merasakan kembali nikmatnya masakan kakak ipar apa salahny"ucap roki sambil mengelus telinganya
dari arah pintu terlihat Vivi yang sedang menenteng barang belanjaan "sayang aku datang"teriaknya
"coba sehari aja kau nggak teriak teriak gitu"ucap Fairuz
"maaf....."ucap Vivi
"apa tuh yang kau bawa"tanya fairuz
"tadi tuh saya pada saat berjalan menuju kemari saya melihat ada kakek kakek penjual kerupuk jadi saya berinisiatif untuk membeli kerupuknya agar ia cepat pulang dan ini hasil nya"ucap Vivi
"yah udah masuk yuk aku mau masak kau mau ikut tidak"ucap fairuz
"maulah massa nggak mau"ucap vivi sambil menggandeng tangan fairuz dan meninggalkan para lelaki yang di belakang mereka
di dalam mansion terlihat buk rini yang sedang duduk menikmati tehnya di temani kue buatan fairuz tak lupa juga dengan sinetron kesayangan nya meskipun kadang membuat orang mansion jengkel mendengar nya sebab ia berceloteh terus memarahi pemainnya
__ADS_1
to be continued