
"Kenapa?" tanya Adi bingung.
Adi yang sudah menarik kursi ingin duduk tidak jadi, melihat tatapan begong yang Zay berikan padanya ditambah lagi Irsyad sang adik yang semenjak kedatangannya selalu menunduk dengan bahu bergetar. "Mama mana?" tanya Adi kemudian.
Zay tidak bisa berkata atau menjawab, seolah mulut Zay bungkam segala bahasa namun Zay meresposn pertanyaan Adi dengan menunjuk kearah dapur.
Di dapur Nur sedang mencuci tangan di wastafel sedang Risda yang ikut membantu Nur menggoreng telor. Adi berjalan melewati Nur dan Risda yang sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing, Adi terus berjalan mendekati kulkas mengambil air dingin dan meminumnya.
Glek glek glek. Suara air dingin yang melewati kerongkongan Adi alias suara Adi yang sedang meminum.
Tanpa mengalihkan pandangan Nur menasehati Adi "jangan minum air dingin paggg......" ucapan Nur terhenti tatkala tanpa sengaja mengalih pandangan dan melihat wajah Adi yang terlihat aneh. Nur menjadi melongo kehabisan kata hanya berdiri terpaku di bumi menatap Adi tanpa berkedip.
Adi menatap Nur heran sambil menaikkan sebelah alisnya mempertanyakan apa yang terjadi.
Risda yang terlalu fokus pada hp yang digenggamnya tersadar bahwa telor yang ia goreng telah matang dan mengangkatnya. "Ma, ini telornya, Risda tambahin sayur ya" tanya Risda yang sambil mengaduk-ngaduk telor yang belum digoreng dengan sayuran sedangkan sebelah lagi tangan Risda sibuk menggenggam hpnya sambil membaca novel.
Tidak ada jawaban dari Nur atas pertanyaan dari Risda lantas Risda mengalihkan atensinya memandang Nur. "Ma" panggil Risda.
Masih saja tidak ada jawaban dari Nur. Risda melihat kemana arah mata Nur memandang dan Risda melihat Adi yang berdiri dengan kebingungan melihat Nur yang terbengong melihat dirinya.
Sama halnya dengan reaksi Nur dan Zay yang tiada kata, reaksi Risda juga sama terbungkam tiada kata melihat wajah tampan Adi yang acak-acakan itu.
Nur tersadar sesaat saat mencium aroma minyak gosong dan berkata "goreng telurnya lagi" ucap Nur yang masih belum sepenuhnya sadar.
Risda mendengar perintah Nur langsung mengerjakan apa yang telah diperintahkan namun Risda salah menggoreng bukannya telur yang Risda goreng malah Risda menceburkan hp nya dalam minyak panas tersebut.
Adi dalam kebingungan tersadar apa yang dilakukan Risda, mendorong Risda menjauh, mematikan kompor dan merampas centong penggorengan di tangan Risda, menyodok hp Risda dan melempar hp Risda kesembarang arah.
Phoom. suara hp Risda yang menyentuh lantai akibat lemparan yang dilakukan Adi.
Nur dan Risda tersadar dari kebengongan mereka dan menatap Adi mempertanyakan apa yang terjadi.
__ADS_1
"Semenjak kapan kamu teledor begini" marah Adi pada Risda sekalian meluapkan dan melepaskan kekesalan yang semenjak tadi terpendam. Adi kembali lagi mendekati kulkas menghabiskan sisa air dari botol yang ia minum tadi. Sedang Risda membereskan kekacauan percikan minyak di lantai tanpa menjawab atau membantah Adi, Nur sendiri melanjutkan menggoreng lagi, menuntaskan apa yang dikerjakan oleh Risda tadi tetapi Nur berusaha keras tidak tertawa dengan wajah Adi yang terlihat kacau.
Setelah suasana kembali tenang. Masakan yang dimasak oleh Nur telah siap semua tinggal menghidangkan saja di meja makan.
Adi masih saja di dapur membuka dan menutup kulkas mencari-cari entah apa yang ia cari dari tadi disana.
"Adi" panggil Nur.
"Iya, ma" menutup kulkas melihat kearah Nur.
"Sudah mandi".
"Belum. Tadi cuma cuci muka sama gosok gigi" berjalan mengikuti kemana arah Nur pergi.
"Mandi sana. Jangan ikutin mama".
