
keesokan harinya,Fairuz pun memulai aktifitasnya dengan berjualan kue secara online. meskipun ia tau penghasilannya akan sedikit tetapi ia tidak akan pernah menyerah karena keadaan. disamping itu juga Zizi membantu dia dalam segala urusan yang ia kerjakan
pagi sekali setelah selesai sholat subuh, Fairuz telah selesai dengan adonan kuenya. rencananya ia akan membuat roti coklat untuk kue pertamanya dan tugas Zizi yaitu memasarkan dagangan kedalam sosial media.tak terasa sekarang udah jam sembilan pagi dan kue yang mereka buat pun udah selesai. tinggal waktunya untuk mengantarkan kepada para pembeli. mereka berdua tak menyangka jika kue yang mereka jual akan laku secepat ini.
"Zi, mandi dulu sana biar aku kemas ini terus kita antarkan"ucap Fairuz kepada Zizi
"baik non"jawab Zizi dengan sedikit membungkukkan badan
tak lama kemudian mereka sudah selesai bersiap,Zizi dengan balutan pakaian pelayan nya sementara Fairuz dengan balutan gamis berwarna magenta dan juga hijab yang senada. taksi online yang telah mereka pesan sudah sampai di depan gerbang mansion Daren
"pak jalan ke alamat jalan bunga Kamboja nomor xx"ucap Zizi dengan begitu cerianya
"baik neng"jawab pak supir tak kalah cerianya
"setelah itu ke alamat ini,ini dan ini"ucap Zizi lagi sambil memberikan catatan alamat yang kan mereka tuju "dan satu lagi pak alamat yang tidak tertulis di catatan itu sebab sudah saya lupa pak, alamat nya di perusahaan PT. bouncce" sambung Zizi lagi sementara Fairuz sedari tadi hanya diam
pesanan demi pesanan sudah di antarkan dan sisa pesanan milik PT. bouncce yang belum di antarkan. sang supir pun menuju ke alamat terakhir yang di tuju.
"neng udah sampai"ucap supir tersebut
"oooh, iya makasih pak. ini ongkosnya"ucap Fairuz tak kala sopan lagi sambil memberikan uang sebagai ongkos dengan perjalanan yang mereka tuju.
__ADS_1
mereka berdua kemudian masuk kedalam perusahaan itu dengan perasaan kagum
"kak, perusahaan besar sekali"ucap Fairuz. setelah berunding beberapa jam agar Zizi berhenti memanggilnya dengan sebutan non atau nona muda ataupun nyonya akhirnya berhasil
"iyaaa....jika kau ingin bekerja di perusahaan seperti ini kamu harus punya tekad"ucap Fairuz
"tekad sih punya tapi pendidikan yang kurang memumpuni"ucap Zizi lagi
"harus optimis dong"imbuh Fairuz lagi kemudian mereka cekikikan bersama sambil memasuki perusahaan
sesampainya di dalam mereka pun menuju ke arah resepsionis sekedar memberitahukan tujuan mereka
"sebentar yah mbak"ucap resepsionis itu dengan sopan. kemudian ia pun menelpon sang Asisten Presdir mereka memberitahukan informasi yang baru saja ia terima "silahkan mbaknya menunggu di sana sebab pak Presdir kami lagi ada tamu dan sebentar lagi akan turun untuk mengambil pesanannya"sambung resepsionis itu kembali
Fairuz dan Zizi pun menuruti apa yang dikatakan resepsionis tersebut. mereka pun duduk di tempat yang telah di sediakan sambil berceloteh ria sambil mengungkapkan kekaguman mereka dengan kemegahan perusahaan ini
"kalau saja aku punya suami yang kayanya seperti ini pasti hidupku akan bahagia"ucap Zizi sambil berangan-angan
"hey......bangun tidurmu terlalu miring say....tetapi kayaknya udah tengkurap,level kita terlalu jauh jadi berharap pun harus di sesuaikan tapi angan-angan mu bagus juga yah"ucap Fairuz lagi
puck......"padahal dia juga pengen"ucap Zizi sambil memandang Fairuz dengan tatapan kesalnya
__ADS_1
setelah itu mereka berdua pun tertawa meskipun tidak terlalu menarik perhatian karyawan setempat.tak lama kemudian Rizwan pun keluar dari ruangannya dan menuju lantai satu perusahaan bersama dengan tamu yang baru saja ia terima sekaligus ia mengambil pesanan rotinya.
setelah itu Rizwan pun menuju resepsionis dan menanyakan perihal orang yang mengantarkan pesanan kuena dan sang resepsionis menunjuk ke arah kursi tunggu
"permisi,kalian dari Fairuz's sweet and bakery"tanya Rizwan dengan senyum di wajahnya tetapi tidak menurunkan aura kepemimpinan yang begitu kental
"iya pak, kami dari Fairuz's sweet and bakery dan ini pesanan bapak"ucap Fairuz dengan sedikit senyuman di wajahnya
terkesima itulah yang di rasakan oleh Rizwan saat ini setelah melihat Fairuz. kecantikan alami dari Fairuz membuat ia tertarik tetapi sebelum ia mengejar nya ia akan pastikan semua hal hal yang berkaitan dengan Fairuz harus ia dapatkan terlebih dahulu
"oooh iya makasih dan maaf sudah membuat kalian menunggu dan harganya berapa untuk semua ini"ucap Rizwan dengan gugup tetapi ia dengan cepat menetralkan kembali kegugupannya
"nggak apa apa pak,untuk semua itu totalnya 150 ribu pak"ucap Fairuz
Rizwan kemudian memberikan uang senilai 200 ribu kemudian berkata "kembaliannya buat kalian aja sebagai permintaan maaf dari saya udah membuat kalian menunggu"ucapnya
"oooh iyaaa makasih pak, kalau begitu kami permisi"ucap Fairuz sambil menarik tangan Zizi untuk keluar dari perusahaan Rizwan
kayaknya Rizwan udah cinta pada Fairuz meskipun baru pertama kali bertemu..... bagaimana kelanjutannya tunggu aja revisi selanjutnya
tbc
__ADS_1