Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)

Catatan Harian Seorang Istri Yang Terlantar ( Revisi)
episode 43


__ADS_3

hari hari telah berlalu dan Daren semakin hari semakin menunjukan kemesraan di depan Fairuz tetapi Fairuz tidak menanggapinya meskipun ada rasa sakit di hatinya.


hati ini ia mengantar kue ke salah satu pelanggan di alamat yang berdekatan di perusahaan erapasific,jadi ia pun mengatarnya sebab itu adalah kue terkahir yang di antarnya ternyata yang memesan adalah seorang pemuda yang sangat tampan dan juga berwibawa


"permisi tuan kami dari toko kue amanah online ingin mengantarkan kue pesanan pak Ridwan Azhari"ucap Fairuz dengan sopan


"oooh....iya dengan saya sendiri"ucap pemuda yang di tanyakan oleh Fairuz


"maaf pak saya tidak tau"ucap Fairuz dengan sopan dan lembut sambil memberikan kue yang ada di pegangannya


"tidak apa apa"ucap Ridwan yang terpesona dengan kecantikan Fairuz yang begitu alami


"bolehkan Nona masuk untuk menghadiri acara ulang tahun saya"ucap Ridwan dengan memohon


"baiklah tetapi saya dengan paman saya apakah beliau boleh masuk bersama saya"tanya Fairuz dengan sopan


"iya boleh cepat panggil dia"ucap Ridwan dengan lembut

__ADS_1


baru kali ini ia melihat pemuda tampan yang begitu lembut dalam bertutur kata.fairuz pun memanggil pak tono yang kala itu sedang menunggunya untuk pulang "paman ayo masuk kita di minta untuk menghadiri acaranya"ucap Fairuz sambil menarik tangan pak Tono


Fransiska yang kala itu sedang berada di kafe itu melihat Fairuz dan juga seorang pemuda pun tersenyum senang sebab ia punya cara untuk membuat Daren membencinya.diam diam ia pun mengambil gambar Fairuz dan juga pemuda tampan itu dan mengirimnya ke Daren


Ting.......suara pesan masuk di handphone Daren dan ia pun membukanya dan melihat gambar yang dikirim oleh fransiska.marah tentunya ia sangat marah dan membanting handphone nya dengan keras


prang........suara benda hancur terdengar dengan begitu keras membuat yang mendengarnya ketakutan "berani beraninya kamu bermain di belakangku"ucap Daren dengan begitu seram


ia pun kembali ke mansionnya dan seluruh pekerjaannya ia serahkan kepada Satria.


sesampainya di mansion Daren pun duduk di di ruang tamu seraya menunggu Fairuz untuk pulang beruntungnya pada saat ini Maya belum berkunjung karena ada keperluan jadi ia tak perlu mendapat imbas dari Daren yang kala ini sedang dalam mode iblis.


"saya dari mengantarkan kue pesanan ke pemiliknya"jawab jujur oleh Fairuz


"jawab dengan jujur jangan buat saya tambah marah"ucap Daren dengan mode dinginnya


"saya sudah menjawab dengan jujur"ujar Fairuz tidak mengerti dengan perilaku Daren saat ini

__ADS_1


"apakah kamu tidak membohongiku"ucap Daren sambil mendekat ke arah Fairuz dan Fairuz hanya menggelengkan kepalanya


"terus pemuda yang berada di kafe W itu siapa?"tanya Daren sambil memegang wajah Fairuz


"ohhh....Ridwan dia adalah pelanggan yang memesan kue karena ia sedang ada acara ulang tahun"ucap Fairuz "eeeeh....tunggu dari mana kamu mengetahuinya"sambungnya lagi setelah tersadar


"kamu tidak perlu tahu saya tahu dari mana yang perlu aku tekankan kamu tidak boleh bertemu dengan pemuda di luaran sana"ancam dari Daren


tiba tiba suara tawa dari mulut Fairuz pun terdengar "tuan ini lucu,aku kamu karang untuk bertemu dengan pemuda di luar sana tetapi tuan sendiri bisa bermesraan dengan wanita di luar sana di depanku"ucap Fairuz dengan sarkas "maaf tuan jika permintaan tuan seperti itu saya tidak bisa mengabulkan nya"ucapnya


"hey kamu itu istriku"ucap Daren dengan keras


"istri....apakah tidak salah tuan aku adalah istri kontrak mu yang kapan saja bisa kau lepas dari hidupmu"ucap Fairuz dengan sarkas


jleb.......itulah yang Daren rasakan saat ini seperti ada ribuan pisau yang menghantam hatinya.itu belum seberapa dengan luka yang kau berikan kepada Fairuz selama ini


"tuan tidak usah khawatir aku akan melakukan hal rendahan seperti yang tuan lakukan"ucap Fairuz lagi yang menambah luka di hati Daren lebih dalam "karena aku tau bagaimana sakitnya di duakan jadi aku tidak akan melakukannya kepadamu cukup aku yang merasakannya"sambungnya

__ADS_1


to be continued


__ADS_2