
"mas,aku lagi hamil begini kamu tinggalin sendirian"ucap fairuz sambil bercucuran air mata
"di mansion ini kan ramai bisa panggil mereka menemanimu tetapi Sintya hanya sendiri dalam keadaan sakit lagi"ucap ridwan
"sudahlah pergilah tetapi jangan tanya jika sikapku berubah terhadapmu"ucap Fairuz "ia lebih penting dari istrimu ini"ucap fairuz kemudian masuk kedalam kamar nya
ridwan pun buru buru keluar dari mansion dan menuju apartemen sintya sesampainya disana ia pun masuk dan melihat sintya yang baik baik saja "katanya kamu sakit kok kamu ada disini minum alkohol lagi"tanya ridwan
"siapa yang bilang aku sakit,aku baik baik aja kok"ucapnya
ridwan pun merasa bersalah karena telah meninggalkan istrinya di mansion sendirian "karena kamu audah disini lebih baik temani aku"ucap Sintya
ridwan pun duduk "aku akan menemanimu tetapi tidak akan lama"ucap ridwan
ridwan pun minum alkohol bersama dengan Sintya karena terlalu asik ia pun sadar kalau hari sudah menjelang pagi dan wajahnya yang memerah akibat pengaruh dari alkohol.karena sudah tak mampu untuk berjalan ridwan pun terjatuh atas sofa milik sintya.ridwan pun tertidur dengan nyenyak di apartemen sintya sementara fairuz kini telah khawatir sebab suaminya belum pulang juga dati semalam
"fairuz mari makan"ucap sang ibu
__ADS_1
"mommy ridwan belum juga kembali dari semalam aku khawatir mom"ucap fairuz
"tenang pasti ridwan sebentar lagi akan pulang,biasanya ia tidur di perusahaan atau sama temannya"ucap sang ibu mertua dengan lembut
sementara pak afiq kini telah hilang kesabaran akibat perbuatan anaknya itu,ia sering melihat fairuz menangis sendirian bahkan untuk mengecek kandungan fairuz harus pergi sendiri.
"akan ku buat kau menyesal akibat telah mengabaikan istrimu"ucapnya sambil mendekati anak mantunya dan juga istrinya
"fairuz ada yang ingin daddy katakan kepadamu"ucap pak afiq serius
"apa yang ingin daddy katakan"tanya fairuz
mengenal toko kue fairuz kini telah membuka beberapa cabang di beberapa daerah dan itu menandakan jika perkembangan toko itu sangatlah baik.
"lebih baik kamu tenangkan pikiranmu di desa biar ridwan kami yang mengurusnya kami tidak usah khawatir kasihan bayi yang ada di perutmu"ucap sang ibunda Dengan lembut
"Baiklah,jadi kapan aku akan berangkat"tanya fairuz
__ADS_1
"kau akan berangkat sekarang daddy sudah siapkan mobil untuk mengantar mu dan supir nya juga yang akan menjagamu disana bersama dengan vivi"ucap pak afiq
pak afiq pun mengantar fairuz menuju mobil dan disana sudah ada vivi yang duduk dengan manisnya "hai........silahkan naik"ucapnya
"permisi nona bolehkan geser sedikit aku ingin duduk"ucap Fairuz menimpali
mereka pun tertawa bersama meskipun terlihat dalam tawa fairuz menyimpan sejuta luka yang dalam
mobil oun berangkat ke desa yang di tuju oleh fairuz dan juga vivi,setelah mobil berlalu ridwan pun datang dengan mobil mewahnya berwarna biru "sayang aku pulang"ucap ridwan dengan semangat
seolah olah apa yang baru saja ia buat bukanlah suatu kesalahan "sayang kamu dimana"teriaknya
"mommy daddy fairuz kemana"tanyanya kepada orang tuanya
"mengapa kau bertanya mengenai fairuz bukankah kau sudah ada yang menemani mu bahkan lebih cantik dari fairuz"ucap sang mommy dengan sarkas
"mom bukan seperti itu,dia itu adalah teman kecilku"ucap ridwan mencari pembelaan
__ADS_1
"apakah harus mommy beritahu semua,setelah sahabat kamu ada kamu lupa bahwa kamu memiliki istri yang sedang hamil meninggalkannya di malam hari hanya demi sahabatmu itu terus untuk cek kehamilan nya kamu tidak bisa ada di samping nya terus apalagi yah.tidak perlu kau cari dia kaku sudah bahagia tanpa dirinya.kamu tidak tau bagaimana kesedihan nya bahkan ia dan bayinya hampir saja kenapa napa hanya karna memikirkan perilakumu yang di luar kendali itu, sepanjang malam ia menangis tetapi tak pernah ia memberitahumu seolah olah apa yang terjadi adalah pelajaran buat dirinya untuk semakin tegar"ucap sang mommy dengan air mata berlinang
to be continued