
Siap shalat magrib Risda langsung memisahkan dirinya dan bersembunyi di kamarnya hanya untuk membaca Al-Qur'an, kebiasaan Risda kalau ia sedang beribadah cukuplah ia seorang diri jangan sampai ada orang lain yang melihat atau mengetahuinya, karena Risda takut apa yang di kerjakannya dengan tulus sekarang menjadi ria di esok harinya. Risda tidak mau me time nya dengan Allah terganggu.
MasyaAllah Rita tanpa sengaja mendengar lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dilantunkan Risda di kamarnya sampai meneteskan air mata, bacaannya begitu merdu, tenang, begitu tenang sangat tenang dan sejuk hati Rita saat mendengarnya.
Dari Sekolah Menengah Pertama Rita berteman dengan Risda sampai sekarang mereka sudah kuliah, baru kali inilah Rita mendengar suara Risda saat sedang mengaji.
Rita tersentak kaget saat ada yang menepuk pelan di bagian bahunya dan dengan reflek Rita melihat siapa pelakunya.
Siapa lagi kalau bukan si Bintang pelakunya.
Rita melihat Bintang dengan tatapan mata tajam lantaran kesal pada Bintang tidak ada sepatah katapun yang Rita ucapkan.
"Lagi ngapain" tanya si Bintang pada Rita.
"Lagi nguping Risda ngaji".
Bintang tidak bertanya lagi lalu Bintang bergegas membalikkan badannya ingin ke ruang tamu
Sebelum Bintang terlalu jauh dari Rita lalu Bintang mengatakan sesuatu pada Rita "Diamlah, apa yang kamu dengar tadi. Risda tidak suka kalau ada yang bertanya ataupun ada mengganggunya saat ia shalat ataupun mengaji".
Rita hanya diam dan sedikit bingung saat mendengar punuturan Bintang.
Selang beberapa menit Rita baru bisa mencerna apa yang di bilang Bintang, maka Ritapun terburu buru pergi dari depan pintu kamar Risda.
Sedangkan Bintang setelah mengatakan sedikit apa yang dia ketahui tentang Risda, Bintang melanjutkan langkah kakinya menuju ruang tamu.
Setelah sampai di ruang tamu, Bintang mendaratkan dirinya di kursi yang ada di ruang tamu.
Bintang tersenyum teringat beberapa bulan yang lalu, Bintang juga tanpa sengaja pernah mendengar suara Risda saat mengaji. Sungguh hati Bintang begitu tenang dan damai.
Bintang diam diam mulai menyukai Risda karena Risda termasuk dalam katagori pasangan idamannya.
Ehm ehm, Zay berdehem keras untuk menyadarkan Bintang dari halusinasinya.
"Eh Bapak".
"Kenapa teringat pacar?" Tanya Zay.
"Tidak pak", jawab Bintang dengan salah tingkah.
Hahah Zay tertawa pelan, "mulut mengatakan tidak tetapi mata mengatakan iya
Yasudah ayo kita makan malam, mamak sudah panggil kita dari tadi".
"Ayok pak".
__ADS_1
Makanan sudah tersaji dengan rapi diatas meja makan, siap untuk di santapi. Risda, Rita, Irsyad, Bintang, Zay dan Nur sudah berada dan duduk kursi meja makan.
Prosesi makan malampun berjalan seperti biasa tidak ada suara coleteh dari siapapun yang terdengar di sana kecuali hanya dentingan sendok saja yang terdengar.
Siap makan malam Zay dan Nur keluar rumah sebentar karena ada kepentingan di luar yang harus di tuntaskan sekarang juga, Irsyad juga buru buru pamit undur diri dari meja makan itu, lantaran iya merasa takut dan agak segan sama Bintang. Sedangkan Bintang, Rita dan Risda masih berada disitu setelah sebelumnya membereskan semua piring kotor bekas mereka makan tadi.
"Risda" panggil Rita.
"Iya Ta, ada apa?".
"Tadi kamu mau cerita apa".
Risda tidak menjawab pertanyaan dari Rita, tetapi reaksi dari Risda itu membuat Bintang dan Rita keheranan.
"Eh ngapain senyum senyum sendiri" ucap Bintang pada Risda sambil menepuk sedang lengan Risda secara bersamaan dengan Rita.
"ehm jangan bilang kalau kamu sudah mulai suka sama seseorang, atau mungkin sudah jatuh cinta lagi" ucap Rita pada Risda sambil menggoda Risda dengan menaik turunkan alisnya.
