Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 28


__ADS_3

sementara di mansion Daren terlihat Fairuz yang sedang mengutak-atik handphone nya.lama kelamaan ia pun bosan sendiri akhirnya ia keluar dan menunju gazebo untuk merilekskan diri


"apa yang harus ku buat agar aku bisa mendapatkan uang"ucap Fairuz


tiba tiba saja pak Tono bersuara dari arah belakang,ia mendekati Fairuz sebab melihat Fairuz sedang termenung "bagaimana jika nak fairuz membuka rumah makan saja"ucapnya


Fairuz pun terkejut mendengar suara pak Tono "astagfirullah paman"ucapnya "tapi Fairuz tidak punya uang untuk membuka warung makan"sambungnya lagi


"betul juga yah"ucap pak Tono sambil cengengesan


setelah itu pak Tono berlalu dari tempat itu dan tinggallah Fairuz sendirian.


"bagaimana kalau aku buat kue atau makanan terus aku jual online aja"ucapnya sambil tersenyum


segera ia berjalan masuk kedalam mansion,jalannya pun masih tertatih-tatih akibat area s******** masih nyeri.sesampainya di dalam ia pun mengambil tasnya tak lupa juga handphone nya.


"paman boleh antar Fairuz ke supermarket terdekat"tanya Fairuz ke pak Tono yang kala itu sedang membersihkan mobil


"boleh nak,mari saya antar"ucap pak Tono dengan semangat 45

__ADS_1


Fairuz dan juga pak Tono pun berangkat menuju supermarket terdekat.sesampainya di sana Fairuz pun membeli bahan bahan kue dan juga apa saja yang ia butuhkan untuk berjualan online.tak terasa waktu telah berjalan dengan cepat,Fairuz dan pak Tono pun pulang ke mansion.karena belanjaan Fairuz begitu banyak ia pun meminta tolong kepada pak Budi untuk membantu membawakan masuk kedalam


"paman boleh Fairuz minta tolong"ucap Fairuz kepada pak Budi yang kala itu sedang menikmati kopi hitamnya


"mau minta tolong apa neng"tanya pak Budi dengan raut wajah penasaran


"tolong bantu saya dan juga pak Tono membawa masuk barang belanjaan"ucap Fairuz setelah itu pak Budi pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju mobil disana terlihat belanjaan yang begitu banyak.mereka pun mengangkat nya dan membawanya masuk kedalam.


"ini mau taruh di mana nak"tanya pak Tono yang kala itu sedang mengangkat tepung


"taruh aja di atas meja"ucap Fairuz dengan tersenyum "makasih paman sudah membantu saya"sambungnya lagi


"sama sama neng"ucap pak Budi dan juga pak Tono dengan serempak


usai sholat Fairuz pun membaringkan diri di atas ranjangnya dan ia pun terlelap dengan begitu damai.


di perusahaan erapasific terlihat Daren yang sudah sangat acak acakan sebab sedari tadi ia belum beranjak dari tempat duduknya karena mengurus berkas berkas yang sudah menumpuk


"kalau aku tau begini lebih baik aku tidak libur kemarin"ucapnya menyesal

__ADS_1


setelah mengucapkan kata itu terdengar suara ketukan pintu yang sangat menganggu konsentrasi Daren


toook


toook


toook


tiga kali ketukan pintu dan terdengar suara dari dalam yang menyuruhnya masuk "masuk"teriak Daren dengan begitu keras


"permisi pak ada yang mau bertemu dengan bapak"ucap Sinta sang sekretaris


"siapa"tanya Daren tanpa memperhatikan wajah Sinta


"pak Rudi Santoso dari Perusahaan Nightingale"ucap Sinta lagi


"suruh dia masuk dan kamu keluar dari ruangan saya"ucap Daren dengan dingin dan juga tanpa ekspresi sama sekali


tak lama kemudian pak Rudi pun masuk dengan gagahnya meskipun sudah berkepala empat tetapi masih terlihat begitu muda seperti layaknya seorang ABG

__ADS_1


"lama tak jumpa darendra"ucap pak Rudi sambil mendudukkan dirinya di atas sofa


to be continued


__ADS_2