
tak lupa juga salad untuknya diri sendiri yang di bawanya bersama salad buah pak Budi dan pak Tono "Fairuz gabung di sini boleh bersama paman"tanyanya
"boleh sekali neng"ucap pak Budi kemudian di jawab lagi oleh pak Tono "boleh nak"ujarnya
mereka pun makan dengan senang hati seolah olah tidak ada masalah yang ada di pundak mereka,senyum mekar di wajah mereka masing masing bagaikan bunga yang tengah mekar menunjukkan betapa indahnya dirinya
Daren yang baru saja bangun dari ranjangnya pun meminum air yang berada dimeja kamarnya kemudian ia membuka pintu balkon kamarnya dan mulai memperhatikan sekitar mansion.
ini sebuah kebetulan atau memang di sengaja Daren kembali melihat Fairuz dengan senyum indahnya yang meneduhkan
"mengapa aku selalu terpesona memikirkan senyumannya"gumamnya dalam hati
karena tak mau lama lama melihat senyuman dari Fairuz ia pun masuk ke kamarnya dan mulai membersihkan dirinya.kali ini Daren hanya memakai kaus dan juga celana pendek selutut tetapi meskipun begitu ia sangat begitu elegan di pandang mata.fairuz yang baru saja masuk berpapasan langsung dengan Daren langsung terkesima akan kesempurnaan dari daren.tapi ia cepat menundukan kepalanya takut kepergok Daren "mengapa kau menundukan kepalamu"tanya Daren dengan dingin
"tidak ada tuan"ucapnya yang terus saja menunduk
Daren semakin kesal dengan perilaku dari Fairuz "angkat kepalamu dan tatap aku"titahnya
bagai ada yang menghipnotis nya Fairuz pun mengangkat kepalanya.
__ADS_1
setelah itu ia pun pamit menuju belakang untuk mengantar piring bekas makan mereka tadi.terdengar suara Daren yang entah berbicara dengan siapa tetapi Fairuz merasa Daren sedang berbicara dengan dirinya
"kau makan salad tidak menyisakan aku"ungkapnya meskipun ada rasa malu yang menghinggapinya
"maaf aku tidak tau kalau kamu suka makan salad buah"ucap Fairuz meminta maaf
"lupakan saja"ucapnya dingin kemudian meninggalkan mansionnya entah menuju kemana
merenung itulah yang Fairuz lakukan sekarang sebab setelah pernikahan mereka yang baru dua hari berlalu ini,kali ini Daren mau berbicara dengannya meskipun itu tidak banyak
"kesambet apa yah anak itu kenapa tiba tiba berbicara denganku"ucapnya dengan penasaran
kembali ke Daren, dalam perjalanannya kali ini ia terlihat sangat kesal akibat perlakuan dari fairuz.ia terus saja melajukan kecepatan mobil mewahnya dan sampailah di club yang sering ia datangi bersama sahabatnya
**Daren :ke club yang sering kita datangi
Raka :aku ada sedikit urusan jadi nggak bisa bergabung
Daren :cepat atau ku buat usahamu itu hancur
__ADS_1
Raka :santai bro,kamu ini nggak bisa di ajak bercanda dikit
Daren :cepat saya tunggu**
setelah menghubungi sahabatnya Daren pun masuk ke ruang VIP yang ia pesan.ia pun memesan alkohol dan mulai meminumnya
"hai maaf agak telat sebab jalanan macet"ucap Raka dengan senyum tanpa dosanya
Daren hanya menatapnya dengan datar "temani aku minum malam ini"ujarnya
"sehat kamu,kemarin minumnya Sampai kita hilang ingatan sekarang lanjut lagi wah memang yah kamu udah gila"ucap Raka dengan shock "kalau kamu tidak mau menemani saya lebih baik kamu keluar"ucap Daren
Daren termasuk kuat dalam meminum alkohol,ia akan mabuk jika sudah lebih dari 10 botol yang habis.karena tak mau keluar dari ruangan itu Raka pun menemani Daren minum
Vivi yang sementara berada di club itu pun melihat Daren dan juga Raka yang sedang minum dengan niat jahatnya ia pun mendekati Daren tetapi Daren tidak merespon nya ia hanya fokus ke alkohol yang ia minum
"bro aku ke toilet dulu soalnya udah kebelet nih"ucap Raka yang memang sedari tadi menahan kencing
Raka pun menuju toilet dan disitulah aksi Vivi mulai lancarkan,ia menaruh obat perangsang kepada minuman Daren tanpa sepengetahuan daren.tak lama kemudian Raka pun datang dan mereka mulai melanjutkan minumnya tetapi Raka tidak minum terlalu banyak sehingga ia tak terlalu mabuk.tetapi alkohol yang di campur dengan obat perangsang masih di tangan Vivi ia belum memberikannya kepada daren.ia menunggu hari semakin malam agar ia bisa melancarkan aksinya dengan mudah
__ADS_1
hari sudah semakin malam sedangkan Fairuz masih terus menunggu Daren untuk pulang.ke khawatiran Fairuz semakin menjadi jadi karena waktu sudah terlalu larut.tak punya pilihan lain ia pun keluar dari mansion dan menuju mansion satria
to be continued