Bintang saat mendengar penuturan dari Rita kalau Risda sedang suka sama seseorang sudah mulai was was tapi ia tutupi perasaannya karena ia tidak mau persahabatan mereka jadi hancur hanya karena cinta.
"Rita, Bintang" panggil Risda.
"Iya" jawab Rita dan Bintang hampir bersamaan.
Hah !!! Bingung Rita dan Bintang.
"Risda coba kamu cerita ada apa".
Eee eee itu ee aduh.
"Ada apa Risda? ngomong yang jelas kami tidak tahu maksud ee eee kamu itu".
" Eh itu eum aduh kenapa susah sekali ya ngomongnya" ucap Risda sambil menggaruk tengkuk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Riisdaa bisa tidak kamu jangan bikin aku kesal hah" ucap Rita.
"Iya iya ish ngak sabaran jadi orang".
"Risda Zay Akli" panggil Bintang dengan suara dinginnya yang membuat siapapun yang mendengarnya jadi merinding.
"Itu pak Albert" ucap Risda spontan.
Rita dan Bintang mengernyitkan dahinya pertanda bingung apa yang diucapkan Risda lalu Rita pun bertanya pada Risda
"Albert siapa?"
__ADS_1
"hm cie cie ada yang lagi jatuh cinta ini" goda Rita pada Risda sambil menaik turunkan alisnya dan mengedipkan sebelah matanya. Sedangkan Bintang hanya terdiam saja tanpa sepatah katapun yang terucap dari bibirnya dan dengan mimik wajah yang sulit untuk diartikan.
"Ris, Albert itu siapa" tanya Rita.
"Eh ngak bu... kannnn siiiaapaa siapa" jawab Risda gagap lantaran Risda tidak mungkin mengatakan jika ia menyukai salah satu dosen yang mengajar di kelasnya.
"Risda ceritalah, janganlah main rahasia rahasian kitakan sahabat".
"Hehehe nanti kamu juga tahu sendiri Ta".
"Ish kau Riis".
Dimeja makan sudah mulai ada keheningan dan kebisiun yang tercipta dengan sendirinya karena kebiasaan Risda sering menutupi segala masalahnya sedangkan Bintang memanglah sosok yang begitu sulit untuk memulai pembicaraan, hanya Rita seorang yang mulutnya tidak bisa diam ada aja omongnya.
Dalam keheningan itu mereka bertiga saling bertatap tatapan lalu datanglah Nur yang baru pulang bersama Zay menuju dapur untuk minum air. Dimana untuk menuju dapur terlebih dahulu Nur akan melintasi ruang makan yang terdapat tiga sahabat itu sedang duduk. Nur sedikit bingung melihat kecanggungan yang terjadi di situ.
"Eh mamak sudah pulang, cepatnya mamak pulang".
"Iya nak, tadi cuma ada keperluan sebentar di luar".
"Kalau begitu Rita pamit pulang ya mak" ucap Rita pada Nur sambil mata Rita mengarah pada jam dinding yang menunjukan angka hampir pukul sembilan malam.
"Oh iya nak", hati hati di jalan ya.
Setelah kepergian Rita dan Nur. Bintang bertanya lagi pada Risda
"Risda jawab jujur ya"
"Apakah kamu suka sama pak Ahmad Alfarisi Albert salah satu dosen yang sedang mengajar di salah mata kuliah pelajaran kita".
Risda tersentak kaget sambil menetralkan detak jantungnya yang terasa cepat itu, setelah tenang baru ia bisa menatap Bintang dengan dalam
Lalu Risda berucap dalam hati bagaimana bisa aku lupa kalau aku sama Bintang sama jurusan dan sekelas lagi. Aduh bisa gawat ini.
"Assalamualaikum" terdengar suara orang memberi salam dari luar.
"Walaikumsalam" jawab Risda dan Bintang.
Dalam hati Risda Alhamdulillah selamat, makasih abang.
"Eh bang Adi sudah pulang, lamanya abang pulang tadi ada si Rita di sini bang. Abang sih lama pulang jadi ngak bisa ketemu sama Ritakan". Adi tidak menjawab apa apa hanya menampil senyuman simpul di wajah tampannya itu.
Kemudian Adipun juga ikut bergabung di meja makan bersama Bintang dan Risda sambil mengobrol ringan seputar pendidikan yang sedang Risda dan Bintang jalani. Untuk pertanyaan Bintang tadi yang diajukan pada Risda tentang perasaannya pada Albert menjadi terputus karena kedatangan Adi.
BERSAMBUNG.......
__ADS_1