"Nanti ma".
"Hey" teriak tidak terima Adi "abangmu tampan begini, berani kamu bilang merusak pemandangan. Enak saja". melanjutkan mengoceh tidak jelas.
Risda yang tidak pernah mau mendengar orang mengoceh atau merepet, beranjak mendekati Adi dan menarik tangan Adi paksa, membawa Adi masuk dalam kamar mandi yang dekat dengan dapur.
Risda menolak Adi masuk dalam kamar mandi dan mengunci pintu dari luar. "Jangan lupa ngaca, kaca tersedia lebar didalam" teriak Risda dibalik pintu yang telah terkunci itu.
Risda berlalu meninggalkan Adi begitu saja untuk megambil handuk untuk Adi abangnya namun baru beberapa langkah Risda melangkah suara teriakan menggema terdengar dari kamar mandi "aaaaaaaaaa" teriak Adi keras sekeras kerasnya saat melihat pantulan wajah tampannya dari kaca yang berada di dalam kamar mandi tersebut.
Bagaimana tidak berteriak. Adi terkejut bukan kepalang melihat mukanya yang begitu horor, menor karena make up.
Flasback On
Irsyad kembali dalam kamar Adi dengan membawa berbagai macam alat dan peralatan make up mamanya yang Irsyad bawa dalam satu tas khusus make up yang kebetulan juga ada di situ.
__ADS_1
Irsyad menggambarkan muka panda pada wajah tampan Adi.
Maskara yang seharusnya di gunakan pada bulu mata malah Irsyad goreskan pada kelopak bawah mata Adi sedangkan lipstik Irsyad gambarkan pada bagian pipi, ala-ala abang badut dan pada bagian bibir Adi, Irsyad lingkaran dengan lipstik gelap sehingga bibir Adi seperti bengkak.
Dan pada saat Adi bangun tadi, Adi langsung mencuci muka dan menggosok gigi tanpa bercermin terlebih dahulu jadilah make up hasil jerih payah Irsyad luntur tidak beraturan lagi
Flashback Off
Zay dan Irsyad yang duduk di ruang makan segera berlari menghampiri asal suara teriakan itu dan bertanya apa yang terjadi pada Nur yang sedang tertawa cekikikan sendiri.
"Apa, kenapa, siapa yang berteriak itu" tanya Zay beruntun.
Nur dengan sudah payah menghentikan tawanya untuk menjawab pertanyaan dari suaminya itu "Aa aa Adiiii. HAhahah" melanjutkan tawa suara keras.
Zay belum terlalu paham jadi diam hanya menyimak sedang Irsyad yang sudah mulai sadar apa yang terjadi mulai melangkah mundur perlahan.
"Irrrrrsyaaaaadddddd" teriak menggema Adi dari dalam kamar mandi dan Irsyad mendengar teriakan namanya oleh Adi memelototkan matanya takut dan terkejut.
"Ma, pak, kayaknya adek sudah telat ini berangkat sekolah" gagap Irsyad sambil menarik paksa tangan Nur dan Zay menyalami dan buru-buru keluar rumah, takut kemarahan Adi. Irsyad melebarkan langkah kaki berlari keluar rumah dan berangkat sekolah.
Risda kembali ke dapur dengan membawa sehelai handuk untuk Adi.
Risda mengetok-ngetok pintu kamar mandi terlebih dahulu dan baru membukanya sedikit hanya untuk menyodorkan tangannya kedalam memberikan handuk baru yang baru ia ambil dari lemari.
Hampir sepuluh menit berlalu Adi keluar dari kamar mandi dengan muka yang sudah memerah namun make up yang ada pada wajah Adi tidak bersih sempurna. Adi keluar dari kamar mandi dengan mata memerah ingin menangis.
Ceklek. Suara pintu kamar mandi terbuka.
"Tidak bisa hilang. Huaaaaa" ucap Adi sambil menangis.
"Hahhahaha" Nur dan Zay tertawa terbahak-bahak melihat kondisi Adi yang sudah menangis hanya perkara make up sedangkan Risda sendiri hanya bisa tersenyum simpul, ingin tertawa, enggan, jadilah Risda hanya senyum simpul sekilas dan kemudian menatap Adi datar. Padahal dalam hati Risda tertawa terpingkal-pingkal menertawakan Adi.
__ADS_1
BERSAMBUNG...